blank
Alumni 1981 SMA Negeri Kendal berfoto bersama. Foto: eko

Nuansa kekeluargaan dan keakraban mewarnai reuni alumni 1981 SMA Negeri Kendal, hari ini. Acara di rumah dokter Yulianto yang beralamat di Jalan Tegalgendu Nomor 14, Kotagede, Yogyakarta itu berlabel: Temu kangen guyub rukun saklawase.

Berhubung jumlah anggota dari jurusan IPA dan IPS cukup banyak, lebih dari 100 orang, panitia mempersiapkan lokasi dengan serius. “Persiapan sampai jam sebelas malam,” kata panitia Oscar Salmon Maukar yang sekarang menetap di Surakarta.

Animo pesertanya cukup besar. Ada yang menyempatkan datang dari Manado dan Manokwari. Ada pula yang dari Banten, Bandung, Cilacap. Empat orang dari Jakarta adalah Agus Ponco Atmoko, Sustyo Iryono,
Unir Eko Nusantoro dan Sumarti. Ada pula Sudarto dari Bogor. Alumnus yang hadir juga ada yang menggunakan kursi roda.

Itu menandakan keinginan untuk bertemu teman lama sangat besar. “Setelah 41 tahun lulus SMA ada yang baru ketemu,” kata
Oscar Maukar

Tuan rumah, dr Yulianto yang merupakan spesialis jantung di RSI Klaten itu berterima kasih atas kehadiran teman-teman dari jauh, sehingga hari ini bisa bertemu. Dia juga berterima kasih kepada ketua panitia yang telah membantu sehingga acara bisa terselenggara.

Riang Gembira

Selaku MC acara itu,dokter Slamet Riyanto yang kesehariannya bertugas di Puskemas, Banyuputih, Batang, membawakan acara dengan riang gembira. Dia didampingi Wahyu Haryanti yang kesehariannya bertugas di Pemkab Kudus. “Kita ini sekarang berumur 60 tetapi seperti usia enam tahun,” kata Wahyu.

Ketua paguyuban alumni 1981 SMA Kendal, Prof M Arifin, berterima kasih kepada tuan rumah yang telah menyediakan banyak hal, sehingga bisa terselenggara dengan baik.

Panitia kegiatan, Oscar juga berterima kasih, termasuk kepada yang memberikan kontribusi sumbangan. Bagi yang tidak menyumbang juga tidak apa-apa, karena mau datang saja sudah luar biasa. Dia mengajak peserta mendoakan teman yang telah meninggal dunia. “Semoga yang telah mendahului kita mendapat tempat layak di sisi-Nya. Semoga ini membawa berkah dan semangat bagi kita yang rata-rata sudah berumur 60 tahun, semoga tambah semangat,” katanya.

Salah satu peserta, Prof Yulin Lestari yang merupakan dosen IPB juga berharap semoga bisa bersilaturahmi secara rutin. “Apa pun kondisinya kalau ada waktu memungkinkan kita bisa berkumpul.
Mudah-mudahan menjadi berkah di sisa usia kita,” katanya.

Temu kangen itu diselingi dengan bernyanyi secara bergantian. Masdiana Safitri Asisten III Kota Semarang melantunkan lagu
Bintang milik Anima. Dia pun bernyanyi sambil berjoget.

Acara dengan protokol kesehatan itu ditutup pukul 13.30, dengan doa yang dipimpin purnawirawan TNI,
A Latif. “Mohon doa agar alumni 81 diberikan kesehatan dan keselamatan, yang sudah meninggal mendapat tempat di sisi-Nya dan mendapat tempat terbak. Bagi teman yang sakit semoga segera diangkat penyakitnya,” katanya.

Eko Priyono