Seminar Geopark Dieng di Pendopo Bupati Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan kesiapan jajaran pemerintahan yang dipimpinnya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak demi mewujudkan kawasan Dieng sebagai Geopark Nasional.

Saat membuka seminar pengembangan Geopark Dieng Jateng di Pendopo Bupati setempat, Afif mengakui perlu membangun kebersamaan dengan banyak pihak. Termasuk sinergi antara Wonosobo dengan Banjarnegara, guna mencapai tujuan mengembangkan kawasan wisata unggulan seperti kawasan Dieng.

“Komunikasi harus intensif, juga harus mampu meletakkan kepentingan personal, ego sektoral serta membangun visi yang jauh kedepan demi terjalinnya kerjasama yang sinergis dan kolaboratif, khususnya antara Wonosobo dan Banjarnegara,” tutur Afif.

Kawasan Dieng, di mana ada 10 titik herritage milik Wonosobo dan 13 titik herritage milik Banjarnegara, disebut Afif, saat ini telah diputuskan Presiden menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata nasional. Sehingga memerlukan pengelolaan yang apik oleh seluruh stake holder terkait.

“Syarat-syarat menjadi Geopark, yaitu terpenuhinya unsur Geo Diversity, Bio Diversity dan Culture Diversity telah dimiliki Dieng. Untuk menjadi Geopark Global pun semestinya ke depan proyeksi untuk menjadikan sebagai destinasi wisata dunia juga dapat diwujudkan,” lanjutnya.

Selaku pimpinan daerah, Afif juga mengaku siap untuk membangun kerjasama, termasuk bertukar ide, inovasi dan kreasi dengan Banjarnegara dengan sebaik-baiknya, agar Dieng sebagai warisan bumi nan menawan benar-benar mampu tampil optimal sebagai geopark yang multi fungsi.

Kesiapan Bupati Wonosobo untuk secara sinergis kolaboratif dengan semua pihak guna mewujudkan geopark Dieng, disambut apresiasi Koordinator Minerba Panas Bumi dan Kegiatan Strategis Geopark Direktorat Sumber Daya Energi Mineral Pertambangan Bappenas RI, Togu Pardede.

Global Geopark

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat ketika membuka seminar Geopark Dieng. Foto : SB/Muharno Zarka

Togu yang menjadi salah satu pembicara kunci dalam seminar digelar hybrid, luring dan daring tersebut mengakui kawasan Dieng berpeluang untuk menyusul 6 Global Geopark lain yang saat ini dimiliki Indonesia.

“Keunikan Dieng yang memiliki unsur Geo Diversity, Bio Diversity serta Culture Diversity jelas akan mampu mengungkit daya tarik bagi wisatawa, tidak hanya domestik, melainkan juga wisatawasn mancanegara,” jelas Togu.

Dengan adanya komitmen dua Pemkab Wonosobo dan Banjarnegara untuk bersinergi membangun kawasan yang juga dikenal dengan Negeri para dewa itu, Togu meyakini upaya mewujudkan Geopark tinggal selangkah lagi.

Terwujudnya Geopark Dieng yang telah digagas cukup lama, ditegaskan Togu, tidak hanya akan menjadi branding kuat bagi pariwisata. Melainkan juga untuk pusat ilmu pengetahuan, penelitian hingga daya tarik investasi.

“Contoh negara-negara yang sukses dengan Geopark, ada tetangga seperti Malaysia. Di mana Global Geopark Langkawi mampu menghadirkan wisatawan sebanyak 3,6 juta dalam satu tahun dan China 67 juta setahun,” urainya.

Sedang Spanyol 50 juta setahun dan Jerman dengan 6 Geopark berhasil menarik 56 juta wisatawan per-tahun. Hal itu tentu membuat devisa yang besar bagi negara dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Indonesia, disebut Togu, saat ini baru mampu menarik 15 juta wisatawan per-tahun. Salah satunya karena kurangnya promosi Unesco Global Geopark (UGGp). Sehingga adanya Geopark Dieng , dimungkinkan bakal merubah peta promosi demi menggenjot jumlah wisatawan mancanegara.

Muharno Zarka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here