Oleh : Budi Prihartini, M.Pd

Menulis merupakan skill tertinggi dalam aspek berbahasa. Banyak yang mengatakan menulis itu sulit. Padahal hampir tiap hari kita update status, menjawab pertanyaan Facebook,  “apa yang Anda pikirkan?”.

Jika semua tulisan kita kumpulkan, 30 hari saja. Lalu kita baca ulang, insyaallah kita akan menemukan sensasi gaya menulis ala kita. Lalu dimana letak sulitnya menulis?

Komitmen

Sama halnya dengan pilihan kita terhadap pasangan kita, maka kita berusaha menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga. Bagaimanapun kondisi kita. Demikian pula menulis. bagaimana pun kondisinya, kita harus menulis.

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya pasang surutnya komimen dalam menulis mempengaruhi tulisan kita. Tulisan jadi tak beraturan dan amburadul. Karena itu kita harus menjaga komitmen menulis.

Menulis akan menjadi hal yang sulit jika penulis belum menemukan caranya. Namun, akan menjadi hal mudah jika penulis sudah menemukan caranya.

Cara menjaga komitmen dalam menulis:

Membaca, bergabung di komunitas menulis,  mengikuti pelatihan menulis

Menemukan ide

Banyak di antara kita yang sering bertanya “apa yang harus saya tulis?” “Menulis kalimat pertama, sulitnya minta ampun!”. Begitulah, kita terpenjara dengan pemikiran kita sendiri. Padahal menulis itu sangatlah luas.

Misalnya, kita ke pantai bersama keluarga tercinta. Kita mengawali dengan tulisan, saya pergi ke pantai bersama keluarga. Sudah jadi, kalimat pertama, bukan?

Kemudian lanjutkan dengan kalimat kedua dan seterusnya. Jangan hiraukan, bagus tidak ya tulisan saya. Ingat, tulisan kita adalah mahakarya diri asal tulisan kita tidak mengandung SARA.

Manjakan diri dengan menulis

Membebaskan dari segala rutinitas setiap orang pastilah berbeda. Namun, jika pilihan kita adalah menulis. Kita dapat memanjakan diri dengan menulis. Meluangkan sedikit waktu untuk menulis, mengekspresikan perasaan dan kejadian yang terjadi akan memberikan rileksasi pada diri.

Sakit seperti sekarang ini, menandakan tubuh pengen dimanja dan istirahat sementara waktu. Namun, kondisi sakit justru dapat menjadi me time. Ada rasa yabg tidak bisa diungkap, kala memanjakan diri dengan menulis. dan nikmat manakah yang mampu kamu dustakan?

Penulis adalah seorang guru dan Sektretaris Forum Penulis Jepara LITERASI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here