Anggota Komisi D DPRD Kudus, Hj Endang Kursistiyani saat meninjau lokasi SD 4 Prambatan Kidul yang ambruk. Foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Atap tiga ruang kelas SD 4 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus ambruk. Akibatnya, ruang kelas tersebut tidak bisa digunakan untuk aktifitas belajar mengajar.

Pantauan di lapangan, kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas 1 dan 3. Atap dua ruang kelas tersebut ambruk total.

Sementara, untuk ruang kelas 3 yang berada di tengah, bagian atap masih ada namun kondisinya juga sudah relatif parah.

Kepala SD 4 Prambatan Kidul, Himawanto mengungkapkan ambruknya atap gedung sekolahnya telah terjadi sekitar Januari 2021 silam.

“Karena faktor usia bangunan, banyak kayu yang lapuk,”kata Himawanto, Senin (23/8).

Himawanto menjelaskan, saat atap ruang kelas tersebut ambruk, kondisi kelas dalam keadaan kosong karena pembelajaran dilakukan dalam keadaan daring.

Atas kejadian tersebut, Himawanto langsung melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga melalui Korwil setempat.

“Sudah kami laporkan baik secara lisan maupun tertulis,”tandasnya.

Himawanto menambahkan, tiga kelas yang atapnya ambruk tersebut sudah puluhan tahun tidak mendapatkan bantuan rehab.

Pada tahun 2019 silam, sebenarnya SD 4 Prambatan Kidul sudah mendapatkan bantuan rehab dari Pemkab, tapi untuk tiga ruang kelas lainnya.

“Saat itu ada tiga ruang kelas lain yang direhab. Tak tahunya, tiga ruang kelas lain juga mulai mengalami kerusakan. Jadi, ketika kami mengajukan perbaikan, ditolak karena sudah pernah dapat bantuan. Hingga akhirnya semua ambruk seperti saat ini,”ujarnya.

Himawanto menambahkan, pihak Disdikpora sendiri belum bisa memastikan kapan perbaikan ruang kelas yang ambruk tersebut dilakukan. Pihak Dinas menyebut perbaikan bisa dilakukan pada Perubahan APBD 2021 atau pada APBD 2022.

Ambruknya atap ruang kelas SD 4 Prambatan Kidul ini akibat material bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Foto:Suarabaru.id

DPRD Prihatin

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Kudus, Hj Endang Kursistiyani yang berkesempatan meninjau langsung lokasi, menyatakan keprihatinannya. Apalagi Endang juga berdomisili di desa setempat yang tak jauh dari lokasi sekolah.

“Selama ini kepala sekolah, kades dan perangkatnya tidak pernah berkomunikasi ke saya. Padahal, selama ini saya sudah mengupayakan banyak kegiatan perbaikan sekolah di tempat lain. Lha ini di desa saya sendiri, tentu saya malu,”ujar politisi yang juga menjabat Ketua DPD PAN Kudus tersebut.

Endang menegaskan, dengan kondisi sekolah yang rusak parah ini, dirinya siap untuk memperjuangkan agar perbaikan SD 4 Prambatan Kidul ini bisa segera dilakukan.

Dengan estimasi waktu yang ada, Endang akan berjuang agar kegiatan perbaikan SD 4 Prambatan tersebut bisa dilakukan di APBD Perubahan 2021.

“Kalau memang tidak bisa di APBD Perubahan, saya tetap perjuangkan di APBD 2021,”tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Endang juga menyampaikan akan secepatnya berkoordinasi dengan Disdikpora untuk menyusun daftar prioritas bangunan SD yang membutuhkan perbaikan.

Jangan sampai ada SD yang kondisinya sudah rusak, tapi tidak mendapatkan kucuran anggaran karena tidak terpantau dengan baik.

“Jadi harus ada daftar prioritas mana bangunan SD yang kondisinya rusak berat, sedang dan ringan. Jadi, kami dari DPRD bisa ikut membantu mengawal agar kucuran anggaran rehabilitasi gedung sekolah bisa tepat sasaran,”tukasnya.

Tm-Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here