Ketua LBH Penyambung Titipan Rakyat (Petir), Zainal Abidin Petir bersama Lurah Bulu Lor, Drs. Wisnu Nugroho saat membagikan paket sembako untuk para janda tua di rumahnya. Foto: Dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sebanyak 120 orang baik janda tua, tukang becak, dan tukang sampah menerima bantuan paket sembako dari Ketua LBH Penyambung Titipan Rakyat (Petir), Zainal Abidin Petir.

Pembagian sembako tersebut berlangsung di rumahnya, Jalan Pergiwati 1/19, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara pada Selasa (11/5/2021).

Ikut hadir dalam penyerahan paket bantuan sembako Lurah Bulu Lor, Drs. Wisnu Nugroho, Babinsa, dan Babinkamtibmas Kelurahan Bulu Lor.

LBH Petir adalah lembaga yang bergerak di bidang advokasi kebijakan publik dan pendampingan rakyat miskin. Salah satu kegiatannya ya seperti ini, menyalurkan dan memberikan bantuan paket sembako kepada mereka yang kurang mampu,” kata Petir, Rabu (12/5/2021).

Zainal Petir juga mengucapkan terima kasih kepada Gus Yusuf Chudori selaku Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Salafi Tegalrejo, Magelang yang juga Ketua DPW PKB Jawa Tengah, dan Baznas Kota Semarang yang ikut peduli memikirkan kaum dhuafa.

“Apa yang saya lakukan ini sifatnya menginisiasi para dermawan, orang kaya dan masyarakat luas yang memiliki rezeki lebih, agar disedekahkan kepada kaum dhuafa,” ungkapnya.

Bagaimana caranya memikirkan nasib janda-janda tua yang miskin. Menurutnya, selama ini tidak ada yang memikirkan mereka. Khusus untuk janda tua, selain menerima bantuan sembako, mereka juga menerima uang buat nginang.

Sementara Zainal Abidin Petir yang juga sebagai penasehat Pedagang Kaki Lima (PKL) Kokrosono dan Pasar Burung Semarang itu selanjutnya mengambil sampel satu RW, yakni RW 6 Kelurahan Bulu Lor.

“Di RW.06 ada 70 lebih, saya ambil 60 orang yang benar-benar tidak mampu. Sebab masih ada tukang becak dan tukang sampah yang setiap hari mengais rezeki di Kelurahan Bulu Lor,” jelas dia.

“Lebih indah ngopeni janda-janda tua miskin dibanding janda-janda muda. Yang tua pasti fokus mendoakan hidup saya menjadi berkah. Nah kalau janda muda, ceritanya berbeda, bisa jatuh cinta…haha,” kelakar Zainal Petir yang juga Komisioner Komisi Informasi Jateng itu.

Ning