blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat ketika memberikan keterangan pers terkait larangan penerbangan balon udara. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Pemkab Wonosobo kini tengah menggencarkan sosialisasi larangan menerbangkan balon udara di saat moment perayaan lebaran mendatang.

Selain melalui struktur pemerintahan, sosialisasi juga dilakukan melalui khotbah Jumat. Para khotib di minta membantu pemerintah mensosialisakan hal tersebut.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyadari masih ditemukan warga yang menerbangkan balon udara saat perayaan Idul Fitri. Padahal, setiap tahun terus dilakukan upaya sosialisasi kepada warga terkait bahaya menerbangkan balon udara.

“Sering kami sampaikan setiap tahun edukasi, sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya menerbangkan balon udara. Namun masih ditemukan satu atau dua yang masih menerbangkan balon udara. Ini yang menjadi konsen kami, bersama Polres Wonosobo dan AirNav,” ujar Afif.

Untuk itu, pihaknya berencana akan melakukan sosialisasi melalui mimbar khotbah Jumat. Nantinya, sosialisasi ini dilakukan di masjid-masjid yang selama ini banyak melakukan tradisi menerbangkan balon udara.

Ancaman Hukuman

blank
Warga dilarang menerbangkan balon udara secara bebas karena bisa membahayakan keselamatan penerbangan. Foto : SB/dok

“Selain melalui camat dan Kades/Kalur, kami berencana bekerja sama dengan Kemenag untuk membuat naskah khotbah Jumat yang menyinggung soal larangan menerbangkan balon udara,” ujarnya, Sabtu (24/4).

Menurut Afif, jadi nanti disampaikan di masjid-masjid terutama di wilayah yang masih sering menerbangkan balon udara. Karena tidak semua wilayah di Wonosobo ini ada aksi penerbangan balon udara ini.

Namun demikian, bagi yang ditemukan menerbangkan balon udara tetap akan diberi sanksi. Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 2009, pelaku penerbangan balon udara akan diancam dengan pidana paling lama 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

“Sanksi kan melekat. Tetapi sebagai orang tua, kami mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi. Tahun ini kami menargetkan tidak ada satupun yang menerbangkan balon udara,” tandasnya.

Afif tidak memungkiri jika balon udara sudah menjadi ciri khas Wonosobo. Namun, sebagai gantinya akan dilakukan festival balon udara yang diterbangkan dengan cara ditambatkan.

“Karena ini sudah menjadi tradisi, nanti kita bikin gantinya yakni festival balon udara. Tetapi ditambatkan, ditali sehingga tidak terbang tinggi. Tetapi tentu waktunya setelah pandemi,” lanjutnya.

Muharno Zarka