blank
Presiden pertama Pasoepati, Mayor Haristanto (kiri), mendapat kado jaket ori Timnas Indonesia milik Ketua Umum PSSI untuk mengisi Museum TitikNol Pasoepati.

SOLO (SUARABARU.ID) – Selasa (9/2) hari ini, Pasoepati Solo genap berusia 21 tahun. Sehari menjelang ulang tahun yang ke 21, pendiri sekaligus Presiden pertama Pasoepati, Mayor Haristanto, mendapat kado istimewa berupa jaket ori Timnas Indonesia milik Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Jaket diserahkan via mantan Presiden Pasoepati periode 2018-2020 Aulia Haryo Suryo, Senin (8/2), di Museum TitikNol Pasoepati, Nusukan, Banjarsari, Surakarta. Mayor Haristanto, tokoh kreatif penerima anugerah pemecahan rekor dunia dari MURI, menyatakan, perburuan panjang pernak-pernik material museum khusus Ketua Umum PSSI ini, bermula sejak Bulan Oktober 2020 via Sosmed.

”Beruntung saya dekat dengan Aulia Haryo yang akrab dengan Pak Ketua PSSI,” ungkap Mayor Haristanto, perekor Muri terbanyak di Indonesia. Jaket warna merah yang dikirim via paket lewat alamat rumah Rio (panggilan akrab Aulia Haryo) dalam kondisi baru berbanderol Rp 1.189.000,-.

blank
Melalui kegiatan bertajuk ‘Superter berbuat baik,’ personel Pasoepati Solo peduli melakukan baksos kerja bakti membersihkan rumah gardu di Kota Solo.

Nama Besar
”Hibahan jaket Timnas ini, sangat menyemangati pendirian museum untuk merawat nama besar Pasoepati,” ujar Mayor bangga. Pebruari, merupakan Bulan Pasoepati. Untuk mengisi kegiatan ultah Pasoepati, dilakukan pula bakti sosial (Baksos) kerja bakti membersihkan gardu di Kota Solo.

Kegiatan ini bertajuk ‘Suproter berbuat baik.’ Rumah Gardu yang semula kumuh tidak terawat, berhasil dibersihkan oleh para personel Pasoepati. Juga dilakukan pembersihan di lingkungan sekitar rumah gardu, agar tampil mempesona.

blank
Mengenakan kaos merah bertuliskan SATU Pasoepati SATU, para suporter bola Kota Bengawan, mengadakan Baksos kerja bakti membersihkan rumah gardu.

Pasoepati adalah nama sebuah kelompok suporter sepak bola di Kota Solo. Terbentuknya Pasoepati, tidak terlepas dengan kehadiran klub sepak bola Pelita Jaya yang pernah berkandang di stadion Manahan Tahun 2000.

Rabu Legi Tanggal 9 Februari 2000, lahirlah kelompok suporter klub Pelita, bernama Pasukan Soeporter Pelita Sejati atau yang disingkat dengan sebutan Pasoepati. Sinergi Pelita dan Pasoepati saat itu, menjadi gairah baru yang mempersatukan publik bola Solo dan sekitarnya.

Pasoepati adalah hasil akal budi tokoh kreatif Solo, Mayor Haristanto. Wadah suporter sepak bola di Kota Bengawan ini, dilahirkan 21 tahun lalu, di Griya Reka Grupe Mayor, Jalan Kolonel Sugiyono 37, Surakarta.

Bambang Pur