blank
Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus, dr Andini Aridewi. foto:dok/Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – SMP 3 Jekulo nampaknya benar-benar menjadi klaster penularan Covid-19. Berdasarkan hasil uji swab tracking kontak, terdapat 14 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Hasil tersebut semakin menambah keprihatinan setelah total 5 orang guru sekolah tersebut meninggal positif Covid-19. Terakhir kali, seorang guru muda yang sedang hamil 4 bulan wafat setelah dirawat di RS Kariadi Semarang dengan status positif Covid-19 pada Minggu (6/12).

Baca Juga: Dalam Keadaan Hamil, Satu Guru SMP 3 Jekulo Kembali meninggal Positif Covid-19

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus, dr Andini Aridewi menyebutkan 30 sampel uji swab yang hasilnya sudah keluar, sebanyak 14 sampel dinyatakan positif terinveksi Covid-19. Sementara, sisa sampel yang lainnya masih menunggu proses laboratorium.

“Total ada 43 guru dan karyawan SMP 3 Jekulo yang sudah diambil swab. Dari jumlah tersebut, 30 diantaranya sudah keluar hasilnya dimana 14 sampel dinyatakan positif Covid-19,”katanya.

Menurut Andini, dari jumlah pasien yang terkonfirmasi positif tersebut, 3 diantaranya dirawat di RS dan sisanya menjalani isolasi mandiri.

Disiplin Protokol Kesehatan

Atas kondisi tersebut, Andini mengimbau masyarakat Kudus untuk selalu ingat dan waspada serta terus meningkatkan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan untuk menekan kasus Covid-19, mulai dari memakai masker saat berada di tempat umum dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan cairan pembersih tangan selama minimal 20 detik terutama setelah menyentuh benda-benda yang disentuh banyak orang.

Dalam rangka menjaga daya tahan tubuh tetap optimal, masyarakat juga diminta selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup.

“Kami tak bosan-bosa mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. Sudah banyak yang terpapar, jadi kami meminta masyarakat disiplin menjaga diri dan keluarga,”ujarnya.

Tm-Ab