blank
Salah seorang anggota Bawaslu sedang jalani Rapid Test.(FOTO:SB/Sp)

KENDAL(SUARABARU.ID)- Sebanyak 464 anggota Bawaslu se- Kabupaten Kendal melakukan rapid test di empat titik yakni di Kecamatam Limbangan, Ngampel, Sukorejo dan di Kantor Bawaslu Kendal, Jalan Kyai Gembyang Kendal.

Sebanyak 464 peserta anggota Bawaslu itu berasal dari Bawaslu kabupaten, Panwascam, Pengawas Kelurahan/ Pengawas Desa dan sekretariat.

Saat pelaksanaan rapid test ada peserta yang takut untuk di tusuk jarum, bahkan ketika jarinya akan ditusuk jarum, peserta berkelamin perempuan ini langsung menjerit.

Namun setelah dirayu petugas akhirnya yang bersangkutan mau dan diambil darahnya melalui ujung jarinya.

“Rapid test ini sebagai jaminan penyelenggara pemilu bahwa semua jajaran Bawaslu sehat yang dibuktikan dengan rapid test,” kata Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kendal Sriwahyuning, Rabu(21/10/2020).

Sriwahyuning mengatakan, dilakukannya rapid test tersebut bertujuan untuk menjamin kesehatan penyelenggara pemilu khususnya pengawas pada penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil Bupati Kendal yang akan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Semua penyelenggara Pemilu, baik Bawaslu maupun KPU, semua petugasnya sehat bebas dari Covid-19,”ujar Sriwahyuning.

Menurut Sriwahyuning, rapid test ini dilakukan, juga dalam rangka meyakinkan kepada masyarakat bahwa penyelenggaraan Pilkada 2020 telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sedangkan hasil rapid test yang reaktif, nantinya akan dilaporkan ke satgas Covid 19. Selanjutnya tim gugus yang akan menentukan apakah akan dilanjutkan tes swab atau dilakukan karantina mandiri.

Semantara salah satu anggota sekretariat Bawasscam Brangsong, Mujiati, mengaku baru sekali mengikuti rapid test. Awalnya, ia juga takut namun melihat yang lain tidak ketakutan akhirnya juga berani. Sp-mm