Menyambut Hari Bersih Bumi Sedunia yang diperingati setiap 21 September, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung menggelar acara diskusi pengelolaan persampahan. Diskusi tersebut dilakukan di pinggiran Kali Lutut yang ada di Desa  Lempuyang, Kecamatan Candiroto, Kabupaten  Temanggung juga juga disertai acara ngopi bareng. Foto: suarabaru.id/ yon

TEMANGGUNG(SUARABARU.ID)- Menyambut Hari Bersih Bumi se Dunia yang diperingati setiap 21 September, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung menggelar acara diskusi pengelolaan persampahan. Diskusi tersebut dilakukan di pinggiran Kali Lutut yang ada di Desa  Lempuyang, Kecamatan Candiroto, Kabupaten  Temanggung juga juga disertai acara ngopi bareng, Jumat (18/9).

“Diskusi pengelolaan sampah ini dilakukan untuk menyamakan persepsi tentang pengelolaan persampahan guna mewujudkan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, indah dan asri,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung, Entargo.

Entargo mengatakan, untuk memperingati Hari Bersih Bumi se dunia tersebut, pihaknya  juga akan mengadakan dua kegiatan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, yakni pelajar dari tangka SD hingga SMA/ SMK serta santri pondok pesantren , yakni gerakan memungut sampah pada Sabtu (19/9).

“Gerakan memungut sampah tersebut dilaksanakan di lingkungannya dan rumah masing- masing,” katanya.

Ia menambahkan, selain itu pihaknya juga akan menggelar  gerakan bersih sampah susur kali yang akan dilaksanakan di Kali Pacar di Dusun Delok, Desa Pagersari, Kecamatan Tlogomulyo, pada Minggu ( 20/9).

Menurutnya, kegiatan  bersih  susur kali tersebut bertujuan agar  sungai bersih dari sampah dan menginspirasi warga  yang ada di sekitar bantaran sungai  mempunyai kesadaran tidak buang sampah sembarangan.

Sementara itu, Bupati Temanggung  Al Khadziq pada diskusi tersebut mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat seperti di kali, karena akan mencemari lingkungan.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Temanggung  untuk mengelola sampah dikelola dengan baik dan benar menuju Kabupaten Temanggung bebas sampah. “Kita tidak ingin kondisi lingkungan penuh dengan sampah, makanya gerakan bersih-bersih sampah harus terus digelorakan. Sehingga,  kebersihan dan keindahan lingkungan terjaga dengan baik,” harapnya.

Ia menambahkan, kegiatan diskusi pengelolaan sampah di pinggir Kali Lutut tersebut dibarenngi dengan kegiatan ngopi bareng, bersamaan dengan hari Jumat merupakan hari wajib minum kopi dari daerah Temanggung.

Kegiatan Jumat hari wajib minum kopi  asal Temanggung tersebut  bertujuan  agar pemasaran kopi asli Temanggung terdongkrak, sehingga kesejahteraan khususnya pelaku usaha kopi meningkat

“Hari  Jumat  merupakan hari wajib minum kopi asli  asal Temanggung sendiri jangan malah kopi bungkusan  buatan pabrik. Sehingga, para pelaku usaha kopi di Temanggung bisa meningkat kesejahteraannya,” ujarnya.

Yon-trs

-->