Petugas PPK dan PPS di bawah KPU Blora mendata ulang paket APD untuk fasilitas kerja PPDP dalam melaksanakan pekerjaan pencocokan dan penelitian (coklit) ke rumah-rumah warga. Foto : SB/Wahono

BLORA (SUARABARU.ID) – Tahapan Pilkada 2020 di Blora, Jawa Tengah, terus berjalan. Senin (23/7/2020), Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, telah membagikan alat pelindung diri (APD) untuk 2.198  Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Pembagiannya berjenjang, dari KPU dikirim (droping) ke 16 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dari PPK diteruskan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 295 desa-kelurahan, baru dibagikan ke PPDP.

“APD sebanyak 2.196 paket sudah dikirim berjenjang, sebagian besar PPS sudah membagikan ke PPDP,” jelas Sekretaris KPU Kabupaten Blora, Edy Purwantoro.

Adapun paket APD jatah PPDP, berupa hand sanitizer, masker, sarung tangan dan face-shield. APD tersebut, jelas Edy, wajib digunakan saat melaksanakan pekerjaan pencocokan dan penelitain (coklit) ke rumah-rumah warga.

Terpisah Ketua KPU kabuten paling timur di Jateng itu, M. Khamdun, mengatakan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) PPDP dijadwalkan berlangsung 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020.

Terhadap PPDP yang reaktif rapid test hasil screening test awal covid-19 Dinas Kesehatan, Khamdum menyatakan telah melakukan penggantian personel baru  mulai Minggu (12/7/2020). Untuk PPS dan staf yang reaktif rapid test KPU menyerahkan ke GTPP Covid-19 Kabupaten Blora.

Petugas tengah menata paket APD yang akan digunakan PPDP untuk progres pencocokan dan penelitian pemilih Pilkada Blora 2020 ke rumah-rumah warga. Foto : SB/Wahono

Penggantian

“Khusus PPDP yang reaktif rapid test, sejak Minggu kemarin sudah dilakukan penggantian personil baru yang ditangani PPS masing-masing,” terang Ketua KPU Kabupaten Blora.

Diberitakan sebelumnya, hasil screening test atau tes cepat untuk deteksi dini pesebaran covid-19 pada jajaran badan adhoc (PPS-PPDP) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan 136 orang reaktif.

Terhadap personel badan ad hoc yang reaktif rapid test, KPU di kabupaten penghasil kayu jati itu segera membuka pendaftaran dan mengganti dengan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang baru.

Dijelaskan Khamdum, PPS dan PPDP yang tersebar di 295 desa-kelurahan se-Kabupaten Blora, telah menjalani rapid test yang digelar di 29 Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan 26 Puskemas di 16 kecamatan.

Selain itu, tes cepat deteksi dini covid-19 juga dilaksanakan di dua Rumah Sakit Umum (RSU) dan satu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) selama tiga hari, 7-9 Juli 2020, jelas Ketua KPU Blora.

Personel yang wajib menjalani rapid test, PPDP 2.198 orang, PPS 885 orang, sekretariat dan staf  PPS 885 orang. Kegiatan itu dilakukan, sebelum petugas aktif menjalankan pemutakhiran data pemilih dan pencocokan dan penelitain (coklit).

Pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Lilik Hernanto, membenarkan telah rampung melakukan pemeriksaan rapid test terhadap personel PPS, staf PPS dan PPDP di 16 kecamatan.

Hasilnya, jelas Lilik Hernanto yang juga juru bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Blora, sebanyak 136 dari 3.926 orang badan lembaga adhoc KPU hasil rapid test-nya reaktif.

Diberitakan sebelumnya, di tengah pandemi covid-19, KPU Kabupaten Blora, mulai menggelindingkan roda tahapan Pilkada 2020 pada jajaran badan adhoc berupa bimbingan teknis (bimtek) pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih.

Bimtek kepada anggota PPK tersebut, sebagai persiapan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) PPDP yang dijadwalkan berlangsung 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020.

KPU menekannkan pentingnya ketaatan PPDP terhadap petunjuk teknis coklit. KPU  memnyipakan buku kerja untuk acuan serta kontrol kerja PPDP di lapangan, sehingga bimtek akan dilakukan berjenjang dari PPK ke PPS dan PPS ke PPDP.

Wahono-trs