Bagikan
Water canon Polres Pati dikerahkan untuk memadamkan api di Pabrik Garuda Food. Foto: Fahmi

PATI – Kepanikan terlihat saat seluruh buruh pabrik kacang yang sedang istirahat dikagetkan munculnya api yang berasal dari ruang sinar X di gudang bahan kemas PT Garuda Food, Jalan Raya Pati-Juwana, Desa Sarirejo, Kabupaten Pati, Selasa (16/4).

Dari informasi yang diperoleh, insiden kebakaran ini saat para buruh tengah beristirahat tidak jauh dari ruangan tersebut. Tiba-tiba muncul api dari ruang x-ray tempat pengepakan kacang garuda pilus. Kemudian, api menjalar ke gudang lain. Melihat itu, para pekerja langsung berteriak jika terjadi kebakaran.

Aparat TNI dan Polri juga bersinergi dalam pemadaman api di pabrik tersebut. Foto: Fahmi

Para pekerja langsung memadamkan api dengan pengaman saluran air yang disediakan pabrik tersebut. Hanya saja api terlalu cepat menjalar sehingga membuat seluruh pekerja yang berada di dalam gudang tersebut berlarian keluar untuk menyelamatkan diri.

Marsono (43) petugas satuan pengaman PT Garuda Food langsung menghubungi pemadam kebakaran Kabupaten Pati untuk memadamkan api tersebut. Sebanyak 22 armada pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan untuk memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penyebab kebakaran ini juga tengah dkaiselidiki pihak kepolisian. Hal tersebut dikatakan Kapolres Pati AKBP Jon Wesley saat ditemui wartawan di lokasi kebakaran.

Api yang cepat membesar membuat para karyawan yang tengah beristirahat panik dan berhamburan keluar dari gudang.

“Hari ini telah terjadi kebakaran di bagian belakang pabrik kacang garuda. Petugas pemadam kebakaran telah berusaha untuk memadamkan api. Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Nanti kita akan datangkan ahli dari Puslabfor untuk melakukan olah TKP di tempat kejadian. Belum ada terdata korban. Informasi yang kita dapatkan bermula dari alat pendeteksi logam atau x-ray,” kata Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan, hdran air yang seharusnya dapat dipergunakan untuk memadamkan api. Namun, penggunaanya menggunakan sistem elektrik. Adanya api yang menjalar di gudang tersebut membuat sistem aliran listrik dipadamkan sehingga tidak dapat memfungsikan hidran tersebut.

Berbagai barang yang terbakar antara lain kardus, plastik, kacang pilus yang sudah diproduksi serta palet. Sementara, barang lain yang mudah terbakar sudah dalam kondisi aman seperti gas dan alat pendingin.

suarabaru.id/Fahmi/Hanaeswe

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here