Bagikan
Kabid Penelitian dan Pengembangan, Baperlitbang Kabupaten Kendal, Kartini, ketika menyampaikan tujuan kunjungan ke Balitbang dan DRD Kota Magelang, (Suarabaru.id/dh)

 

MAGELANG- Kota Magelang jajaki kerjasama sister city dengan Breda, Belanda. Langkah ini dilakukan menyusul hasil penelitian para pakar dari  Universitas Gajah Mada serta potensi yang dimiliki Magelang.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Magelang, Eny Boedi Orbawati, saat menerima kunjungan  Baperlitbang Kabupaten Kendal, kemarin.

Kedatangan rombongan berjumlah tujuh orang dipimpin Kabid Penelitian dan Pengembangan, Kartini, untuk menimba ilmu mengenai Litbang dan kegiatan DRD Kota Magelang.

Rombongan diterima Sekretaris Balitbang Kota Magelang Heni Asmoro, Kabid Penelitian dan Pengkajian Eny Sulistyowati, sejumlah staf instansi tersebut serta pengurus DRD setempat.

‘’Prestasi Litbang Kota Magelang sudah tidak diragukan lagi, karena itu kami belajar ke sini,’’ kata Kartini.

Menurutnya  Baperlitbang Kabupaten Kendal ingin mengembangkan iptek. Adapun DRD sudah terbentuk pada akhir 2017. ‘’Kami masih mencari format, sedang unsur kelembagaan masih harus belajar dan berbenah. Harapan ke depan bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah,’’ ujarnya.

Ketua DRD Kota Magelang menjelaskan, DRD dilantik Wali Kota Magelang pada 9 Desember 2018. Tugasnya memberi rekomendasi kepada wali kota dalam mengambil kebijakan, serta menjadi partner dalam berbagai kegiatan lainnya.

Eny menerangkan, undangan pertama yang dihadiri pihaaknya adalah Workshop  Pengembangan Magelang Raya. Dalam hal ini termasuk wilayah Kabupaten Magelang, dan worshop itu juga dihadiri DRD kabupaten tersebut.

Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Departemen Teknik dan Perencanaan  Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (Magister Perencanaan Wilayah dan Kota/MPWK UGM), Prof Ir Bakti Setiawan MA PhD mengemukakan, Magelang Raya yang merupakan gabungan Kota dan Kabupaten Magelang dengan potensi yang dimiliki diharapkan mampu menjalin kerjasama Sister City dengan Breda, Belanda.

‘’Program Sister City dengan Breda itu kemudian menjadi program kerja DRD Kota Magelang. Karena dalam satu semester DRD harus bisa menghasilan satu output,’’ ungkapnya.

Potensi yang dimiliki Kota Magelang antara lain sebagai tempat pendidikan militer. Ini sama dengan Breda yang juga menjadi tempat pendidikan militer. Selain itu, juga daerah wisata, di mana Kota Magelang memiliki bangunan kuna peninggalan Belanda.

Dampak terjalinnya kerjasama Sister City dengan Breda diharapkan banyak wisatawan dari Negara Kincir Angin itu berwisata ke Magelang, termasuk mengunjungi Candi Borobudur.

Wakil Ketua DRD Kota Magelang Retno Rusdjijati menambahkan, untuk semester kedua tahun 2019, program kerja DRD adalah kampung bunga untuk mendukung brand Kota Sejuta Bunga. ‘’Lahan pertanian di Kota Magelang terbatas, dan keunggulan kota ini antara lain kampung organik dan bank sampah,’’ tuturnya.

Suarabaru.id/dh

 

 

 

.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here