Bagikan
NIKMATI SALJU: Sejumlah pengunjung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, menikmati suasana taman salju di The Lawu Park, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Jateng, Minggu (28/6/2020). Foto: antara

KARANGANYAR (SUARABARU.ID)– Objek wisata alam The Lawu Park, di Desa Gondosuli Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, sejak dibuka selama sepekan ini di tengah pandemi covid-19, jumlah pengunjungnya terus meningkat.

Jumlah pengunjung di objek ini pada Minggu (28/6/2020), mencapai sebanyak 1.100 orang, atau meningkat 100 persen lebih, bila dibanding pekan sebelumnya pada Minggu (21/6/2020), hanya sebanyak 500 wisatawan.

”Sejak objek wisata The Lawu Park di Karanganyar ditutup sekitar tiga bulan lalu, karena pandemi covid-19, kini sektor wisata sudah mulai bergairah setelah kembali dibuka,” kata Manager The Lawu Park Tawangmangu, Anggun Nila Monica, di Karanganyar, Senin (29/6/2020).

BACA JUGA : Pantau Penyaluran Bantuan, Bupati Sukoharjo Ingatkan Soal Data

Menurut dia, masyarakat mungkin sudah bosan di rumah saja selama pandemi, sehingga mereka mulai mencari suasana baru, dengan mendatangi ke objek-objek wisata yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, seperti ke Tawangmangu, yang banyak menawarkan lokasi wisata alam pegunungan.

Diktambahkannya, kebanyakan pengunjung datang dari Solo Raya seperti Solo, Klaten, Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, dan sedikit dari Yogyakarta serta Jatim.

”Jumlah pengunjung di The Lawu Park pada Sabtu (27/6/2020) sebanyak 500 wisatawan, dan Minggu (28/6/2020) meningkat mencapai 1.100 wisatawan. Sebelumnya, pengunjung pada hari Senin hingga Jumat, rata-rata hanya sekitar 150 hingga 300 wisatawan,” imbuh Anggun.

Diungkapkan juga, The Lawu Park wisata alam dengan kesejukan udara pegunungan menawarkan sekitar 18 wahana. Namun pengelola tempat wisata ini tetap mengikuti anjuran pemerintah, dengan penerapan protokol kesehatan, seperti pengunjung harus mengenakan masker, dan selalu menjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan dan sabun.

Bahkan semua pengunjung sebelum masuk ke arena taman harus melalui petugas pemeriksaan suhu badan. Pengunjung juga dibatasi sekitar 500 orang dari jumlah kapasitas di arena The Lawu Park sekitar 1.500 orang.

Ekonomi Bergairah
”Kami membatasi pengunjung dengan sistem buka tutup. Jika pengunjung sudah sekitar 500 orang, pintu masuk ditutup. Dan harus menunggu jika ada wisatawan yang keluar dari arena taman, sehingga jumlah dibatasi hanya 500 orang saja,” tutur Anggun.

Dia juga menjelaskan, dengan meningkatnya jumlah pengunjung di objek wisata Tawangmangu ini, tentunya akan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat, terutama para pedagang yang juga ikut mengais rezeki.

Anggun menyebutkan, yang banyak digemari para pengunjung di The Lawu Park Tawangmangu antara lain wahana Snow park atau taman salju. Karena di wahana itu, ada hujan salju buatan, sehingga sangat menarik untuk swafoto bagi wisatawan lokal.

”Pengunjung bisa menikmati suasana hujan salju seperti di Negara Korea Selatan. Mereka riang gembira bersama keluarga, meski dengan tetap menerapkan normal baru,” sebut Anggun.

Menyinggung soal jika ada pengunjung yang tidak mengenakan masker, pihak pengelola sudah menyiapkan masker untuk diberikan secara gratis.

Jalur Pendakian
The Lawu Park selain taman salju juga menyuguhkan wahana lain seperti taman kelinci, taman domba, tempat bermain, jembatan jalatunda, hutan anggrek, swafoto deck, spot swafoto tematik, lokasi kamping, resto dan cafe. Lawu Park juga menawarkan wahana outbond flying fox, jaring laba-laba, trail adventure dan Jeep adventure dengan menikmati pemandangan pegunungan dengan udara yang sejuk.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Karanganyar, juga mulai membuka jalur pendakian, melalui Cemoro Kandang yang merupakan jalur utama menuju puncak Gunung Lawu, yang terletak di perbatasan Jateng dan Jatim itu.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto, jalur pendakian ke puncak Gunung Lawu sebelumnya ditutup selama tiga bulan akibat pandemi covid-19. Kini jalur pendakian itu mulai dibuka sejak Senin (22/6/2020) lalu.

Dikatakan Titis, wisatawan khususnya pencita alam dapat kembali menikmati Gunung Lawu via Cemoro Kandang, dan Candi Cetho. Namun dibukanya jalur pendakian ini masih bersifat terbatas, hanya khusus warga Jateng dan Yogyakarta saja. Pihaknya belum mengizinkan warga dari luar Jateng dan Yogyakarta ke Lawu.

Ant-Riyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here