Bagikan
Timnas Kroasia/dok

MOSKWA – Kroasia berambisi menjadi juara dunia baru. Vatreni akan berebut Piala Dunia 2018 dalam final melawan Prancis di Stadion Luzhniki, Moskwa, Minggu (15/7). Ini merupakan partai puncak pertama buat wakil Eropa Timur itu. Bagi Prancis, ini merupakan final ketiga. Yang pertama pada 1998 dan langsung juara dengan menaklukkan pemegang gelar Brasil. Delapan tahun kemudian di Jerman, Les Bleus menembus fase terakhir sebelum kalah adu penalti dari Italia.

Kroasia tampil perdana di Piala Dunia pada 1998. Vatreni lantas selalu lolos ke putaran final kecuali di Afrika Selatan (2010).

Hingga kini baru Brasil (lima kali kampiun), Jerman (4), Italia (4), Argentina (2), Uruguay (2), Inggris (1), Prancis (1), dan Spanyol (1) yang pernah mengangkat trofi World Cup. Kalau Kroasia berjaya di Rusia, mereka akan menjadi negara kesembilan. Kalau mengacu pada siklus juara baru 20 tahunan, Vatreni bisa diliputi keberuntungan. Pada 1958, Brasil keluar sebagai jawara anyar. Dua puluh tahun kemudian diikuti Argentina. Lalu Prancis menjadi kampiun baru pada 1998.

Kroasia juga didukung mitos di mana tim yang mampu menghentikan tuan rumah Piala Dunia bakal menjadi pemenang. Luka Modric dan kawan-kawan menaklukkan Rusia melalui adu tendangan penalti pada perempat final. Empat tahun silam, tuan rumah Brasil dibantai Jerman 1-7 pada semifinal. Di pengujung turnamen Der Panzer menjadi juara dengan menundukkan Argentina 1-0 lewat perpanjangan waktu.

Kejadian serupa terjadi di Piala Dunia Jerman 2006. Italia mendepak pasukan tuan rumah pada semifinal, Gli Azzurri kemudian menjungkalkan Prancis lewat adu penalti pada pertandingan pamungkas. Brasil pernah tiga kali menggusur tim tuan rumah, dan Selecao keluar sebagai jawara. Pertama pada 1958 di Swedia. Di final mereka memukul skuad tuan rumah 5-2.

Berikutnya di Piala Dunia 1962 di Cile. Brasil menyingkirkan tuan rumah pada semifinal, lalu finis sebagai juara dengan mengatasi Cekoslovakia 3-1. Terakhir di Piala Dunia AS 1994. Selecao menundukkan pasukan Paman Sam pada babak 16 besar, dan di akhir turnamen Carlos Dunga dan kawan-kawan sukses mengangkat Piala Dunia.

Kendati begitu, mitos tersebut tak selalu manjur khususnya buat Jerman. Tim Panser tiga kali mengalahkan skuad rumah dan masuk final, tapi cuma jadi runner-up. Pada 1982, Die Mannschaft mengatasi tuan rumah Spanyol pada putaran kedua. Sayang, mereka kalah dari Italia di final. Disusul pada 1986, mereka menghentikan tuan rumah Meksiko pada perempat final, tapi ditaklukkan Argentina 2-3 di final. Terakhir pada Piala Dunia 2002. Jerman menghentikan sensasi Korea Selatan di semifinal, tapi menyerah 0-2 dari Brasil di final. Dari 20 kali World Cup, baru delapan negara yang pernah memenanginya. (rr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here