<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pratama Arhan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pratama-arhan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Nov 2025 06:09:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Pratama Arhan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cancel Culture dan Azizah Salsha: Ketika Penghakiman Digital Mengalahkan Akal Sehat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/14/cancel-culture-dan-azizah-salsha-ketika-penghakiman-digital-mengalahkan-akal-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 06:09:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Azizah Salsha]]></category>
		<category><![CDATA[Cancel Culture]]></category>
		<category><![CDATA[influenser]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=507154</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Agung Mumpuni SETELAH resmi bercerai dari pesepakbola Pratama Arhan, nama Azizah Salsha kembali menjadi pusat perhatian publik. Namun kali ini bukan karena kisah asmaranya, melainkan karena gelombang cancel culture yang menerjang dirinya sejak akhir September 2025. Putri politikus Andre Rosiade itu menjadi sasaran kemarahan warganet setelah muncul rumor kedekatannya dengan seorang pengusaha muda sebelum [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/14/cancel-culture-dan-azizah-salsha-ketika-penghakiman-digital-mengalahkan-akal-sehat">Cancel Culture dan Azizah Salsha: Ketika Penghakiman Digital Mengalahkan Akal Sehat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-473409 alignright" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/unik.jpeg" alt="" width="327" height="448" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/unik.jpeg 327w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/unik-292x400.jpeg 292w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/unik-109x150.jpeg 109w" sizes="(max-width: 327px) 100vw, 327px" />Oleh <strong><em>Agung Mumpuni</em></strong></p>
<p><strong>SETELAH</strong> resmi bercerai dari pesepakbola Pratama Arhan, nama Azizah Salsha kembali menjadi pusat perhatian publik. Namun kali ini bukan karena kisah asmaranya, melainkan karena gelombang <em>cancel culture</em> yang menerjang dirinya sejak akhir September 2025.</p>
<p>Putri politikus Andre Rosiade itu menjadi sasaran kemarahan warganet setelah muncul rumor kedekatannya dengan seorang pengusaha muda sebelum masa iddah selesai. Meski perceraian dengan Arhan berlangsung baik-baik, perhatian publik terhadap kehidupan pribadi Azizah justru berubah menjadi tekanan sosial yang berlebihan.</p>
<p>Dalam waktu singkat, ruang digital dipenuhi komentar pedas yang mempertanyakan akhlak, niat, bahkan masa depan Azizah. Banyak netizen menuding dirinya bersikap tidak pantas, seolah-olah rumah tangga yang gagal dan gosip yang belum tentu benar sudah cukup untuk membenarkan penghakiman massal. Dari kolom komentar hingga konten kreator, semua seakan berlomba memberi cap: diboikot, dijauhi, dan “dibatalkan.”</p>
<p>Puncak reaksi publik itu tampak ketika brand olahraga <em>Erspo</em> dikritik keras karena menggandeng Azizah sebagai salah satu model dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Arus protes membuat <em>Erspo</em> akhirnya mengeluarkan permintaan maaf terbuka melalui Instagram. Mereka menyebut insiden ini sebagai pembelajaran untuk lebih selektif memilih <em>talent</em> dan mengakui perlunya evaluasi internal setelah host live mereka memberikan respons tidak pantas.</p>
<p>Kejadian ini memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh cancel culture dalam memengaruhi keputusan bisnis dan menggambarkan bagaimana opini publik dapat menggeser arah sebuah brand dalam sekejap.</p>
<p>Sementara itu, Andre Rosiade tak tinggal diam melihat putrinya dihujani hujatan. Dalam wawancara bersama dr. Richard Lee, Andre menyampaikan kekesalannya terhadap perilaku warganet yang menurutnya melampaui batas. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Arhan tetap baik meski mereka tidak lagi terikat sebagai keluarga. “Kita hubungan baik-baik saja. Setelah pisah, Arhan beberapa kali menghubungi saya, masih telepon saya, <em>nggak</em> ada masalah,” ungkapnya.</p>
<p>Namun yang membuatnya heran adalah sikap publik yang terus menyerang Azizah tanpa henti, padahal, menurutnya, putrinya tidak melakukan kesalahan fatal yang merugikan masyarakat. “Kan dia <em>nggak bikin</em> salah sama publik. Anak ini kenapa harus diserang habis-habisan?” lanjutnya. Andre juga menjelaskan bahwa Azizah bukan tipe yang gemar membela diri secara berlebihan. Ia memilih menenangkan diri, menjauhi sensasi, menekuni olahraga padel, dan menolak tampil di podcast atau konferensi pers yang berpotensi memperkeruh keadaan. “Kita hidup normal saja,” tegas Andre, berharap Azizah dan Arhan dapat melanjutkan hidup masing-masing dengan damai.</p>
<p><strong>Fenomena Global</strong></p>
<p>Fenomena <em>cancel culture</em> yang menimpa Azizah bukan peristiwa tunggal di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai figur publik terseret arus pembatalan massal ini: Virgoun yang terpuruk akibat isu perselingkuhan; Saipul Jamil yang diboikot setelah kasus pelecehan seksual; Reza Arap dan Arawinda Kirana yang dihantam isu serupa; hingga influenser dan selebritas seperti Ayu Ting Ting, Rafael Tan, Raffi Ahmad, dan Aurel Hermansyah yang terseret isu politik.</p>
<p>Bahkan industri film seperti Penyalin Cahaya pun pernah terdampak ketika salah satu kru terseret dugaan kasus kekerasan seksual hingga akhirnya namanya dihapus dari kredit film.</p>
<p>Fenomena ini juga terjadi secara global. Johnny Depp sempat kehilangan perannya di seri <em>Fantastic Beasts</em> akibat tekanan publik, meski kemudian putusan pengadilan memberikan gambaran berbeda mengenai kasusnya.</p>
<p>Media sosial berperan besar mempercepat dan memperluas dampak cancel culture. Dahulu, penghakiman sosial terjadi dalam lingkup terbatas. Kini, jutaan pengguna dapat bersuara dalam waktu bersamaan, menciptakan tekanan masif yang kerap tidak memberi ruang bagi klarifikasi atau pemulihan. Cancel culture menjadi pedang bermata dua: dapat menjadi mekanisme kontrol sosial, tetapi juga mudah berubah menjadi perundungan massal yang tidak proporsional.</p>
<p>Fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori komunikasi dan psikologi sosial. Cancel culture berakar dari konsep <em>moral outrage</em>, yaitu kemarahan publik terhadap perilaku yang dianggap melanggar norma. Di era digital, moral outrage dipercepat oleh algoritma yang mengutamakan konten emosional. Teori <em>Social Contagion</em> (Damon Centola, 2018) menggambarkan bagaimana perilaku dan emosi dapat menular secara kolektif melalui ruang digital. Satu rumor cukup untuk memicu reaksi berantai.</p>
<p>Dari sisi psikologis, terdapat beberapa mekanisme yang membuat publik mudah menghakimi: Deindividuasi: identitas pribadi larut dalam kerumunan digital sehingga orang lebih berani menyerang; <em>Confirmation bias</em>: pengguna hanya mempercayai informasi yang mendukung prasangka awalnya; <em>Online Disinhibition Effect</em> (Suler, 2004): anonimitas membuat orang berkata kasar tanpa memikirkan dampaknya di dunia nyata.</p>
<p>Efek-efek ini menciptakan ruang digital yang semakin sulit ditembus oleh klarifikasi, logika, atau rasa iba. Dampaknya terhadap korban pun tidak sepele. Penelitian University of Pennsylvania (2021) menunjukkan bahwa korban <em>cancel culture</em> mengalami peningkatan risiko kecemasan sosial, stres kronis, isolasi, penurunan <em>self-esteem</em>, hingga gejala depresif akibat tekanan publik yang berulang.</p>
<p>Dalam kasus Azizah Salsha, komentar publik sering kali menyinggung rupa, moralitas, hingga keluarga—meninggalkan luka psikologis yang tidak kasatmata, tetapi nyata. Pada akhirnya, kasus Azizah Salsha mengundang pertanyaan yang lebih mendasar: apakah wajar seorang perempuan muda yang baru melewati perceraian harus menanggung penghakiman sebesar ini? Apakah <em>cancel culture</em> benar-benar memperbaiki moral publik atau justru mencerminkan betapa mudahnya masyarakat jatuh pada perilaku <em>mob justice</em>?</p>
<p><em>Cancel culture</em> seharusnya menjadi bahan refleksi, bukan sekadar tontonan. Fenomena ini mungkin tidak akan hilang, tetapi kita sebagai masyarakat digital dapat memilih untuk lebih kritis, lebih berhati-hati, dan lebih manusiawi dalam merespons sebuah isu. Sebab peradaban tidak diukur dari seberapa keras kita menghukum, tetapi dari seberapa bijak kita memahami.</p>
<p><strong><em>Agung Mumpuni, Kreator Konten, Founder Unlimited Talks Indonesia</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/14/cancel-culture-dan-azizah-salsha-ketika-penghakiman-digital-mengalahkan-akal-sehat">Cancel Culture dan Azizah Salsha: Ketika Penghakiman Digital Mengalahkan Akal Sehat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mampukah Pratama Arhan Menembus Skema Patrick Kluivert?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/15/mampukah-pratama-arhan-menembus-skema-patrick-kluivert</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2025 10:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahrain]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinan]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick Kluivert]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=465361</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia langka/ tak sembarang pemain berkemampuan sepertinya/ ketika satu posisi diperebutkan/ mampukah dia mendapatkannya?// (Sajak “Pratama Arhan”, 2025) SIAPA saja pemain “asli” yang berpeluang mendapat tempat dalam skema pelatih nasional, di tengah arus deras pemain diaspora yang mendapat status kewarganegaraan? Ketika kita bicara hak dan formalitas administrasi, maka takkan lagi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/15/mampukah-pratama-arhan-menembus-skema-patrick-kluivert">Mampukah Pratama Arhan Menembus Skema Patrick Kluivert?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-465365 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// dia langka/ tak sembarang pemain berkemampuan sepertinya/ ketika satu posisi diperebutkan/ mampukah dia mendapatkannya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Pratama Arhan”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SIAPA</strong> saja pemain “asli” yang berpeluang mendapat tempat dalam skema pelatih nasional, di tengah arus deras pemain diaspora yang mendapat status kewarganegaraan?</p>
<p>Ketika kita bicara hak dan formalitas administrasi, maka takkan lagi terbedakan antara mereka yang benar-benar “lokal” dan yang dinaturalisasi. Realitas yang terbentang adalah, terkadang secara alamiah kita menghitung: posisi mana saja yang masih tersisa untuk para pemain “asli”. Mayoritas posisi, sudah bisa diperkirakan bakal dihuni oleh para pemain “abroad”.</p>
<p>Realitas lain mengatakan, klasifikasi “abroad” tidak harus mereka yang berstatus mendapat kewarganegaraan dari proses naturalisasi. Sejumlah pemain berklasifikasi “abroad” karena bermain di klub-klub luar negeri.</p>
<p>Asnawi Mangkualam misalnya, yang kali ini tidak masuk dalam daftar pemain panggilan untuk laga terdekat timnas, bermain untuk Port FC di Liga Thailand. Sama dengan Pratama Arhan yang dikontrak Bangkok United, juga Ronaldo Joybera Kwateh yang bergabung dengan Mungtong United. Lalu Marselino Ferdinan bersama Oxford United di Liga Primer.</p>
<p>Jika mengacu pada syarat pelatih Patrick Kluivert bahwa dia hanya memanggil mereka yang bermain reguler di klubnya, maka seharusnya Asnawi punya cukup kesempatan. Nyatanya, Arhan dipanggil, sedangkan Asnawi tidak.</p>
<p>Semua pemain diaspora juga harus menaklukkan persyaratan itu, walaupun ternyata Nathan Tjoe A-On yang tidak mendapat cukup menit bermain di Swansea City, tetap tedaftar. Ya, bukankah ada sejumlah pemain berstatus timnas yang tidak mendapat kesempatan rutin bermain di klub mereka di sejumlah liga di Eropa?</p>
<p><strong>Pratama Arhan</strong><br />
Melihat kondisi ini, menarik untuk melihat seperti apa peluang pemain seperti Pratama Alif Arhan yang semasa kepemimpinan <em>coach</em> Shin Tae-yong selalu dipanggil dan mendapat tempat di posisi bek kiri. Padahal saat itu, pemain asal Blora tersebut minim menit bermain di klub lamanya, Tokyo Verdy dan Suwon FC.</p>
<p>Bek kiri menghadirkan persaingan paling ketat. Untungnya, Arhan kini mendapat kesempatan bermain yang cukup di Bangkok United. Kemampuannya yang langka, lemparan ke dalam mematikan, beberapa kali dijadikan senjata oleh Bangkok United.</p>
<p>Boleh dikata dia bangkit dan menemukan kembali sentuhannya setelah tidak mendapat kesempatan unjuk kemampuan di Tokyo Verdy dan Suwon FC. Konfidensinya pulih, dengan kepercayaan yang diberikan oleh <em>coach</em> Tawan Sripan.</p>
<p>Sudah sembilan laga dilalui di semua ajang. Enam kali di Thai League 1, sekali di Piala FA, dan dua kali di Champions League Two. Dari sembilan laga itu, enam di antaranya dimenangkan oleh Bangkok United. Arhan menyumbang satu <em>assist</em>. Dua lemparan “mautnya” mengawali gol Bangkok United.</p>
<p>Kebangkitan Arhan dari kondisi “tidak dipakai” di Liga Jepang dan Liga Korea, tentu patut diapresiasi. Ini menunjukkan mentalitas yang luar biasa. Dia berkibar dari keterpurukan.</p>
<p><strong>Persaingan Ketat</strong><br />
Kini dia harus menghadapi persaingan ketat untuk mendapat tempat dalam skema skuad Klivert. Terdekat, menghadapi tuan rumah Australia pada 20 Maret nanti, dan melawan Bahrain di Jakarta pada 25 Maret.</p>
<p>Sejumlah nama lain harus berjuang mendapat posisi inti. Yakni Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, juga kemungkinan Dean James. Dia baru saja mendapat kewarnagegaraan Indonesia.</p>
<p>Dengan performa Arhan saat ini, rasanya tak beralasan apabila Kluivert tidak mempertimnbangkan untuk menghadapi Australia dan Bahrain pada 25 Maret.</p>
<p>Apakah dia menjadi <em>starter</em> atau cadangan, antara lain diputuskan dari kondisi kebugaran terakhir. Pelatih yang akan mempertimbangkan. Kluivert tentu akan memastikan secara objektif, tidak banyak pemain dengan kemampuan lemparan ke dalam sekualitas Arhan.</p>
<p>Dari sisi menit bermain, tampaknya Calvin Verdonk yang menjadi pesaing utama. Sedangkan Shayne Pattinama dan Nathan Tjoe A-On jarang mendapat kesempatan bermain di klubnya.</p>
<p>Dalam hal kebugaran, tampaknya Arhan mampu bersaing. Dia adalah tipikal pemain yang kuat dalam bertahan dan eksplosif kala membantu serangan. Kelebihan tersebut menjadi salah satu modal bagi eks PSIS itu untuk meraih kepercayaan Patrick Kluivert.</p>
<p>&#8212; A<strong>mir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/15/mampukah-pratama-arhan-menembus-skema-patrick-kluivert">Mampukah Pratama Arhan Menembus Skema Patrick Kluivert?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatih Baru Timnas dan Bayang-bayang Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/09/pelatih-baru-timnas-dan-bayang-bayang-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 00:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Calvin Verdonk]]></category>
		<category><![CDATA[Kevin Dicks]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick Kluivert]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=455442</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS DI manakah titik risiko pertaruhan PSSI, ketika memutuskan memberhentikan Shin Tae-yong dan menggantikannya dengan pelatih baru tim nasional, Patrick Kluivert? Titik itu akan mudah terlihat, seperti apa nantinya performa timnas dalam empat sisa laga Grup C Pra-Piala Dunia. Berikutnya, bagaimana prospek Indonesia di peringkat FIFA. Risiko itu bakal terjawab: apakah capaian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/pelatih-baru-timnas-dan-bayang-bayang-shin-tae-yong">Pelatih Baru Timnas dan Bayang-bayang Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-455448 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />DI</strong> manakah titik risiko pertaruhan PSSI, ketika memutuskan memberhentikan Shin Tae-yong dan menggantikannya dengan pelatih baru tim nasional, Patrick Kluivert?</p>
<p>Titik itu akan mudah terlihat, seperti apa nantinya performa timnas dalam empat sisa laga Grup C Pra-Piala Dunia. Berikutnya, bagaimana prospek Indonesia di peringkat FIFA.</p>
<p>Risiko itu bakal terjawab: apakah capaian STY bisa dipertahankan, bahkan diperbarui, atau malah merosot ke kondisi sebaliknya.</p>
<p>Keputusan PSSI untuk menyudahi kontrak STY tentu telah matang dipertimbangkan. Walaupun dengan narasi yang tidak verbal, alasan pemecatan telah disampaikan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, 6 Januari lalu.</p>
<p>Intinya, ada evaluasi menyeluruh tentang kepemimpinan, komunikasi, dan isu strategi. Masalah itulah yang ingin diperbaiki dengan keputusan mendatangkan pelatih baru.</p>
<p>Artinya, Ketua Umum PSSI telah mengambil sikap, apa pun risikonya. Pada sisi lain, kita melihatnya sebagai spekulasi, yang bisa disimak dari pembandingan kompetensi di antara kedua pelatih, antara yang pergi dan yang datang.</p>
<p>Rekam jejak sang pengganti mudah ditelusur oleh netizen, termasuk di wilayah personal. Ada jejak digital yang memaparkan keterbelitan Kluivert dengan kasus-kasus tertentu. Lalu dalam wilayah sepak bola, bisa disimak jejak reputasi di empat kesempatan menjadi pelatih, baik di level klub maupun timnas.</p>
<p>Aroma spekulasi akan selalu muncul dalam pergantian pelatih di mana pun, baik tim nasional maupun klub. Ya, siapa yang bisa menjamin pelatih baru pasti mampu memperbaiki keadaan dan performa? Respons positif dan pesimistis merupakan faktor alamiah yang mengikuti.</p>
<p>Kalkulasi inilah yang diperhitungkan sebagai faktor risiko untuk memilih: mengganti sebagai respons sikap, atau membiarkan keadaan; karena akan sama-sama memuat kemungkinan atau efek.</p>
<p><strong>Gambaran Target</strong><br />
Publik yang terbelah antara mendukung dan menyayangkan keputusan PSSI akan menunggu gambaran target, karena pada 2025 ini timnas dihadapkan pada kesibukan untuk sejumlah event.</p>
<p>Ada dua gambatan besar. Pertama, yang menjadi fokus utama adalah perjuangan di sisa empat pertandingan Grup C babak ketiga Pra-Piala Dunia.</p>
<p>Jay Idzes dkk berada di peringkat ketiga, di bawah Jepang dan Australia; di atas Bahrain, Arab Saudi, dan Cina. Posisi itu memberi harapan bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026 sebagai <em>runner up</em> grup. Setidak-tidaknya lolos ke putaran keempat apabila menempati ranking ketiga atau keempat.</p>
<p>Sampai ke babak ketiga kualifikasi Zona Asia merupakan &#8220;karya&#8221; Shin Tae-yong. Maka Patrick Kluivert bertugas mengamankan posisi tersebut sebagai pembuktian untuk memenuhi target PSSI.</p>
<p>Akan tergantung bagaimana dia memaksimalkan potensi tim untuk meracik taktik menghadapi sisa empat laga tersebut.</p>
<p>Kedua, mempertahankan capaian peringkat FIFA. Dari posisi 174 menjadi 124 selama lima tahun menjadi salah satu prestasi menonjol STY. Inilah yang bakal membayangi pekerjaan pelatih baru nanti, karena diukur dari hasil setiap laga timnas, termasuk <em>FIFA matchday</em>.</p>
<p><strong>Gaya dan Sayap</strong><br />
Gaya bermain timnas, walaupun diperkirakan tetap memobilisasi para pemain diaspora, diperkirakan berubah dari gaya pada era STY.</p>
<p>Kluivert punya filosofi dan skema sendiri, yang pasti tidak sama dengan pendekatan taktik STY.</p>
<p>Saya melihat, yang menonjol selama lima tahun ini, STY menekankan penguatan fisik dan disiplin kerancakan dalam transisi bermain, dari menyerang ke bertahan, dan sebaliknya.</p>
<p>STY menyukai para pemain memanfaatkan lebar lapangan dengan menyisir sayap, dimulai dari penggawa barisan belakang. Bagaimana dia memaksimalkan Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Calvin Verdonk, Shayne Pattinama, Kevin Dicks, atau Yacob Sayuri menjadi gambaran taktik STY dalam mengeksploitasi sayap. Aksen gaya juga tampak dari bola-bola cut back dari pergerakan Witan Sulaeman, yang diantisipasi oleh rekannya.</p>
<p>Ya, kita akan melihat seperti apa nanti gaya bermain yang dituangkan oleh pelatih baru.</p>
<p>Yang jelas, dengan arus kuat &#8220;kawalan&#8221; publik yang masih &#8220;menyayangkan&#8221; pemberhentian STY &#8212; apa pun alasan yang sudah disampaikan PSSI, &#8212; Patrick Kluivert akan bekerja di bawah bayang-bayang pendahulunya.</p>
<p>Dan, ini merupakan risiko suksesi yang tak mungkin terhindarkan.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/pelatih-baru-timnas-dan-bayang-bayang-shin-tae-yong">Pelatih Baru Timnas dan Bayang-bayang Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 01:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Hangestri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=396099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS KOLABORASI produk media mainstream dan media sosial sangat terasa dalam sajian berita-berita politik media kita, khususnya menjelang perhelatan Pemihan Umum, hari-hari ini. Terjadi saling “pungut konten” secara masif. Viralitas seakan-akan menjadi “ideologi” yang dianut dengan standar masing-masing. Berlangsung percampuran antara akuntabilitas dan kewajiban verifikasi dalam produk jurnalistik media, dengan konstruksi instan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu">“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-396102 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />KOLABORASI</strong> produk media <em>mainstream</em> dan media sosial sangat terasa dalam sajian berita-berita politik media kita, khususnya menjelang perhelatan Pemihan Umum, hari-hari ini.</p>
<p>Terjadi saling “pungut konten” secara masif. Viralitas seakan-akan menjadi “ideologi” yang dianut dengan standar masing-masing. Berlangsung percampuran antara akuntabilitas dan kewajiban verifikasi dalam produk jurnalistik media, dengan konstruksi instan isu yang penuh sensasi, sebagai produk berbagai <em>platform</em> media sosial.</p>
<p>Menjelang “hari H” Pemilihan Umum 2024, 14 Februari nanti, “ideologi” itu bagai menemukan titik penyuburan lewat viralitas unggahan-unggahan berita dari fakta dan <em>setting</em>-an isu, dengan <em>framing</em> dari sudut pandang aneka kepentingan.</p>
<p>Berseliweran begitu banyak unggahan isu. Mulai dari pemberitaan mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi tentang syarat batas minimal usia calon presiden/wakil presiden dan pengalaman menjadi kepala daerah; lalu perguliran masalah terkini tentang aturan apakah Presiden boleh berkampanye untuk pasangan calon tertentu atau tidak.</p>
<p>Pernyataan-pernyataan, kecenderungan sikap, dan “penampakan” aneka karakter manusia juga tereksploitasi sebagai warna dominan konten media dan medsos. Istilah gemoy, diksi “samsul”, narasi “omon-omon”, “ndasmu etik”, SGIE,<em> greenflation</em>, atau gestur membungkuk-bungkuk “mencari-cari jawaban” dalam forum debat calon wakil presiden, ungkapan “pertanyaan recehan”, menjadi <em>pointers</em> yang viral. Termasuk dugaan-dugaan adanya “sang pembisik” di arena debat, dan seterusnya.</p>
<p>Pengapungan isu-isu tersebut mengetengahkan nuansa pemberitaan yang tentu bercita rasa sangat konfliktif, yang di-<em>follow up</em>-i oleh banyak <em>talk show, podcast</em>, konferensi pers, atau statemen respons personal melalui youtube. Menariknya, <em>taste</em> konflik itu terkemas oleh media <em>mainstream</em> sebagai semacam “conflict-tainment”, konflik yang dijadikan hiburan.</p>
<p>Efeknya, tumbuh masif konten-konten saling ofensif dan saling defensif yang “menghibur”, walaupun bernada pahit. Tercipta panggung yang lucu-lucu, meskipun terasa menyakitkan.</p>
<p>Viralitas menghadirkan respons sikap publik, berupa sentimen negatif hingga sentimen positif netizens yang dikelola dan dikuantifikasi oleh lembaga-lembaga analisis seperti Drone Emprit. Efek selanjutnya, tingkat elektabilitas pasangan calon presiden-calon wakil presiden juga terhubungkan oleh analisis lembaga-lembaga survei.</p>
<p><strong>Model Muhammad Ali</strong><br />
Model-model pemberitaan yang menjadi tren di ranah politik itu menyerupai tren kemasan jurnalistik di dunia olahraga yang sudah berlangsung sejak 20 tahunan lalu. Bahkan jauh sebelum era internet dan berkembang aneka <em>platform</em> media, pada dasawarsa 1970-an, legenda tinju kelas berat Muhammad Ali dengan kecerdasan “marketing”-nya telah menemukan ceruk publisitas.</p>
<p>Dia mengusung cara memasarkan diri untuk menaklukkan daya tarik media lewat karakter personalnya yang “bla-bla-bla”, dan tak jarang menampilkan ide menarik di luar bingkai olahraga. Model publikasi Ali, yang dijuluki Si Mulut Besar dan mengklaim diri sebagai The Greatest, muncul ketika budaya pop belum mencengkeram keseharian hidup manusia.</p>
<p>Di era <em>new media</em>, makin sulit menemukan media yang menyajikan berita-berita olahraga dari perspektif murni edukasi pembinaan. Yang kini dominan adalah memperlakukan atlet atau para pelaku olahraga sebagai selebritas yang menjadi elemen budaya pop. Maka dinamika “atlet sebagai manusia pesohor” dengan gaya hidup, temperamen, dan sisi positif maupun sisi gelap kesehariannya lebih mendapat tempat.</p>
<p>Konflik-konflik antarpesohor menjadi konten yang justru memenuhi pragmatisme naluri hasrat dalam budaya pop. Dan, itu sudah dilakukan Muhammad Ali secara personal pada era kejayaannya. Ali, secara sadar, menggali ceruk performa dan mengetengahkan bahwa dia memiliki “faktor pembeda”.</p>
<p>Dari dunia olahraga, gaya “conflict-tainment” itu menghadirkan persoalan-persoalan manusia dan efek kepesohoran ketimbang wacana-wacana tentang teknis pembinaan. Maka kita makin banyak disodori berita-berita tampilan gaya hidup Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, karakteristik Jose Mourinho, atau di level nasional tersuguhi penampilan pebola voli Megawati Hangestri Pratiwi di Liga Voli Korea Selatan. Juga kisah-kisah di dalam maupun di luar lapangan Asnawi Mangkualam di K-League 2, Pratama Arhan di J-2 League, dan banyak atlet lain yang dikemas dengan semangat menggiring viralitas.</p>
<p><strong>Budaya Pop dan Berita Pemilu</strong><br />
Budaya pop menghasilkan “konsensus informal” secara universal dalam “budaya hasrat”, yang disadari atau tidak disadari menjauhkan nilai-nilai dan mengusung perilaku baru. Derry Mayendra (2011), ahli pemasaran digital Universitas Gunadarma menyebut, budaya pop lebih banyak berfokus pada emosi dan pemuasannya daripada intelek. Yang menjadi tujuan hidup adalah, “berenang-senang dan menikmati hidup” sebagai “budaya hasrat”.</p>
<p>Relativisme, pragmatisme, konsumerisme, hedonisme, popularisme, sekularisme, dan isme-isme yang lain, banyak menyeret media masuk ke pusaran model sajian yang terkadang dangkal dan terasa jauh dari nilai-nilai intelektualisme.</p>
<p>Apa yang kita akses dari berbagai <em>platform</em> media, baik yang <em>mainstream</em> maupun medsos, sesungguhnya adalah gambaran tentang produk viralitas yang berpusar dari budaya pop. Pengaruh algoritma google dalam ikhtiar menangguk pendapatan <em>google adsense</em> sangat berperan dalam model-model sajian media.</p>
<p>Lalu dari mana audiens memetik nilai edukasi dari gaya pemberitaan semacam itu?</p>
<p>Di ranah pemberitaan pemilihan umum, misalnya, adakah fungsi pendidikan politik yang bisa kita dapatkan?</p>
<p>Pada sepanjang hari-hari menuju pelaksanaan pemilu, kita banyak mengolah petuah tentang etika, moralitas, adab, dan konsistensi dalam berdemokrasi dan menyikapi aturan. Hal-hal dasar itu bisa melekat pada figur dan fakta-fakta yang kemudian diviralkan.</p>
<p>Apakah momentum edukasinya adalah ketika berkembang berbagai analisis dan diskusi di seputar persoalan-persoalan tersebut? Apakah publik mendapatkan pengayaan pengetahuan dari pro-kontra yang muncul dan berkembang? Apakah publik meraih pembelajaran batin dengan memaknai ungkapan-ungkapan hujatan, kebencian, dan ofensif pada satu sisi, dan sikap-sikap defensif pada sisi lain?</p>
<p>Dalam pemahaman dunia media sekarang, narasi bagus atau narasi buruk sejatinya sama-sama memuat konten edukatif. Tinggal bagaimana kita menyikapi. Publik seakan-akan dihadapkan pada kenyataan agar memilih jalan sendiri dengan mempertimbangkan narasi-narasi pemberitaan yang dia akses.</p>
<p>Budaya pop, pada sisi lain memberi paparan tentang pilihan sikap. Di luar “isme-isme” yang berkembang sebagai budaya hasrat yang berwajah pragmatis, tentulah masih ada ruang-ruang untuk mempertimbangkan. Bukankah ada pilihan dari yang tidak kita sukai, atau sebaliknya ada alternatif lain dari yang kita idolakan?</p>
<p><strong>Konflik yang Terkemas</strong><br />
Mempertentangkan konten viral dengan konten viral lainnya adalah contoh betapa banyak ruang untuk mempertimbangkan pilihan. Kita mungkin akan menjustifikasi mengalami kebingungan, ketika mencoba mencerna konflik sedemikian tajam yang diunggah oleh sejumlah media.</p>
<p>Sebegitu terbuka orang berdebat dan “berkelahi” dalam berbagai <em>talk show</em> dan wawancara media, tetapi sadarkah kita bahwa adu wacana dan “gebuk-gebukan” itu adalah konflik yang telah dikemas lewat perencanaan matang, sistematis, teragenda, dan terbingkai?</p>
<p>Pendewasaan pikiran yang seharusnya kita raih adalah bagaimana menentukan keputusan di tengah beragam tawaran, memastikan pilihan di tengah “konflik” yang disajikan oleh media-media, dalam kesadaran penuh &#8212; seminim apa pun &#8212; berkontribusi untuk masa depan bangsa yang lebih baik.</p>
<p>Bukankah model pemberitaan yang bergenre “conflict-tainment”, dalam kebanalannya, kita pahami mewadahi adu pikiran, adu gagasan, dan adu wacana dengan kemasan hiburan? Katakanlah, menghibur dalam kekonyolan, mengedukasi dengan mengadu kepentingan.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, dan dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fiskom UKSW</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu">“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggot]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Klok]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Irianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Saddil Ramdani]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;// (Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023) SAUDARA-SAUDARA, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia? Postingan Marselino [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-390918 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SAUDARA-SAUDARA</strong>, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia?</p>
<p>Postingan Marselino Ferdinand tentang Witan Sulaeman yang sedang &#8220;mencuri-curi&#8221; memasak mi instan di tengah pemusatan latihan tim nasional Piala Asia 2024 di Turki, suka atau tidak suka adalah pukulan menyedihkan bagi proyek disiplin Shin Tae-yong.</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu, sejak menangani timnas pada 2020, ketat menerapkan disiplin pola makan. Gorengan dan mi instan &#8212; camilan kultural masyarakat kita &#8212; distop keras. Para pemain dibiasakan dengan standar menu gizi sehat atlet.</p>
<p>Maka ketika fokus mental sedang terarah ke Qatar, 12 Januari s.d 10 Februari 2024, rasanya sikap &#8220;curi-curi&#8221; itu merupakan bentuk pelanggaran serius.</p>
<p>Sesederhana itukah para pemain memaknai transformasi profesionalitas yang ditegakkan <em>coach</em> STY?</p>
<p><strong>&#8220;Grup Gila&#8221;</strong><br />
Padahal, bukankah timnas menghadapi tantangan yang tidak tanggung-tanggung: &#8220;grup gila&#8221; Piala Asia?</p>
<p>Bagaimana tidak &#8220;gila&#8221;? Dua tim kelas atas Asia: Jepang sebagai kekuatan utama Asia Timur, dan Irak salah satu ikon Asia Barat, tergabung di satu grup.</p>
<p>Dua lainnya di Grup D adalah raksasa Asia Tenggara, Vietnam, dan Indonesia yang sedang memperjuangkan eksistensi di kawasan regionalnya.</p>
<p>Logikanya, dua tiket ke 16 besar terpatok untuk Jepang dan Irak. Vietnam dan Indonesia menunggu keberuntungan: siapa tahu satu dari dua tim unggulan itu terpeleset? Pembuktian siapa lebih baik, Garuda dan Golden Stars juga bakal menjadi warna sengit grup ini.</p>
<p>Rivalitas khusus Indonesia vs Vietnam melanjutkan perseteruan yang dipersubur oleh aneka pemicu. Walaupun memberi perlawanan sengit, sejak 2020 tim racikan <em>coach</em> Shin Tae-yong masih sulit membangun keunggulan atas Vietnam, baik ketika masih diarsiteki Park Hang-seo, maupun setelah dipegang Philippe Troussier.</p>
<p><strong>Realitas Vs Pembuktian</strong><br />
Sejak menangani timnas Indonesia, catatan kualitatif Shin Tae-yong terutama untuk medali emas SEA Games dan trofi Piala AFF, belum terpenuhi.</p>
<p>Pelatih yang membawa sensasi Korea Selatan menggulingkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, baru membenahi sisi kultural berupa karakter, kesiapan fisik, pola makan, dan konfidensi kenaikan peringkat dunia dari sejumlah FIFA <em>matchday</em>.</p>
<p>Dia mengukir catatan impresif: meloloskan tim U23 dan tim senior ke putaran final Piala Asia.</p>
<p>STY mentransformasikan karakter, namun belum medali dan gelar.</p>
<p>Sejumlah gelar formal malah dipersembahkan oleh pelatih lokal: Indra Syafri di SEA Games 2023, dan trofi Piala AFF U17 lewat Fakhri Husaini.</p>
<p>Di Piala Asia nanti, bicara trofi tentu bukan angan yang realistis, walaupun sepak bola bukan matematika. Yang paling patut adalah &#8220;berjuang lolos dari babak grup&#8221;, karena kenyataan lawan-lawan yang memang berada di level atas Asia.</p>
<p>Dari tiga calon lawan di Grup D, yang paling mungkin adalah memetik angka penuh dari Vietnam. Itu menjadi &#8220;target wajib&#8221;, meskipun STY punya rekor buruk melawan tim ini.</p>
<p>Menghadapi Irak dan Jepang,<em> coach</em> STY boleh saja berpikiran seperti ketika Korea mengalahkan Jerman di Rusia 2018, walaupun konstelasinya jelas berbeda. Bisa meraih poin, artinya mendapat satu angka adalah pilihan target paling wajar.</p>
<p><strong>Perbaikan-perbaikan</strong><br />
Perbaikan performa yang diharapkan bukannya tidak ada. Hanya, ketika produk perubahan itu dipertanyakan ketika kalah 1-5 dari Irak dan seri 1-1 melawan Filipina di ajang Pra-Piala Dunia, apa yang bisa diandalkan di Qatar nanti?</p>
<p>Dalam evaluasi sementara, &#8220;fasilitas mewah&#8221; STY dari program naturalisasi pemain baru dalam tahap membuncahkan gebyar, belum menghadirkan performa.</p>
<p>Pelatih Irak Jesus Casas yang mengalahkan Garuda 5-1 pun mengingatkan, keberlimpahan pemain naturalisasi itu seharusnya meningkatkan performa tim Indonesia sebagai kekuatan yang disegani.</p>
<p>Catatlah: Jordi Amat, Elkan Baggot, Marc Klok, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Sandy Walsh; mereka punya kapasitas untuk memperkuat pilar-pilar domestik seperti Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Marselino Ferdinand, Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Ramadan Sananta.</p>
<p>Jadi kurang apakah ketercukupan fasilitas materi pemain dari sisi ini?</p>
<p>Kalaupun akumulasi pemain cedera menjadi justifikasi celah tim ketika dikalahkan Irak 1-5, maka pasukan yang beraklimatisasi di Antalya, Turki sebelum menuju Qatar itu diharapkan menampilkan kekuatan yang berbeda.</p>
<p>Alur permainan pendek &#8211; cepat yang merupakan &#8220;core of power&#8221; sepak bola Indonesia, dalam racikan taktik <em>coach</em> STY, tentu kita harapkan bisa tuntas tertuang di Piala Asia nanti.</p>
<p>Janganlah sampai pada kesimpulan yang satiris, bahwa pelatih kelas dunia dari mana pun takkan ada yang mampu membawa timnas Indonesia keluar dari <em>barrier</em> klasik: masalah mental dan kulturalnya.</p>
<p>Tentu menyedihkan bukan, ketika ikhtiar profesional penegakan disiplin masih &#8220;disiasati&#8221; pemain dalam bentuk mendasar: mencuri-curi makan mi instan?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>65 Ribu Pendukung Timnas Irak Hadir di Stadion Saat Jumpa Indonesia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/16/65-ribu-pendukung-timnas-irak-hadir-di-stadion-saat-jumpa-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 06:10:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Internasional Basra]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=382594</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Anak-anak asuh pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, mendapatkan kesempatan untuk beradaptasi sekaligus mencoba rumput di Stadion Internasional Basra, Irak dalam latihan resmi yang berlangsung Rabu (15/11/2023). Di stadion itulah, Kamis (16/11/2023) malam, Timnas Indonesia akan berlaga melawan tim tuan rumah Irak, dalam putaran kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurut panitia lokal, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/16/65-ribu-pendukung-timnas-irak-hadir-di-stadion-saat-jumpa-indonesia">65 Ribu Pendukung Timnas Irak Hadir di Stadion Saat Jumpa Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Anak-anak asuh pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, mendapatkan kesempatan untuk beradaptasi sekaligus mencoba rumput di Stadion Internasional Basra, Irak dalam latihan resmi yang berlangsung Rabu (15/11/2023).</p>
<p>Di stadion itulah, Kamis (16/11/2023) malam, Timnas Indonesia akan berlaga melawan tim tuan rumah Irak, dalam putaran kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurut panitia lokal, tiket yang terjual sudah habis, dan stadion akan disesaki kurang lebih 65 ribu suporter Irak.</p>
<p>Seperti dilansir laman resmi PSSI, pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong mengatakan, pemainnya tak gentar menghadapi tekanan dari suporter tim lawan. Karena para pemainnya sudah siap mental.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/16/bersama-perangkat-desa-dan-warga-babinsa-bantu-pemugaran-rumah">Bersama Perangkat Desa dan Warga, Babinsa Bantu Pemugaran Rumah</a></strong></p>
<figure id="attachment_382602" aria-describedby="caption-attachment-382602" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-382602" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FAI06592-edit.jpg" alt="" width="681" height="465" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FAI06592-edit.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FAI06592-edit-400x273.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FAI06592-edit-150x102.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-382602" class="wp-caption-text">Tim pelatih Timnas Indonesia mengawasi para pemain yang sedang melakukan latihan ringan. Foto: pssi</figcaption></figure>
<p>Menurut dia, ini adalah laga tandang di kandang Irak. Hampir semua suporter sepak bola di Asia, memiliki antusiasme tinggi terhadap olahraga ini. Fans timnas Irak pun, dipastikan akan mendukung penuh tuan rumah.</p>
<p>&#8221;Namun saya juga telah meminta para pemain kami, untuk menikmati setiap momen pertandingan. Walau dukungan suporter tidak sebanyak yang diterima tuan rumah, tapi kami akan mengusahakan yang terbaik untuk menciptakan peluang. Selain itu, para pemain juga kami minta untuk lebih siap secara mental di laga ini,&#8221; kata dia.</p>
<p>Saat mencoba rumput dalam sesi latihan resmi, tim berlatih dalam suasana sejuk, namun cenderung dingin. Karena saat ini bumi Basra sedang diguyur rintik hujan. Para pemain pun terlihat tetap serius berlatih. Gerimis hujan tak menghalangi Asnawi Mangkualam dkk untuk berlatih.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/16/petugas-gabungan-gabungan-kota-semarang-tertibkan-aps-liar-langgar-aturan-kampanye-pemilu">Petugas Gabungan Kota Semarang Tertibkan APS Liar Langgar Aturan Kampanye Pemilu  </a></strong></p>
<p>&#8221;Kondisi rumput dan stadion cukup bagus. Kami berlatih fisik, taktikal. <em>Alhamdulillah</em>, latihan hari ini baik, lancar. Kami berharap bisa bermain dengan baik,&#8221; kata Pratama Arhan.</p>
<p>Dijadwalkan, laga Indonesia melawan Irak akan berlangsung Kamis (16/11/2023), pukul 17.45 waktu setempat, atau pukul 21.45 WIB, di Basra Internasional Stadium, Irak.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/16/65-ribu-pendukung-timnas-irak-hadir-di-stadion-saat-jumpa-indonesia">65 Ribu Pendukung Timnas Irak Hadir di Stadion Saat Jumpa Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STY, antara Trofi dan Level</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/16/sty-antara-trofi-dan-level</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 10:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Sakti]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Fakhri Husaini]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[INDRA SJAFRI]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[STADION MANAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.is]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=367677</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mereka datang silih pergi/ membawa cercah harapan/ atau membenamkannya ke petang kelam/ nantikan pula/ ada rekah cahaya/ menyemburat dari langit Manahan&#8230;// (Sajak &#8220;Generasi Emas&#8221;, 2023) DARI Stadion Manahan, angin harapan berembus kencang. Langit Kota Solo bagai membenderang memayungi semesta negeri, ketika gol demi gol ke gawang Taiwan dan Turkmenistan dibukukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/16/sty-antara-trofi-dan-level">STY, antara Trofi dan Level</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-367685 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mereka datang silih pergi/ membawa cercah harapan/ atau membenamkannya ke petang kelam/ nantikan pula/ ada rekah cahaya/ menyemburat dari langit Manahan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Generasi Emas&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>DARI</strong> Stadion Manahan, angin harapan berembus kencang. Langit Kota Solo bagai membenderang memayungi semesta negeri, ketika gol demi gol ke gawang Taiwan dan Turkmenistan dibukukan oleh Pratama Alif Arhan dkk.</p>
<p>Telah hadirkah generasi emas sepak bola kita?</p>
<p>Begitulah ketika anak-anak ajaib menyulap suntuk penantian menjadi gemuruh harapan. Bocah-bocah luar biasa yang mencahayai kegelapan, yang sejauh ini lebih memurungkan lorong panjang tim nasional Indonesia. Ada buncah yang membuat hati masyarakat sepak bola merekah.</p>
<p>Putaran final Piala Asia U23, kami datang!</p>
<p>Tak Anda lihatkah: di pangkal lorong, Erick Thohir dan Shin Tae-yong tekun mengawal dan menepis udara panas yang tak henti meniupkan rupa-rupa aral?</p>
<p>Saya mencoba menangkap sisi yang boleh jadi tak terbaca oleh jeli mata umum. Diam-diam ada kerlap sinar. Energitas Ketua Umum PSSI dan <em>passion coach</em> tim nasional itu membentuk duet serasi dalam satu tarikan irama orkestrasi.</p>
<p>Dalam konsep etos kegigihan, keduanya berada di trek tepat untuk menggeret kemajuan-kemajuan Garuda Muda.</p>
<p>Terlepas kita sedang bicara tentang profesionalitas hubungan kerja, tampaknya Erick dan STY memang ber-<em>chemistry</em> ala &#8220;tumbu oleh tutup&#8221;. Kolaborasi visi dari ide yang sama, konsep yang sama, saling percaya, dan langkah pun terayun tak berbeda.</p>
<p><strong>Level Vs Trofi</strong><br />
Meloloskan tiga tim ke putaran final Piala Asia di panggung senior, U23, dan U20 tentu bukan pencapaian &#8220;kaleng-kaleng&#8221;. Hasil-hasil dari FIFA <em>Matchday</em> yang dilakoni tim STY juga memperlihatkan realitas &#8220;kenaikan level&#8221;. Bukan hanya peningkatan peringkat FIFA, tetapi juga bentuk mutu bermain.</p>
<p>Problem realistis yang dihadapi pelatih asal Korea Selatan itu hanya soal raihan trofi. Sejak datang tahun 2020, dia belum membukukan satu pun piala. <em>Coach</em> Shin bagai berdiri di antara pencapaian level dan impian trofi.</p>
<p>Boleh jadi akan ada yang menegaskan, trofi adalah parameter level, seperti yang telah dikontribusikan oleh Indra Sjafri, Fakhri Husaini, dan Bima Sakti yang bahkan sempat memicu polemik soal &#8220;<em>local pride</em>&#8221; pada 2022. Akan tetapi tak sesederhana itu pula menilai capaian level, yang tentu terkait dengan karakter, mentalitas, dan konfidensi.</p>
<p>Bukankah sama-sama kita saksikan, Rizky Ridho dkk yang menundukkan Taiwan 9-0 dan Turkmenistan 2-0 di Stadion Manahan, Solo tampil dengan performa apik dan kepercayaan diri yang tinggi? Terlepas dari masih adanya sejumlah celah kekurangan, aksi-aksi para anak muda itu memperlihatkan pergerakan signifikan dalam kualitas.</p>
<p>STY juga mampu mengeksplorasi kemampuan indvidu pemain untuk membangun level permainan secara kolektif.</p>
<p>Serangkaian bulan sibuk menanti Shin Tae-yong mulai dari Piala Asia U20 pada tahun ini, Piala Asia Senior, dan Piala Asia U23 pada 2024.</p>
<p>Kini dia digelisahkan oleh kemungkinan; para pemainnya yang memperkuat klub-klub asing tidak memperoleh izin memenuhi panggilan tim nasional, karena Piala Asia tidak termasuk event kalender FIFA.</p>
<p>Padahal dengan tim yang begitu menjanjikan di Solo &#8212; yang boleh dibilang sebagai golden generation &#8211;, STY yakin bisa melakoni Piala Asia U23 2024 dengan buncah kuat harapan.</p>
<p><strong>Produk &#8220;Sentuhan&#8221; STY</strong><br />
Kini sentuhan STY &#8212; minus capaian trofi &#8212; makin dirasakan menghasilkan kolektivitas tim yang punya karakter dan daya juang. Tantangan ke depan, selain event Piala AFF di semua level, setidak-tidaknya membentang tiga putaran final Piala Asia U20, U23, dan senior.</p>
<p>Transformasi karakter, mentalitas, konfidensi, dan performa taktik tiga tim STY bakal menghadirkan &#8220;<em>positioning</em>&#8220;-nya: tetap berdiri dalam kesenjangan trofi dan level, atau menghasilkan kedua-duanya sebagai parameter keberadaannya di Indonesia&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/16/sty-antara-trofi-dan-level">STY, antara Trofi dan Level</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Ibu, Saya Juara&#8230;!&#8217;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/05/22/ibu-saya-juara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 May 2023 15:25:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alfreanda Dewangga Santosa]]></category>
		<category><![CDATA[Amiruddin Bagas Kaffa]]></category>
		<category><![CDATA[Ernando Ari Sutaryadi]]></category>
		<category><![CDATA[ganjar pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilham Rio Fahmi.]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[SEA Games 2023]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=339166</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerima kedatangan empat pemain Timnas Sepak Bola U22, peraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja. Mereka bercerita banyak hal, mulai dari laga final SEA Games, hingga awal mula memulai karier dan dukungan besar keluarga. Empat punggawa Timnas U22 itu adalah Alfreanda Dewangga Santosa, Ernando Ari Sutaryadi, Amiruddin Bagas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/22/ibu-saya-juara">&#8216;Ibu, Saya Juara&#8230;!&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerima kedatangan empat pemain Timnas Sepak Bola U22, peraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja. Mereka bercerita banyak hal, mulai dari laga final SEA Games, hingga awal mula memulai karier dan dukungan besar keluarga.</p>
<p>Empat punggawa Timnas U22 itu adalah Alfreanda Dewangga Santosa, Ernando Ari Sutaryadi, Amiruddin Bagas Kaffa, dan Ilham Rio Fahmi. Keempatnya merupakan pesepakbola asal Jateng, yang ikut mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games 2023 Kamboja.</p>
<p>Satu nama lain yang juga asal Jateng, Pratama Arhan, urung hadir karena sudah berada di Jepang. Namun Ganjar sempat mengajaknya ikut berbincang lewat video call.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/05/22/hut-ke-14-rsud-bendan-walikota-pekalongan-resmikan-ruang-hemodialisa-dan-jlamprang">HUT Ke-14 RSUD Bendan, Walikota Pekalongan Resmikan Ruang Hemodialisa dan Jlamprang</a></strong></p>
<p>&#8221;Malam ini saya kedatangan anak-anak yang kemarin menggemparkan ASEAN, dunia, dan Indonesia. Anak-anak yang keren,&#8221; puji Ganjar membuka obrolan, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Semarang, Senin (22/5/2023) malam.</p>
<p>Obrolan antara Ganjar dan keempat punggawa Timnas Indonesia U22 itu, kemudian berlanjut pada laga final SEA Games melawan Thailand, yang berakhir dengan skor 5-2 untuk kemenangan Indonesia.</p>
<p>Keempat pemain itu menceritakan, bagaimana suasana partai final yang berlangsung dramatis dan menegangkan itu. &#8221;Emosional, karena final. Kedua, karena melawan rival bebuyutan di Asia tenggara,&#8221; ujar Rio Fahmi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/05/22/harkitnas-2023-wawalkot-pekalongan-ajak-gelorakan-semangat-bangkit-pasca-pandemi">Harkitnas 2023, Wawalkot Pekalongan Ajak Gelorakan Semangat Bangkit Pasca Pandemi</a></strong></p>
<p>Kemudian Dewangga menambahkan, bagaimana suasana pada menit akhir saat kedudukan masih 2-1 untuk Indonesia. Saat itu, baik pemain dan ofisial menganggap wasit sudah meniup peluit panjang akhir pertandingan.</p>
<p>&#8221;Di bench sudah lihat waktu. Sudah lebih dari tujuh menit. Dikira dua peluit ternyata masih satu peluit. Terbawa suasana tegang. Waktu kedudukan 2-2 sempat down, tapi saling memberikan dukungan,&#8221; ujar bek asal Kota Semarang ini.</p>
<p>Dalam obrolan santai itu, Ganjar kemudian bertanya kepada para pemain, tentang siapa orang yang pertama kali dihubungi saat dipastikan juara. Keempatnya ternyata kompak menjawab orang tua, khususnya ibu mereka.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/05/22/dies-natalis-ke-36-usm-gelar-donor-darah">Dies Natalis Ke-36, USM Gelar Donor Darah</a></strong></p>
<figure id="attachment_339168" aria-describedby="caption-attachment-339168" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-339168" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/WhatsApp-Image-2023-05-22-at-21.35.28-1.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/WhatsApp-Image-2023-05-22-at-21.35.28-1.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/WhatsApp-Image-2023-05-22-at-21.35.28-1-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/WhatsApp-Image-2023-05-22-at-21.35.28-1-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-339168" class="wp-caption-text">Pratama Arhan dihubungi Ganjar melalui video call, dan sempat berbincang bersama empat pemain lainnya. Foto: hms</figcaption></figure>
<p>&#8221;Saya langsung lari ambil handphone untuk telepon ibu. Kebetulan orang tua sedang umroh. Saya bilang &#8216;Ibu, saya juara&#8217; dan beliau langsung bersyukur di depan Ka&#8217;bah,&#8221; ujar Ernando Ari, yang saat itu mengawal gawang Indonesia di partai final.</p>
<p>Selain itu, Ganjar juga mendapatkan cerita dari Rio Fahmi, yang dulu setelah lulus SMA pada 2017, kerja di konter handphone. Dia kerja selama setahun, sebelum akhirnya mendapat kesempatan untuk seleksi di Jakarta. Seleksi itu didapat atas dukungan dari pelatih semasa kecilnya di Banjarnegara.</p>
<p>Ganjar yang mendengarkan cerita dari para pemain timnas, mengaku terharu dan bangga. Ternyata, di balik prestasi yang diperoleh, ada dukungan dari keluarga, orang terdekat, dan perjuangan berlatih sejak usia dini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/05/22/bupati-sri-sumarni-kukuhkan-449-polisi-rw-yang-mengampu-1-759-rw-di-grobogan">Bupati Sri Sumarni Kukuhkan 449 Polisi RW yang Mengampu 1.759 RW di Grobogan</a></strong></p>
<p>&#8221;Betapa mereka perjuangannya dahsyat. Mereka sejak kecil sudah berlatih, rata-rata kelas 1 atau 2 SD mereka sudah masuk ke SSB. Artinya, perjuangannya sangat panjang. Makanya tadi kita omongkan di luar teknis sepak bola, saya tanya siapa orang pertama yang kamu hubungi, ternyata semua mengatakan ibu. Hebat sekali,&#8221; ujar Ganjar.</p>
<p>Ditambahkan dia, dari cerita para pemain itu, diketahui di balik kesuksesan anak-anak hebat, selalu ada dukungan banyak pihak, khususnya keluarga.</p>
<p>&#8221;Bahkan tadi ada yang sampai lari ambil handphone, setelah mau selebrasi telepon ibunya, luar biasa,&#8221; imbuh Ganjar.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/05/22/pngurus-ranting-nu-mangunan-mentradisikan-kembali-forum-lailatul-ijtima">Pengurus Ranting NU Mangunan Mentradisikan Kembali Forum Lailatul Ijtima’</a></strong></p>
<p>Dia juga menyebutkan, selain para pemain Timnas U22, banyak juga atlet dari Jateng yang menyumbangkan medali emas pada ajang itu. Setidaknya, ada sekitar 40 medali yang disumbangkan atlet dari Jateng.</p>
<p>&#8221;Artinya, ada harapan masa depan yang pemerintah harus siapkan. Beberapa di antaranya tadi pengin jadi PNS. Maka penting kemudian, kita memberikan semacam reward kepada mereka, untuk mendapatkan profesi yang baik untuk masa depan,&#8221; harap dia.</p>
<p>Penghargaan itu akan menginspirasi para atlet lain, agar memiliki motivasi untuk berprestasi. Juga menginspirasi, agar kelak memiliki mental juara seperti saat final SEA Games lalu.</p>
<p>&#8221;Ternyata mereka saling menguatkan, psikolognya hebat, pelatihnya juga hebat, dan sampai kemudian juara. Tentu masih akan ada harapan berikutnya, mereka ingin melakukan selebrasi untuk juara-juara berikutnya. Tapi, masa depan mereka juga harus kita perhatikan, sehingga ini akan menginspirasi yang lain untuk seperti mereka,&#8221; ungkap Ganjar.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/22/ibu-saya-juara">&#8216;Ibu, Saya Juara&#8230;!&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Blora Pantau Pembangunan Rumah Milik Pratama Arhan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/04/08/bupati-blora-pantau-pembangunan-rumah-milik-pratama-arhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2022 03:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Blora]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Rohman]]></category>
		<category><![CDATA[bupati blora]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=243749</guid>

					<description><![CDATA[<p>BLORA (SUARABARU.ID)– Pembangunan rumah pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan, di Dukuh Kedung Kenongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora, telah dimulai sejak Selasa (29/3/2022) lalu. Pratama Arhan sendiri kini berkarier di Liga 2 J League (Jepang), bersama klub Tokyo Verdy. Mantan pemain PSIS (Semarang) ini, berhasil menyabet predikat sebagai pemain muda terbaik, dalam ajang Piala AFF [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/04/08/bupati-blora-pantau-pembangunan-rumah-milik-pratama-arhan">Bupati Blora Pantau Pembangunan Rumah Milik Pratama Arhan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLORA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>– Pembangunan rumah pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan, di Dukuh Kedung Kenongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora, telah dimulai sejak Selasa (29/3/2022) lalu.</p>
<p>Pratama Arhan sendiri kini berkarier di Liga 2 J League (Jepang), bersama klub Tokyo Verdy. Mantan pemain PSIS (Semarang) ini, berhasil menyabet predikat sebagai pemain muda terbaik, dalam ajang Piala AFF 2020.</p>
<p>Pembangunan rumah Pratama Arhan berawal ketika pada Januari lalu, Bupati Blora, Arief Rohman menjenguk Surati, ibunda Arhan, yang sedang sakit. Saat itu, Arhan mengungkapkan keinginannya untuk memperbaiki rumah masa kecil tempat tinggal orang tuanya. Saat itu, kondisi rumahnya masih berdinding bambu dan tanah, serta alasnya masih tanah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/04/08/gunung-merapi-luncurkan-13-kali-gugura-lava-pijar-sejauh-18-km/">Gunung Merapi Luncurkan 13 Kali Gugura Lava Pijar Sejauh 1,8 Km</a></strong></p>
<p>&#8221;Seketika itu, saat kita unggah di media sosial, ternyata diketahui Pak Handoko, teman saya, pengusaha sukses pemilik Realfood Indonesia. Saat itu sedang kita upayakan pembangunannya. Namun Alhamdulillah, beliau langsung bersedia untuk membantu,&#8221; kata bupati, saat meninjau pembangunan rumah orang tua Arhan, Rabu (6/4/2022).</p>
<p>Saat ini, pembangunan mulai dikerjakan di tanah orang tua Arhan yang berukuran 12&#215;12 meter. Bupati juga menyampikan apresiasinya kepada Handoko, atas kepeduliannya. Pihaknya berjanji akan terus mengawal pembangunan itu.</p>
<p>&#8221;Nanti listriknya akan kita bantu dari Pemkab. Semoga pembangunannya lancar dan bisa segera ditempati kembali. Sedangkan jalan akses ke sini, nanti akan kita ukur untuk diusulkan pembangunannya ke DPU,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/04/08/kanwil-ditjen-pajak-jawa-tengah-ii-dan-kpp-pratama-magelang-gelar-sosialisasi-pps/">Kanwil Ditjen Pajak Jawa Tengah II dan KPP Pratama Magelang Gelar Sosialisasi PPS</a></strong></p>
<p>Pada kesempatan itu, juga diserahkan bantuan sembako kepada orang tua Arhan, agar bisa untuk mendukung operasional pembangunan rumah.</p>
<p>Pemilik Realfood Indonesia, Handoko, yang diwakili Yongki menerangkan, pembangunan rumah Arhan sudah mulai dilaksanakan pada Selasa (29/3/2022) lalu.</p>
<p>&#8221;Saat itu dimulai dengan penggalian dan pengecoran pondasi. Hari ini tadi material besi untuk rangka rumah datang, dan mulai didirikan. Ada 11 orang tukang sipil dan lima orang tukang las besinya. Estimasi kita, ya semoga dalam waktu 1,5 bulan ke depan bisa selesai,&#8221; papar Yongki.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/04/08/dprd-kudus-siap-lakukan-evaluasi-atas-lkpj-bupati-tahun-2021/">DPRD Kudus Siap Lakukan Evaluasi atas LKPJ Bupati Tahun 2021</a></strong></p>
<p>Disampaikan juga, rumah akan dibangun dengan tiga kamar, satu warung tempat ibunya berjualan, dan satu warung kopi. Ada ruang tamu, ruang keluarga, dan MCK. Lantai yang tadinya tanah, juga akan diubah dengan menggunakan keramik.</p>
<p>Ibunda Arhan, Surati, menyatakan bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan rumahnya.</p>
<p>&#8221;Alhamdulillah, rumah Mas Arhan mulai dibangun. Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Handoko, dan Pak Bupati, Bu Wakil Bupati, yang terus ikut mengawal kami. Selama pembangunan, kami tinggal di rumah mbak, Budhe nya Arhan dahulu. Sedangkan rumah yang lama ini dijadikan tempat istirahat tukang,&#8221; ucap Surati.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/04/08/hujan-deras-dua-rumah-dan-satu-kandang-kambing-tertimpa-tanah-longsor-di-grobogan/">Hujan Deras, Dua Rumah dan Satu Kandang Kambing Tertimpa Tanah Longsor di Grobogan</a></strong></p>
<p>Menurutnya, setiap hari dirinya terus berkomunikasi dengan Arhan, yang kini sedang bermain di Liga Jepang.</p>
<p>&#8221;Setiap malam selalu komunikasi, disana Arhan juga puasa. Ada tim khusus yang menyediakan makan berbuka dan sahur, sudah dijamin halal. Ya, semoga Arhan bisa terus berprestasi membuat bangga Indonesia, begitu juga Blora,&#8221; tambah Surati.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/04/08/bupati-blora-pantau-pembangunan-rumah-milik-pratama-arhan">Bupati Blora Pantau Pembangunan Rumah Milik Pratama Arhan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Selamat Yo Le Arhan, Cita-citamu Bermain di Luar Negeri Terwujud&#8230;&#8217;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/02/16/selamat-yo-le-arhan-cita-citamu-bermain-di-luar-negeri-terwujud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2022 04:38:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[PSIS Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=232397</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Manajemen Tim PSIS Semarang, resmi melepas salah satu pemain muda berbakatnya, Pratama Arhan Alif Rifai, ke klub kasta kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy. Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS menjelaskan, sesuai komitmen PSIS, Pratama Arhan dilepas ke Tokyo Verdy tanpa fee transfer. Hal ini sebagai wujud dukungan PSIS kepada pemain berbakatnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/02/16/selamat-yo-le-arhan-cita-citamu-bermain-di-luar-negeri-terwujud">&#8216;Selamat Yo Le Arhan, Cita-citamu Bermain di Luar Negeri Terwujud&#8230;&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Manajemen Tim PSIS Semarang, resmi melepas salah satu pemain muda berbakatnya, Pratama Arhan Alif Rifai, ke klub kasta kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy.</p>
<p>Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS menjelaskan, sesuai komitmen PSIS, Pratama Arhan dilepas ke Tokyo Verdy tanpa fee transfer. Hal ini sebagai wujud dukungan PSIS kepada pemain berbakatnya, untuk berkarier di luar negeri yang muaranya dapat menghantarkan prestasi bagi Timnas Indonesia.</p>
<p>&#8221;Hari ini dengan rasa bangga dan senang, kami umumkan kalau wonderkid PSIS jebolan Akademi PSIS, Pratama Arhan, resmi kami lepas ke klub Jepang Tokyo Verdy,&#8221; ujar Yoyok Sukawi dalam keterangannya di Semarang, Rabu (16/2/2022).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/02/16/bmkg-perkirakan-hujan-ringan-hingga-lebat-turun-di-sejumlah-kota-besar/">BMKG Perkirakan Hujan Ringan Hingga Lebat Turun di Sejumlah Kota Besar</a></strong></p>
<p>Menurut dia, sesuai komitmen PSIS, Arhan dilepas tanpa fee satu rupiah pun. &#8221;Ini demi karier Arhan. Hal ini juga sebuah kebanggaan untuk PSIS, karena jebolan akademinya bisa dilirik ke klub Jepang,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Yoyok Sukawi juga menjelaskan, Arhan sendiri selama berkarier di luar negeri tetap menjadi bagian PSIS, dengan status sebagai brand ambassador klub, untuk membantu promosi nama PSIS di kancah internasional.</p>
<p>&#8221;Arhan selama berada di luar negeri tetap menjadi brand ambassador PSIS, dengan harapan mampu mempromosikan nama PSIS di kancah internasional. Tak hanya itu, antara kami PSIS, kemudian Arhan, dan agen Arhan telah sepakat, mau sejauh mana Arhan bermain di luar negeri, saat kembali di Indonesia, Arhan kembalinya ke PSIS sebagai rumah yang telah membesarkan Arhan selama ini. Selamat Arhan, sukses selalu di Jepang, dan apa yang dicitakan selalu tercapai,&#8221; terang Yoyok.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/02/16/talk-show-4-rektor-pwi-jateng-menjadikan-perguruan-tinggi-tidak-berada-di-zona-nyaman/">Talk Show 4 Rektor, PWI Jateng Menjadikan Perguruan Tinggi Tidak Berada di Zona Nyaman</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Komisaris PSIS Junianto, juga menyampaikan apresiasinya kepada Arhan, atas capaiannya bermain di Tokyo Verdy.</p>
<p>Junianto juga mendoakan supaya Arhan bisa sukses, dan step by step menapaki kariernya di negeri orang.</p>
<p>&#8221;<em>Selamat yo le Arhan</em>. Salah satu cita-citamu bermain di luar negeri terwujud. Jangan cepat puas, teruslah belajar. Ingat orang tua, supaya kariermu di sana terus merangkak naik dan kelak bisa membawa Timnas Indonesia berprestasi di kancah internasional,&#8221; pesan Junianto.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/02/16/artis-senior-dorce-gamala-meninggal-dunia/">Artis Senior Dorce Gamala Meninggal Dunia</a></strong></p>
<p>Pratama Arhan sendiri mengaku bersyukur dan senang, bisa menggapai salah satu cita-citanya untuk berkarier di luar negeri. Dan kali ini berkesempatan merumput bersama Tokyo Verdy.</p>
<p>&#8221;Yang pertama pasti bersyukur. Salah satu cita-cita saya untuk bermain di luar negeri bisa terwujud dalam waktu dekat. Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada segenap Manajemen PSIS dan agen saya, yang telah membantu proses ini dan tidak menemui kesulitan dalam prosesnya. Terima kasih juga kepada seluruh stakeholder PSIS, seperti pemain, pelatih, ofisial, suporter dan yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Mohon doanya. PSIS tetap rumah saya di Indonesia,&#8221; ungkap Arhan.</p>
<p>Sedangkan agen Pratama Arhan, Dusan Bodganovic juga mengucapkan terima kasih kepada Manajemen PSIS, yang telah bersedia melepas Pratama Arhan ke Tokyo Verdy.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/02/16/ini-menjadi-pemakaman-secara-prokes-yang-keduabelas-kalinya-di-wonogiri/">Ini Menjadi Pemakaman Secara Prokes yang Keduabelas Kalinya di Wonogiri</a></strong></p>
<p>&#8221;Setelah menjalani tahun yang luar biasa, saat ini menjadi langkah logis dalam karier Arhan, untuk mengembangkan potensinya ke Jepang. Kami telah bekerja keras untuk transfer ini selama berbulan-bulan. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas ketulusan Pak Yoyok untuk Arhan. Ini membuktikan, bahwa satu-satunya prioritas PSIS adalah masa depan dan kemajuan karier pemain,&#8221; tutur Dusan.</p>
<p>Setelah ini, Arhan akan menyelesaikan terlebih dahulu segala perihal administrasi yang harus diurus, sebelum bertolak ke Jepang.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/02/16/selamat-yo-le-arhan-cita-citamu-bermain-di-luar-negeri-terwujud">&#8216;Selamat Yo Le Arhan, Cita-citamu Bermain di Luar Negeri Terwujud&#8230;&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>