<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Masruri Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/masruri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Apr 2024 13:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Masruri Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puasa dan Terapi Hati &#8211; II</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/05/puasa-dan-terapi-hati-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 13:32:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metrafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=408315</guid>

					<description><![CDATA[<p>PUASA, selain nilai ibadahnya, juga untuk menerangi  hati, agar nafsu lebih terkendali. Bahkan, orang yang mengikuti konsep tradisional pun meyakini, dengan puasa dan mengurangi kenikmatan dunia itu lebih mendekat dengan Pencipta-Nya. Karena mereka meyakini, setiap makanan dan minuman yang masuk dalam perut itu memiliki karakteristik tersendiri. Misalnya, makanan yang mengandung nyawa menguatkan nafsu amarah, sayur [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/05/puasa-dan-terapi-hati-ii">Puasa dan Terapi Hati &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-145373 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>PUASA</strong>, selain nilai ibadahnya, juga untuk menerangi  hati, agar nafsu lebih terkendali. Bahkan, orang yang mengikuti konsep tradisional pun meyakini, dengan puasa dan mengurangi kenikmatan dunia itu lebih mendekat dengan Pencipta-Nya.</p>
<p>Karena mereka meyakini, setiap makanan dan minuman yang masuk dalam perut itu memiliki karakteristik tersendiri. Misalnya, makanan yang mengandung nyawa menguatkan nafsu amarah, sayur hijau menumbuhkan <em>semuci-suci</em> (sok suci), garam mengeruhkan hati dan pikiran, tumbuhan yang keluar dari bumi menguatkan nafsu serakah.</p>
<p>Karenanya, dengan mengurangi kadar makanan yang masuk dalam perut, menyebabkan seseorang  mendapatkan kekayaan yang bersifat batin, dan mereka yakin, dalam kondisi demikian itu, hijab atau jarak antara makhluk dengan Al-Khaliq lebih dekat.</p>
<p>Dan nafsulah yang menyebabkan manusia terdindingi dengan Allah. Artinya, jika nafsu itu dapat ditekan dengan melaparkan diri, maka dinding atau hijab antara manusia dengan Allah semakin menipis.</p>
<p>Dan menipisnya dinding itu, menyebabkan kita lebih dekat dengan Sang Pencipta dan cahaya-cahaya Allah (nurullah) lebih mudah masuk dalam hati, yaitu gudang penyimpan ilmu dan hikmah.</p>
<p><strong>Salat Malam</strong></p>
<p>Cara paling praktis mendekatkan diri kepada Allah, menurut para alim   dengan salat malam, terutama yang dilakukan pada sepertiga malam yang akhir. Menjalankan salat malam (tahajjud) dijanjikan akan dimasukkan pada tempat yang terpuji.</p>
<p>Menurut para ahli hikmah, salat malam itu terapi untuk melembutkan qalbu yang menjadi sumber utama didapatkannya ketenangan hati pada siang hari. Apalagi ketika salat malam yang disertai hati khusyuk karena mengharap ridha-Nya.</p>
<p>Dalam sebuah penelitian, membuktikan, seseorang yang menjalankan</p>
<p>salat malam, dilanjutkan dengan zikir khusyuk, pada siang hari gelombang otak lebih teratur sehingga dia mendapat ketenangan batin. Sebaliknya, jika salat dan zikir dengan terpaksa, buru-buru, gelombang pikirannya kacau dan siangnya cenderung gelisah.</p>
<p><strong>Zikir Malam</strong></p>
<p>Pada umumnya, ritual ini berkaitan dengan salat malam (qiyamullail). Zikir, dapat diartikan “ingat”. Berzikir berarti mengingat Allah, bukan sekedar dengan lisan, melainkan dengan hati. Dan zikir yang hakiki itu ingat Allah, yaitu ingatnya seluruh anggota badan dengan hukum-hukum-Nya.</p>
<p>Maka, ingatnya tangan adalah ingat hukum-hukum-Nya, ketika tangan mampu mencuri, ingatnya mata ketika mampu mengurungkan niatnya untuk melihat hal-hal yang dilarang,  dan ingatnya perut ketika mampu menolak ketika kemasukan makanan yang haram.</p>
<p>Maka, ingat kepada-Nya itu dengan mulut, yang disertai ingatnya hati dan seluruh anggota badan. Tanpa itu, bacaan lisan hanya menjadi ritual kosong yang tidak memiliki makna. Dan merenung yang dilakukan pada keheningan (malam), lebih mudah meresap dalam hati.</p>
<p>Sehingga hati lebih peka (halus) sehingga mudah menerima nasihat tentang kebajikan. Mengamalkan zikir malam, setiap guru punya cara berbeda. Ada yang lebih menekankan istighfar, karena menyadari bahwa manusia itu banyak melakukan dosa. Ada yang lebih menekankan salawat Nabi, karena dengan salawat itu, kita memperoleh kekayaan jasmani rohani.</p>
<p>Ada juga yang memilih kalimah tayyibah: <em>La ilaha illallah karena itu  sebaik-baik zikir</em>. Ada yang cukup dengan zikir ismu zat:  Allah,  Allah, Allah, dan itu dilakikan berulang kali sambil membayangkan itu adalah zikir yang terakhir kalinya, karena dia semakin mengingat, sebentar lagi ajal menjemputnya.</p>
<p>Maka, apa yang dipilih guru sebagai jalan atau tarekat, tujuannya menuju kepada Allah. Dan andaikan harus mencari cara berzikir formal (tarekat) pilih yang muktabaroh, yang memiliki mata rantai hingga Nabi SAW.  Ini untuk memantapkan hati, sekaligus ada pembimbing, tempat untuk bertanya jika  ada masalah yang berkaitan dengan amalannya.</p>
<p>Zikir, walau tidak ada keharusan diformalkan sebagai “lembaga” posisinya hampir sama dengan olah fisik. Maka, tanpa peran instruktur yang berpengalaman, seseorang cenderung tidak disiplin dan memilih amalan yang ringan.</p>
<p>Baik buruknya seseorang banyak dipengaruhi sekitarnya. Orang yang setiap saat bergaul dengan orang jahat, dia bisa terbawa arus kejahatnya. Dan jika bergaul dengan orang saleh, insya Allah dia mendapatkan sebagian dari kebaikannya.</p>
<p>Manusia itu ibarat kerbau. Jika ia berkumpul kerbau yang kotor, pelan namun pasti, kerbau yang ada disekitarnya mengenai tubuhnya. Namun jika kerbau itu berdekatan dengan pedagang minyak wangi, maka akan tersentuh dan merasakan keharumannya.</p>
<p>Begitu besar pengaruh pergaulan, maka ulama besar tasawuf, Fudhail bin ‘Iyadh memberi nasihat: “Barangsiapa duduk (bergaul) dengan ahli bid’ah, maka dia tidak akan diberi ilmu yang bermanfaat.”</p>
<p>Begitu juga jika bergaul dan membantu aktivitas orang itu, maka Allah akan menjadikan kita berada dalam pengaruhnya. “Barangsiapa yang membantu kezaliman, Allah akan menjadikannya berada di bawah kekuasaan orang zalim itu.” (H.R. Ibn Asakir).</p>
<p>Lalu siapakah orang saleh itu? Mereka tidak harus guru atau kiai. Gelar itu melekat pada orang yang keilmuan agamanya lebih dari cukup, karena kriteria kesalehan itu ada pada perilaku yang baik menurut manusia, dan menurut Allah. Tamat</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/05/puasa-dan-terapi-hati-ii">Puasa dan Terapi Hati &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puasa dan Terapi Hati &#8211; I</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/30/puasa-dan-terapi-hati-i</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 08:12:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[obat hati]]></category>
		<category><![CDATA[tamba ati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=407199</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAMBA, dalam bahasa Jawa dapat diartikan obat. Jadi, yang dimaksud tamba ati (obat hati) adalah mengobati hati agar terhindar dari penyaki, atau menjadi sembuh jika sudah telanjur hatinya sakit. Tentu, yang dibahas ini bukan mengobati sakit hati dalam pengertian yang sempit, melainkan penyakit rohani yang jika ada pada diri seseorang, maka dia memiliki kepribadian yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/puasa-dan-terapi-hati-i">Puasa dan Terapi Hati &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-140439 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-5.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-5.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-5-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-5-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong><em>TAMBA</em></strong>, dalam bahasa Jawa dapat diartikan obat. Jadi, yang dimaksud</p>
<p><em>tamba ati</em> (obat hati) adalah mengobati hati agar terhindar dari penyaki, atau menjadi sembuh jika sudah telanjur hatinya sakit.</p>
<p>Tentu, yang dibahas ini bukan mengobati sakit hati dalam pengertian yang sempit, melainkan penyakit rohani yang jika ada pada diri seseorang, maka dia memiliki kepribadian yang cenderung berprilaku keluar dari jalur yang benar.</p>
<p>Untuk itu, perlu kita bahas seputar nafsu. Terutamanya, jenis nafsu dan “bala-tentara”-nya sekaligus meliputi, nafsu negatif dan yang positif.</p>
<p>Dan yang dimaksud penyakit hati itu nafsu yang mendorong hati memiliki kecenderungan negatif.</p>
<p>Nafsu negatif perlu dikendalikan, nafsu yang positif, ditingkatkan dengan harapan dapat mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik, sabda Nabi SAW.</p>
<p>”&#8230;. dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika daging itu baik, maka baiklah tubuh seluruhnya, dan jika daging itu tidak baik, binasalah seluruh tubuh. Ketahuilah, daging itu adalah hati.” (H.R. Bukhari Muslim).</p>
<p>Hati itu dapat disebut baik jika terhindar dari sifat-sifat yang tercela baik itu dimata sesama maupun Allah, seperti menipu, ujub, riya&#8217;, takabur, hasud, cinta dunia dan kemasyhuran, bengis dan berbagai sifat tercela yang lain.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/puasa-dan-terapi-hati-i">Puasa dan Terapi Hati &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tentang Azimat – ( II )</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/01/tentang-azimat-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2024 12:04:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[azimat]]></category>
		<category><![CDATA[jimat]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=402138</guid>

					<description><![CDATA[<p>TENTANG jimat atau azimat, kita jangan melihat sebatas bendanya. Kita perlu mengetahui proses penyaluran energinya. Dalam hal ini adalah doa yang diucapkan ketika akan “meniup” atau mengisi getaran pada azimat itu. Bukankah itu tidak berbeda ketika Nabi SAW menancapkan pelepah kurma basah pada suatu makam yang kondisinya sedang menerima siksa akibat perilakunya pada masa hidupnya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/01/tentang-azimat-ii">Tentang Azimat – ( II )</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TENTANG</strong> jimat atau azimat, kita jangan melihat sebatas bendanya. Kita perlu mengetahui proses penyaluran energinya. Dalam hal ini adalah doa yang diucapkan ketika akan “meniup” atau mengisi getaran pada azimat itu.</p>
<p>Bukankah itu tidak berbeda ketika Nabi SAW menancapkan pelepah kurma basah pada suatu makam yang kondisinya sedang menerima siksa akibat perilakunya pada masa hidupnya.</p>
<p>Ini bukan berarti menyamakan manusia dengan Nabi SAW yang mempunyai segala kemuliaan dari-Nya. Dan kajian sederhananya, Nabi mempunyai mukjizat, manusia juga diberi keistimewaan yang disebut <em>maunah</em>.</p>
<p>Karunia dalam bentuk Maunah itu diperoleh ketika seseorang dapat  melampaui ujian tertentu, misalnya banyak melakukan ibadah sunah, banyak berdoa, wirid, puasa, tahajud, dan bentuk sunnah lain yang ajarkan para nabi, dsb.</p>
<p><strong>Azimat</strong></p>
<p>Tentang azimat, atau orang Jawa menyebut “jimat” ini lebih akrab dengan kalangan tradisional.  Bagi kalangan santri, lebih familiar dengan konsep para  ahli hikmah, yaitu dengan metode wirid, yang dibaca pada waktu tertentu dan jumlah tertentu.</p>
<p>Allah, dengan sifat Maha Kuasa-Nya, mampu menyembuhkan  sakit mata seperti yang dialami Nabi Ya’qub, membelah lautan menjadi jalan dengan perantaraan tongkat (kayu), memberi karisma, wibawa kepada Nabi Sulaiman melalui benda mati berupa cincin.</p>
<p>Mengapa saat menyalurkan karunia Allah itu masih melalui perantara benda mati? Itulah rahasia –Nya Yang Mahakuasa, Dia kuasa untuk memberikan karunia pada apa dan siapa pun, dan kita tidak berhak bertanya mengapa dan bagaimana, karena hal itu hanya akan melemahkan iman.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2024/02/23/tentang-azimat-i">Tentang Azimat (I)</a></strong></span></p>
<p>Karunia Allah dapat dititipkan pada berbagai makhluk ciptaan-Nya. Allah menitipkan karunia-Nya berupa obat pada daun, kayu dan biji-bijian. Intinya, mengambil manfaat pada ciptaan-Nya berarti  memanfaatkan karunia-Nya.</p>
<p><strong>Pro-Kontra Jimat</strong></p>
<p>Kesimpulannya tentang pro-kontra jimat, sebagian ada yang  mengharamkan azimat karena dikhawatir azimat itu dapat menggelincirkan iman bagi  orang yang tauhidnya belum lurus.</p>
<p>Terhadap orang yang memosisikan azimat sebagai sarana ikhtiar (wasilah), azimat itu tidak lebih dari obat atau benda yang aslinya, “diberi kekuatan” oleh Tuhan yang Mahaesa. Dan azimat itu hasil dari kecanggihan teknologi batin.</p>
<p>Dan ini tidak  jauh berbeda ketika teknologi yang dapat merekam suara pada pita atau piring cakram digital. Demikian juga, teknologi batin itu dapat merekam  atau menyimpan power pada benda mati.</p>
<p>Dari sejarah Nabi SAW adanya mukjizat yang melalui benda mati. Misalnya, saat Nabi dikepung pemudaa kafir, beliau mengambil segenggam pasir kemudian menebarkan pasir itu sambil membaca Surah Yasin ayat 1-9, sehingga yang mengepung itu pun tertidur hingga pagi hari.</p>
<p>Mengapa harus dengan menggunakan pasir? Sekali lagi, hakikatnya itu  bacaan ayatnya, dan bukan karena benda matinya. Jadi, keberadaan benda itu sebagai perantara yang tidak perlu dipermasalahkan sepanjang doa yang dibaca ditujukan kepada Allah Swt, dan untuk keperluan yang tidak dilarang-Nya.</p>
<p>Perlu dipahami, benda apa pun jenisnya, memiliki “keajaiban” jika  ada izin dari-Nya. Dan mengapa ayat-ayat suci itu memiliki daya  (mukjizat)? Sebagai jawaban, renungkan  firman-Nya. “Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Isra: 82).</p>
<p>Dari ‘Auf bin Malik Al Asyia’i RA, : “Kami biasa melakukan mantra pada masa jahiliyah. Dan kami bertanya kepada Nabi SAW. “Ya Rasulullah. Bagaimana tentang mantra?” Jawab beliau, “Ucapkan  mantramu. Setelah itu, dijawa, “Tidak ada salahnya selama tidak mengandung syirik.” (Shahih Muslim).</p>
<p>Kesimpulannya? penggunaan amalan dan benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan metafisis itu diperbolehkan sepanjang memenuhi kriteria : Tidak bertentangan dengan syariah, terutamanya  dalam tata laku pembuatannya, tidak mengarah kepada maksiat, dan tidak merugikan orang lain.</p>
<p>Selain azimat dalam bentuk tulisan, orang-orang zaman dulu, jika mau merantau, sering memanfaatkan bagian dari tubuh, terutama  kuku kaki Ibu terutama, dan jika Ibu sudah tiada kuku Ayahnya, lalu  dijadikan azimat, diletakkan dalam dompet, sabuk, dsb.</p>
<p>Tradisi itu ada kaitan dengan hadis bahwa surga itu di bawah telapak kaki Ibu. Secara zahir, para Ibu dengan keridhaannya mengantarkan anak-anaknya ke surga. Dan itu dapat diraih anak-anaknya dengan perantaraan perilakunya yang rendah hati, patuh dan selalu menghormatinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/01/tentang-azimat-ii">Tentang Azimat – ( II )</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2023 12:23:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dukun aneh]]></category>
		<category><![CDATA[dukun tuli]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390309</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANYAK dukun kita kenal, tapi yang satu ini lain dari yang lain. Jaiman, termasuk dukun yang tidak bisa diketahui jenis ilmunya dan latar belakang proses bergurunya, karena sejak dilahirkan, dia bisu. Karena kondisinya itu mustahillah jika dia pernah berguru. Karena selain bisu, Jaiman juga tuli (dua sifat bawaan itu saling terkait) dan dia juga tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i">Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-175192 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>BANYAK </strong>dukun kita kenal, tapi yang satu ini lain dari yang lain. Jaiman, termasuk dukun yang tidak bisa diketahui jenis ilmunya dan latar belakang proses bergurunya, karena sejak dilahirkan, dia bisu.</p>
<p>Karena kondisinya itu mustahillah jika dia pernah berguru. Karena selain bisu, Jaiman juga tuli (dua sifat bawaan itu saling terkait) dan dia juga tidak pernah sekolah, dan tidak mungkin belajar ilmu gaib dari buku. Komunikasi dengan bahasa isarat pun tidak bisa mengorek latar belakang keilmuannya.</p>
<p>Jaiman, semasa hidupnya tinggal di Desa Damarwulan, Jepara, dan lebih banyak “bicara” dengan caranya sendiri tanpa memahami pertanyaan yang ditujukan kepadanya.</p>
<p>Menurut istrinya, Jaiman sudah memiliki keistimewaan sejak pulang dari menghilang. Dikisahkan, dia lahir-sekitar tahun 1945 dalam keadaan yatim. Ayahnya meninggal ketika dia masih dalam kandungan. Saat dia berusia empat tahun, ibunya menyusul kematian ayahnya.</p>
<p>Karena sayangnya kepada Ibunya, dia sering tidur di makam Ibunya. Hingga keajaiban pun terjadi ketika anak kecil itu sering menyendiri di makam Ibunya, Jaiman tiba-tiba menghilang entah kemana, sehingga warga desa berupaya  untuk mencarinya.</p>
<p>Segala upaya pencarian tidak berhasil, 10 tahun kemudian ada warga desa yang tidak sengaja menemukan Jaiman di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.</p>
<p>Setelah menghilang, Jaiman tumbuh menjadi remaja yang <em>nganehi-anehi</em>. Dia menguasai ilmu gaib yang prestasinya mustahil tertandingi orang-orang pintar di desanya di perbatasan Pati &#8211; Jepara.</p>
<p>Yang dianggap unik itu Jaiman dengan mudahnya mampu memerintahkan benda untuk berjalan menuju tempat yang dikehendakinya. Karena keahlian itu, warga sering memanfaatkannya.</p>
<p>Misalnya, ketika ada gelang atau jam tangan milik warga yang masuk (tercebur) ke dalam sumur, Jaiman dengan kekuatan batinnya mampu “menarik” barang itu kembali ke atas.</p>
<p>Prosesnya begitu mudah. Dia menunduk dan memejamkan mata sambil mulutnya bergumam lirih, dan selanjutnya benda yang dituju itu diperintah untuk berada di genggaman tangannya, disertai ucapan khasnya : Uk uk uk &#8230;.</p>
<p>Setiap berhasil menangani suatu kejadian yang berkaitan “keajaiban”-nya, dia bangga hati, apalagi jika Jaiman dijadikan tontonan warga. Maklum, ketika itu dia masih remaja.</p>
<p>Semasa remaja, Jaiman memiliki bawaan tempramental. Kalau dia diremehkan warga karena bisunya, dia tidak segan-segan ngerjain orang yang meremehkan cacat bawaannya. Kalau tersinggung, dia bisa menancapkan potongan lidi pada orang yang dituju. Dan lidi itu baru diambil setelah orang itu minta maaf.</p>
<p>Kemahiran menguasai benda itu bisa juga untuk menarik barang yang hilang. Dan itu tidak sekadar benda-benda kecil seperti gelang atau jam tangan, bahkan cangkul yang hilang pun bisa ditarik kembali ke termpat semula.</p>
<p>Melihat potensi Jaiman, masyarakat mencoba memanfaatkannya untuk hal-hal yang lebih bermakna, terutama yang berkaitan dengan penyembuhan. Dan spesialisasi dia berkaitan dengan orang kemasukan benda kecil pada mata, telinga, lubang hidung, termasuk yang terselak duri pada tenggorokan.</p>
<p>Setelah sering memanfaatkan keahliannya dibidang pengobatan, Jaiman mulai membatasi untuk menarik benda hilang. Tentang kemahiran Jaiman sudah tidak diragukan lagi. Dia banyak membantu warga dibidang penyembuhan dan untuk itu tidak dibutuhkan biaya.</p>
<p>Seperti yang dialami keluarga asal Karimunjawa, untuk mengeluarkan biji jagung yang masuk lubang hidung anaknya yang masih TK. Karena  biji itu sudah terlalu masuk ke dalam, dokter menyarankannya untuk ke rumah sakit dan operasi.</p>
<p>Untung, ketika itu ada seseorang yang pernah mengalami kejadian yang sama, menyarankan untuk membawa anak itu ke kediaman Jaiman. Ketika saran itu dilaksanakan, Jaiman dengan berhasil mengeluarkan biji jagung.</p>
<p>Sedikit-dikitnya, ketika saya berkunjung ke kediaman Jaiman guna wawancara, ada empat pasien yang datang dengan kasus yang berbeda. Pasien pertama, si bocah TK tersebut. Kedua adalah tukang ukir yang telinga kirinya tuli akibat kemasukan cuilan kayu dua tahun silam. Dan ketiga, guru SD yang matanya bengkak karena kemasukan lalat. <em>Bersambung</em></p>
<p><strong><em>Masruri, penulis buku praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan Cluwak, Pati</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i">Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puncak Ilmu Selamat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/18/puncak-ilmu-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2023 16:15:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu selamat]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak Ilmu Selamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=360741</guid>

					<description><![CDATA[<p>BELAJAR ilmu itu membawa keberuntungan, wawasan dan teman bertambah banyak. Namun segala yang ada di dunia ini pada akhirnya ada titik jenuh dan ini  yang sulit dihindari. Bukan berarti jenuh menuntut ilmu, namun metode yang monoton tanpa variasi bisa membuat cepat bosan. Dan seperti itu yang sering dirasakan. Setelah lama berkelana di belantara tiada tepi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/18/puncak-ilmu-selamat">Puncak Ilmu Selamat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-154208" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>BELAJAR </strong>ilmu itu membawa keberuntungan, wawasan dan teman bertambah banyak. Namun segala yang ada di dunia ini pada akhirnya ada titik jenuh dan ini  yang sulit dihindari.</p>
<p>Bukan berarti jenuh menuntut ilmu, namun metode yang monoton tanpa variasi bisa membuat cepat bosan. Dan seperti itu yang sering dirasakan. Setelah lama berkelana di belantara tiada tepi, saatnya mengevaluasi segala yang pernah kami.</p>
<p>Hasil evaluasi ternyata mengejutkan. Dengan bantuan dan bimbingan guru, saya dapat meresapi berbagai hal yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan. Betapa banyak orang yang semula dianggap benar, ternyata keliru. Demikian juga suatu perkara yang semula kami abaikan justru itu layak diikuti.</p>
<p>Suatu ketika, saat kami berkumpul ada rekan menuturkan pengalaman yang mirip dengan pengajaran terselubung. Suatu hari, setelah jamaah salat maghrib, rekan itu disuruh membaca bagian dari Al Quran oleh gurunya.</p>
<p>Ayat yang dibaca pada halaman terakhir juz tujuh ini oleh sebagian ahli hikmah disebut dengan istilah “Pembantu Arab”. Ketika sampai pada kalimat &#8230;. <em>Laa tudrikuhul abshaaru wahuwa yudrikul abshaara wahuwal lathiiful khabiir, tiba-tiba dia disuruh berhenti. </em></p>
<p>&#8220;Ulangi lagi,&#8221; pinta gurunya. Dalam hati, dia ragu. Perasaan tidak ada yang salah dengan bacaannya. Dia lalu hati-hati mengulangnya. Setelah selesai, tidak langsung melanjutkan kalimat berikutnya. Dia hanya diam menunggu reaksi guru.</p>
<p>Dia melihat guru menarik napas panjang dan berkata, &#8220;Bacaanmu sudah cukup bagus. Besok saya minta kamu menemui saya untuk membaca kalimat itu lagi. Tapi ingat kamu harus benar sudah hafal.&#8221;</p>
<p>Perintah itu dituruti. Semalaman dia menguatkan hafalannya. Esoknya, begitu menghadap guru, dia menyampaikan sudah hafal. Dia tidak jadi dites. Hanya saja, sebelum pamit, dia diberi amanah agar membaca tiga kali setiap selesai salat.</p>
<p>Dia yakin yang barusan diterima itu termasuk cara guru memberi ijazah atau wejangan ilmu. Menurutnya, dia termasuk murid yang lebih diperhatikan sehingga banyak hal diterima dalam bentuk simbul dan penjelasan yang safaknya umum.</p>
<p>Meski amanah itu sudah dilaksanakan, dia belum bisa memahaminya. Tiap kali ditanyakan pada guru, dijawab, tidak pernah diberi tahu. Dia hanya mengikuti agar amalan itu minimalnya  dibaca setiap pagi dan  petang.</p>
<p>Setiap kali dia akan meninggalkan amalan itu hatinya merasa tidak tenang.  Apalagi setelah mengetahui arti kalimatnya dari Alquran terjemah, sehingga dia mulai memahaminya. Dan bagi dia amalan itu dinilai yang banyak menyita konsentrasinya dibanding yang lain.</p>
<p>Pemahaman ekstra perlu diterapkan untuk mengkajinya. Dia yakin, kelak bisa menemukan makna dan manfaat yang lebih mendalam. Hingga suatu saat, dia bertemu teman lain.</p>
<p>Dia juga menceritakan baru menerima wejangan dari Ayahnya. Dia menuturkan, wejangan itu sebagai kunci dari keselamatan. Artinya, setinggi apa pun ilmu yang dimiliki, jika tidak selamat, ya tidak ada manfaatnya.</p>
<p>Merasa tertarik dengan amalan itu, Ahmad mendesak Hambali memberitahukan kepadanya. Awalnya ditolak, karena amalan itu masih baru dan belum dimatangkan. Namun dengan berbagai upaya, Hambali bersedia, dengan catatan dia  datang ke rumahnya malam hari.</p>
<p><strong>Pura-pura menghafal</strong></p>
<p>Saat waktunya tiba, Hambali memerintahkan Ahmad membuka bagian dari surat Al An&#8217;am. Dia terkejut, karena ayat itu sudah sering dia baca. Maka, untuk membesarkan hati teman, Ahmad tidak mengatakan kalau dia sudah hafal.</p>
<p>Dia pura-pura menghapal kata demi kata, di depan Hambali. Setelah yakin bacaannya lancar, Hambali membuka rahasia ayat itu.  Rasa ingin tahunya terjawab. Ayat pendek yang dihapalkan lebih dua bulan itu mengandung penjabaran luas. Dan mewakili berbagai jenis ilmu hikmah.</p>
<p>Maka, pelajaran dia itu berakhir ketika Ahmad membacakan arti kalimatnya, &#8220;Dia tidak bisa dicapai dengan penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan, dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.&#8221;</p>
<p>Setelah hafal amalan itu, dia menjadi malas dengan wirid panjang. Dia fokus ke amalan yang baru. Dan ketika menggunakan amalan itu banyak hal dia alami. Pernah suatu saat, dia menghadapi orang dari kampung lain yang akan menyerbu kampungnya.</p>
<p>Kekuatan mereka sekitar 100 orang. Saat itu, dia ditemani lima teman, dan satu diantaranya adalah Hambali yang tempo hari mengajarkan doa kepadanya. Sepanjang perjalanan dia tidak menyuruh temannya  berdoa agar menang atau kebal senjata, melainkan doa minta selamat.</p>
<p>Dia membaca bagian dari ayat pada surat Al Anam, itu ratus kali, karena perjalanan mereka dua kilo meter. Yang berikutnya benar-benar tidak terbayangkan. Gerombolan yang tadinya siap mengeroyok pun kehilangan semangat.</p>
<p><strong><em>Masruri, penulis buku praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan Cluwak Pati</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/18/puncak-ilmu-selamat">Puncak Ilmu Selamat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jimat Alam, Jimat Buatan &#8211; II</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/31/jimat-alam-jimat-buatan-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2023 16:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[jimat alam]]></category>
		<category><![CDATA[jimat buatan]]></category>
		<category><![CDATA[jimat dan keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=326539</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAAT JALAN sore ke kali Gelis melihat rumput yang di daerah saya disebut rumput &#8220;gajah-gajahan&#8221;-an. Herannya, di Google rumput ini berubah nama menjadi &#8220;Buluh Perindu&#8221; yang konon di Pasar Jatibening, rumput itu dijual dan dibumbui sebagai sarana mistik. Nilai jual dari bunga rumput itu karena dapat bergerak sendiri saat dibasahi dengan air. Bahkan salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/31/jimat-alam-jimat-buatan-ii">Jimat Alam, Jimat Buatan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" />SAAT JALAN</strong> sore ke kali Gelis melihat rumput yang di daerah saya disebut rumput &#8220;gajah-gajahan&#8221;-an. Herannya, di Google rumput ini berubah nama menjadi &#8220;Buluh Perindu&#8221; yang konon di Pasar Jatibening, rumput itu dijual dan dibumbui sebagai sarana mistik.</p>
<p>Nilai jual dari bunga rumput itu karena dapat bergerak sendiri saat dibasahi dengan air. Bahkan salah satu dari tokoh intelektual yang pernah dinominasikan sebagai calon menteri pendidikan zaman Orba pun menjadikan benda ini sebagai jimat yang ditaruh dalam pena emasnya.</p>
<p>Kesannya lucu! Namun itu sah-sah saja, yang penting yakin, karena prasang manusia itu bagian dari doa yang tidak terucap. “Katamu, doamu.” Padahal, yang banyak beredar di pasaran itu bukan benda mistis.</p>
<p>Yang dianggap sebagai buluh perindu itu aslinya bunga rumput “gajah” yang banyak tumbuh liar di pedesaan. Zaman saya kecil memanfaatkan bunga itu untuk  mainan, karena jika disisipkan pada ujung lengan baju, ketika ada gerakan tangan saat berjalan, serabut lembutnya bergerak.</p>
<p>Dan itu menyebabkan bunga itu  berjalan, yang semula ditaruh di ujung lengan baju lengan panjang, bisa berjalan dan tahu-tahu sudah berada di pundak atau leher.</p>
<p>Bunga rumput itu jika sudah dikeringkan, warnanya coklat  dan bisa jika dibasahi dengan air atau ludah bisa bergerak-gerak sendiri. Bagi yang yang belum tahu bahwa itu bunga rumput yang biasa tumbuh di jalan pedesaan, dianggap itu keajaiban.</p>
<p>Teman saya di Jakarta, karena dia jualan alat sulap dan benda-benda “mistis”  dia sering didatangi  orang untuk mencari barang unik semi magis. Itu berawal ketika dia main kerumah saya, saat jalan ke sungai, dia menemukan  banyak rumput gajah yang tumbuh di pinggiran jalan dan di kuburan.</p>
<p>Sebelumnya dia kalau ambil barang itu ke Pasar Jatibening. Bunga rumput itu, waktu usia kanak-kanak, saat saya menggembala kambing tahun 80-an, disebut rumput  jago. Kata teman itu apapun bendanya, kalau keyakinannya terhadap benda itu ada, keajaibannya bisa datang, karena Tuhan mengikuti apa yang menjadi persangkaan hamba-Nya.</p>
<p>Buluh perindu yang (katanya) asli itu infonya berasal dari Kalimantan. Buluh, artinya bambu. Adanya di kedalaman daerah rawa yang di atas bukit, dan sulit menjangkaunya, apalagi mendapatkannya, karena harus menyelami kedalaman rawa. Apalagi (katanya) di situ dijaga suku pedalaman dan makhluk halus.</p>
<p>Yang sudah ada dalam botol, biasanya diberi nama “minyak bulu perindu”. Sejarahnya minyak itu didapat dari lubang atas pohon besar. Kata kepala suku proses terjadinya minyak itu dari burung perindu yang mati tua di sarang atau di lobangnya, dan lama kelamaan bangkainya menjadi minyak dan dikeramatkan karena minyaknya diyakini istimewa.</p>
<p><strong>Asal Diyakini</strong></p>
<p>Kalau menurut saya, benda apapun bisa dijadikan jimat jika diyakini. Benda yang sama perannya menjadi berbeda tergantung provokasi yang masuk otaknya. Maka, yang mau meyakini itu azimat, silakan dan yang meyakini mainan, juga silakan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/31/jimat-alam-jimat-buatan-ii">Jimat Alam, Jimat Buatan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2022 09:09:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[mistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=283463</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUATU sore ada warga ditemukan meninggal akibat tusukan senjata tajam. Setelah kasusnya ditangani Polisi, pihak keluarga,  ikhtiar mendatangi sesepuh agar pelakunya segera terungkap. Keluarga yang lain ikut melakukan hal yang sama. Ada yang menggunakan tradisi agama, dengan ilmu hikmah, ada yang dengan tradisi jawa. Tujuannya sama, agar kasus pembunuhan itu segera terungkap. Salah satu dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2">Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>SUATU </strong>sore ada warga ditemukan meninggal akibat tusukan senjata tajam. Setelah kasusnya ditangani Polisi, pihak keluarga,  ikhtiar mendatangi sesepuh agar pelakunya segera terungkap.</p>
<p>Keluarga yang lain ikut melakukan hal yang sama. Ada yang menggunakan tradisi agama, dengan ilmu hikmah, ada yang dengan tradisi jawa. Tujuannya sama, agar kasus pembunuhan itu segera terungkap.</p>
<p>Salah satu dari sesepuh yang didatangi, menyarankan agar  keluarga korban disarankan membaca amalan tertentu sebanyak  10 kali setelah salat mahrib. Tujuannya “mohon keadilan” dan tidak disarankan berdoa agar pelakunya tertangkap atau kena musibah.</p>
<p>“Biar Allah yang mengatur, karena Dia yang Mahaadil, ” pesan sesepuh. Mereka lalu mengamalkan doa yang diterima dari sesepuh itu. Terjadi keajaiban. Pada akhir acara tujuh hari,  cucu dari korban itu bikin gaduh.</p>
<p>Dia  “kesurupan” dan bertingkah aneh, mengigau sambil menuding salah satu warga yang hadir dalam acara tahlilan. Anak itu  berkata, “kamu yang membunuh,” sambil menangis histeris. Kejadian itu membuat suasana tahlil pun gaduh.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2022/09/30/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii">Puter Giling dan Doa Keadilan – I</a></strong></span></p>
<p>Tentu saja warga yang dituding memungkiri, apalagi secara hukum, kesaksian anak tidak bisa diterima secara hukum. Namun tidak demikian  dengan pendapat keluarga. Kejadian heboh pada malam ketujuh itu dimanfaatkan untuk menggali informasi lebih dalam.</p>
<p>Secara diam-diam ada yang kordinasi dengan keluarga yang anggota aparat. Tentu saja, kesaksian anak kecil tidak bisa atau tepatnya tidak laku dijadikan sebagai “barang bukti” namun oleh keluarga dicari titik temu sebagai bentuk ikhtiar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2">Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nazar Jangan yang Memberatkan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2022 13:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=270573</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUMAH di belakang anak-anak yang sedang meloncat ini punya kisah tersendiri. Posisi rumah itu ada di samping timur rumah saya. Sebelum dibangun rumah, di situ tanah kosong. Ketika ada warga sedang konflik dengan saudaranya hingga ada yang terusir dari rumahnya, itu  mengutarakan keinginannya untuk membeli tanah orangtua saya, yang posisinya ada  di timur bangunan rumah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan">Nazar Jangan yang Memberatkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>RUMAH </strong>di belakang anak-anak yang sedang meloncat ini punya kisah tersendiri. Posisi rumah itu ada di samping timur rumah saya. Sebelum dibangun rumah, di situ tanah kosong.</p>
<p>Ketika ada warga sedang konflik dengan saudaranya hingga ada yang terusir dari rumahnya, itu  mengutarakan keinginannya untuk membeli tanah orangtua saya, yang posisinya ada  di timur bangunan rumah saya.</p>
<p>Karena iba, keluarga kami mempersilakan, bahkan tetangga itu diberi keringanan harga, bahkan dibolehkan mengangsur jika nanti sudah ada rezeki. Karena merasa tertolong, saking senangnya, janda itu ikrar, besuk akan merawat Ibu saya sepanjang hidupnya.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2022/05/13/keajaiban-doa-dan-ilmu-yakin">Keajaiban Doa dan Ilmu Yakin</a></strong></span></p>
<p>Ternyata, niat baik itu tidak kesampaian, karena dia meninggal duluan. Dan setelah itu menyusul anak lelakinya, sehingga rumah itu  suwung atau tidak berpenghuni.</p>
<p><strong>Tamu Jakarta</strong></p>
<p>Tiga bulan kemudian ada sahabat  dari Jakarta silaturahmi ke rumah saya. Beliau tanya status rumah kosong itu dan saya jawab, kosong. Karena pemilik dan anaknya meninggal, dan anak-anak yang perempuan sudah punya rumah.</p>
<p>Tamu itu lalu berkata, &#8220;Pak, bagaimana kalau rumah itu saya beli, biar nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum, belajar, bermain, membaca (perpustakaan) pelatihan terapi, bekam, pijat, dsb.”</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan">Nazar Jangan yang Memberatkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fotomu, Prasangkamu, Doamu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/06/25/fotomu-prasangkamu-doamu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2022 11:26:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[parapsikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=260806</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEMBUKA buku-buku karya saya era 90-an, saya terkejut. Beberapa orang yang jadi foto model ilustrasi dalam buku, belakangan (sebagian) mengalami hal mendekati sesungguhnya seperti adegan yang diperankan. Misalnya, orang yang saya potret sebagai model korban pembunuhan, belakangan mengalami hal yang seperti adegan foto itu. Ada juga anak muda yang saya potret memerankan adegan nyopet, belakangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/25/fotomu-prasangkamu-doamu">Fotomu, Prasangkamu, Doamu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>MEMBUKA </strong>buku-buku karya saya era 90-an, saya terkejut. Beberapa orang yang jadi foto model ilustrasi dalam buku, belakangan (sebagian) mengalami hal mendekati sesungguhnya seperti adegan yang diperankan.</p>
<p>Misalnya, orang yang saya potret sebagai model korban pembunuhan, belakangan mengalami hal yang seperti adegan foto itu. Ada juga anak muda yang saya potret memerankan adegan nyopet, belakangan mengalami hal itu. Termasuk juga model orang depresi. Ada juga tamu yang perangkat desa dari luar provinsi, juga ternyata mengalami hal yang seperti dia perankan.</p>
<p>Apakah itu suatau kebetulan atau “sinyal”-nya sudah tertangkap secara tidak saya sadari? <em>Wallahu a’lam</em>. Dua kejadian yang saya tulis itu diketahui anak-anak muda yang biasa main di kediaman saya. Dan sejak fenomena itu mereka menolak jika saya potret untuk adegan yang tidak memerankan hal yang positif.</p>
<p>Fenomena ini sempat saya diskusikan dengan senior saya. Komentarnya beragam. Ada yang menganalisa itu proses alamiah karena “ketajaman” instink yang secara tidak sadar hinggap dalam benak saya disaat memilih model.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2022/05/27/ilmu-untuk-menghilang">Ilmu untuk Menghilang </a></strong></span></p>
<p>Bisa juga ini yang dinamakan <em>The Lao of Attraction</em> yaitu apa pun yang kita pikirkan, kita akan menarik hal tersebut ke dalam diri, karena inti dari hukum ini tergantung apa yang kita pikirkan.</p>
<p>Salah satu senior saya di bidang penulisan dan trainer pemberdayaan diri juga memiliki daftar panjang, khususnya dalam dunia sinetron. Yaitu, orang yang berperan <em>gendheng </em>di 212 (Wiro Sableng) terakhir dikabarkan mengalami hal yang mendekati perannya. Mereka yang berperan stroke, belakangan stroke beneran.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/25/fotomu-prasangkamu-doamu">Fotomu, Prasangkamu, Doamu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‘Ajianmu’ Mewarnai Kehidupanmu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/04/23/ajianmu-mewarnai-kehidupmu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2021 11:07:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[ajian]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=165986</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; TAHUN 1981 menjelang Idul Fitri, bersama teman satu kampung, saya mudik dari terminal Pulo Gadung. Sebelum beli tiket, kami ke mushala. Setelah salat, teman saya mengatakan, tadi saat wudu dia melihat bapak sepuh yang wudu di sampingnya uangnya dalam plastik jatuh lalu diambil tukang semir. Karena iba, saya lalu menggeledah kotak semirnya, dan segebok [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/04/23/ajianmu-mewarnai-kehidupmu">‘Ajianmu’ Mewarnai Kehidupanmu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-140441 size-medium" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7-400x116.jpg" alt="" width="400" height="116" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7-150x43.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7.jpg 604w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p><strong>TAHUN</strong> 1981 menjelang Idul Fitri, bersama teman satu kampung, saya mudik dari terminal Pulo Gadung. Sebelum beli tiket, kami ke mushala. Setelah salat, teman saya mengatakan, tadi saat wudu dia melihat bapak sepuh yang wudu di sampingnya uangnya dalam plastik jatuh lalu diambil tukang semir.</p>
<p>Karena iba, saya lalu menggeledah kotak semirnya, dan segebok uang saya temukan lalu saya serahkan petugas informasi. Setelah diumumkan, menyusul panggilan agar anak muda yang menyerahkan uang itu agar datang ke ruang informasi.</p>
<p>Di ruang informasi, saya dipertemukan dengan Bapak Sepuh pedagang kopiah keliling asal Pekalongan. Beliau menangis haru karena uang hasil jualan keliling selama tiga bulan ditemukan lagi.</p>
<p><strong>Trah Ribut</strong></p>
<p>Di Jawa ada istilah pawakan atau trah yang melekat pada diri seseorang. Fenomena itu sering dikaitkan dengan “ngelmu” atau bidang yang ditekuninya. Mungkin karena saya saat itu lagi akrab-akrabnya dengan beladiri dan “kanuragan” alam pun menarik saya sering berurusan dengan power.</p>
<p>Padahal, kalau boleh memilih, saya lebih nyaman jika kemana pun selalu ketemu suasana nyaman damai. Namun alam sering “merepotkan” saya dengan hal yang berkaitan dengan urusan orang lain. Bahkan, lebaran tahun berikutnya, saya ketemu masalah lagi.</p>
<p>Saya naik bus Jakarta – Semarang. Walau sudah tertera tarif resmi, masih ada yang tidak beres. Penarikan tiket dilakukan saat bus  jalan dan dilakukan para calo, harga tiket pun naik dua kali lipat. Cara  menarik tiketnya, bus berhenti di pinggir jalan yang sepi dekat lokasi sawah.</p>
<p>Saya protes, dengan keyakinan penumpang lain bisa kompak. Dugaan saya meleset. Mereka hanya menonton. Karena tetap ngeyel, kawanan calo mengajak saya menjauh ke tengah sawah, mengajak kompromi dengan imbalan tiket gratis. Karena saya tolak, bus lalu putar balik ke Pulo Gadung.</p>
<p>Dalam kondisi kalut melihat penumpang telantar, saya berjalan ke  arah timur. Pada jarak 150 meter saya ketemu perumahan. Saya lalu minta warga mengantar saya ke penghuni perumahan yang polisi. Setelah ketemu, saya jelaskan kronologinya. Tuan rumah lalu berkomunikasi dengan Walkie Talkie, dan satu jam kemudian datang bus pengganti lalu mengantar penumpang sampai Kudus.</p>
<p>Mudik tahun berikutnya, kena masalah lagi. Saya naik bus dari terminal yang sama. Oleh yang mencari penumpang disebut ke Semarang.  Ternyata bus berhenti di Pemalang. Saya dan penumpang lain protes. Namun awak bus bersiasat, yang dia katakan di Pulogadung itu Pemalang, bukan Semarang.</p>
<p>Merasa dipermainkan, saya pakai siasat. Bus, sopir, kernet dan penumpang yang menelantarkan, saya foto.  Saya lalu dekati awak bus. Mereka saya intimidasi,  jika bus tidak sampai Semarang, akan saya tulis di koran, maksud saya di surat pembaca. Awak bus ketakutan, mengira saya wartawan. Padahal itu kamera tidak ada filmnya.</p>
<figure id="attachment_165990" aria-describedby="caption-attachment-165990" style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-165990" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-165990" class="wp-caption-text">ilustrasi. Foto; dok/ist</figcaption></figure>
<p><strong>Mulai Menulis </strong></p>
<p>Ketika saya memutuskan pulang kampung dan alih profesi menulis, saat mewawancari  kiai ahli hikmah. Saya kisahkan masa lalu saya yang kemanapun sering ketemu masalah, dsb. Oleh beliau dijelaskan, ujian manusia itu disesuaikan keilmuannya.</p>
<p>“Namun di balik itu ada hikmah, Tuhan sedang mengisi tabungan energi kepada Anda,” tuturnya.</p>
<p>Ahli hikmah yang penulis kitab itu berkisah tentang pemuda Ashabul Kahfi yang terjebak dalam gua. Mereka berdoa bergantian dengan menyebut amal baiknya agar datang pertolongan-Nya.</p>
<p>Dikisahkan tujuh pemuda yang tertidur dalam gua selama 309 tahun. Mereka sembunyi dari kejaran Raja Dikyanus karena mereka menolak menyembah berhala. Mereka lalu bersembunyi dalam goa. Kisah itu tertulis dalam Surah Al-Kahfi 18 : 14 &#8220;Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, &#8220;Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.&#8221;</p>
<p>Tuhan lalu menutup pendengaran dan penglihatan mereka hingga tertidur 309 tahun. Kisah ini ada dalam surah Al-Kahf ayat 10-11:” &#8220;Ingatlah ketika pemuda-pemuda itu berlindung kedalam goa lalu mereka berdoa, &#8220;Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami&#8221;. Maka Kami tutup telinga mereka dalam goa itu selama beberapa tahun.&#8221;</p>
<p>Ketika terbangun, mereka mengira hanya tidur sehari, namun ketika salah satu dari mereka keluar membeli makanan, dia heran keadaan kota sudah berubah. Itulah kisah ashabul kahfi yang ditidurkan ratusan tahun. Beliau lalu menyarankan, kisah-kisah dramatik pada masa lalu itu gunakan untuk wasilah di saat ada keruwetan. Insya Allah ada pertolongan dari-Nya.</p>
<p><strong>Kajian NLP</strong></p>
<p>Kembali pada bahasan awal, kenapa ketika saya akrab dengan ilmu Jawara justru sering bertemu masalah? Menurut Ki Noeryanto A Dhipura, manusia bukan alat elektronik yang sepaket dengan buku petunjuknya. Manusia lahir tanpa modul dan petunjuk menggunakan pikiran  <em>Neuro-Linguistic Programming (NLP)</em> tentang ilmu mengurai fenomena pikiran sadar atau bawah sadar.</p>
<p>Manusia tak jauh dari apa yang sering dipikirkan, ucapkan dan yang dilakukan. Jika sering memikirkan kemarahan, maka kemarahan itu menjadi akrab dengan kehidupannya. Jika kesenangan dan rasa syukur, kehidupannya selalu bahagia. Begitulah tradisi metafisika.</p>
<p>Maka orang yang aktif dan akrab dengan suatu amalan,  kehidupannya akan  berkembang sesuai yang diamalkan. Yang akrab dengan mantra  kesaktian, kehidupannya juga memberi ruang untuk mempraktikkan apa yang dibacanyanya, karena pikiran, tubuh dan jiwa itu satu kesatuan.</p>
<p>Maka sebelum mengamalkan wirid atau amalan-amalan “jaga diri”, kesaktian, bertimbangkan dulu sudahkah Anda siap dengan paket-paket lain yang akan hadir menyertainya? Salam!</p>
<p><em>Masruri, praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan, Cluwak, Pati</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/04/23/ajianmu-mewarnai-kehidupmu">‘Ajianmu’ Mewarnai Kehidupanmu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>