<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keracunan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/keracunan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Feb 2026 23:59:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Keracunan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>1.000 Orang Lebih Keracunan MBG di Jawa Tengah, SPPG Harus Patuhi SOP dan Buat IPAL</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/05/1-000-orang-lebih-keracunan-mbg-di-jawa-tengah-sppg-harus-patuhi-sop-dan-buat-ipal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 23:59:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[dapur]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Hanung Triyono]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<category><![CDATA[sppg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=542998</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lebih dari 1.000 orang dikatakan mengalami keracunan usai mengonsumsi program dari Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah. Dua kasus terjadi sejak awal Januari 2026 hingga awal Februari 2026, di Kabupaten Grobogan dan Kudus. ”(1000 orang ada ya?) Ada,” ucap Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, di Kota [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/05/1-000-orang-lebih-keracunan-mbg-di-jawa-tengah-sppg-harus-patuhi-sop-dan-buat-ipal">1.000 Orang Lebih Keracunan MBG di Jawa Tengah, SPPG Harus Patuhi SOP dan Buat IPAL</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) – </strong>Lebih dari 1.000 orang dikatakan mengalami keracunan usai mengonsumsi program dari Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah. Dua kasus terjadi sejak awal Januari 2026 hingga awal Februari 2026, di Kabupaten Grobogan dan Kudus.</p>
<p>”(1000 orang ada ya?) Ada,” ucap Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, di Kota Semarang, Rabu, 4 Januari 2025.</p>
<p>Dia tak menampik, makanan itu berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Salah satunya SPPG Purwosari di Kabupaten Kudus yang berdampak pada ratusan siswa.</p>
<p>”(SPPG) sudah mengantongi SLHS, iya. Kalau <em>enggak</em> <em>kan enggak</em> bisa dibuka, <em>enggak </em>bisa buka resmi kan,” katanya.</p>
<p>Hanung meminta betul, agar pengelola dapur MBG atau SPPG harus bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Seperti teliti mengecek bahan makanan, cara memasak, dan sumber air. Jangan sampai teledor sedikitpun.</p>
<p>Dia mengingatkan agar semua SOP-nya  dilakukan dengan benar. Utamanya juga soal penggunaan sumber air, yang telah dinyatakan layak higienis. SPPG agar tidak berganti-ganti mencoba sumber air baru.</p>
<p>“Jangan mencoba yang lain. Kalau mencoba yang lain ya harus dicek dulu. Itu s aja. Jadi banyak faktor yang membuat seperti itu. Tapi tetap teman-teman dari SPPG tetap berupaya keras untuk itu,” katanya.</p>
<p><strong>SPPG Harus Punya IPAL</strong></p>
<p>Hanung mengatakan, setiap SPPG harus memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Dimana masih banyak ditemui SPPG yang membuang air limbah seperti cucian piring di lingkungan sekitar. Baik dialirkan di Sungai, saluran irigasi, dan lainnya.</p>
<p>”(IPAL) itu dalam proses ya,” katanya.</p>
<p>Hanung bilang, dalam persyaratan SLHS juga akan menilai keberadaan IPAL. Untuk itu SPPG harus memilikinya supaya tidak mencemari lingkungan, yang bahkan bisa mengganggu masyarakat sekitar SPPG.</p>
<p>Lebih lanjut, Hanung mengatakan, setiap dugaan keracunan MBG yang terjadi aka nada Tindakan untuk pengelola SPPG. Tindakan itu yakni pemberhentian sementara operasional Dapur MBG.</p>
<p>”Tutup dulu sementara. Cari masalahnya apa? Di situ betul. Berarti kita benahi dulu baru dibuka (lagi),” katanya. (*)</p>
<p><strong>Diaz A Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/05/1-000-orang-lebih-keracunan-mbg-di-jawa-tengah-sppg-harus-patuhi-sop-dan-buat-ipal">1.000 Orang Lebih Keracunan MBG di Jawa Tengah, SPPG Harus Patuhi SOP dan Buat IPAL</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Natalius Pigai Soroti Keracunan MBG Grobogan, Berikan Pesan untuk Siswa: Jangan Trauma</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/13/natalius-pigai-soroti-keracunan-mbg-grobogan-berikan-pesan-untuk-siswa-jangan-trauma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 11:39:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Natalius Pigai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=539207</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kehadiran Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai di Grobogan menegaskan keseriusan pemerintah menyikapi kasus keracunan MBG yang menimpa para siswa di Kecamatan Gubug beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, Natalius Pigai juga memastikan program nasional tersebut tetap berjalan aman dan bertanggung jawab. Natalius Pigai mendatangi RSUD dr Soedjati Purwodadi untuk melihat secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/13/natalius-pigai-soroti-keracunan-mbg-grobogan-berikan-pesan-untuk-siswa-jangan-trauma">Natalius Pigai Soroti Keracunan MBG Grobogan, Berikan Pesan untuk Siswa: Jangan Trauma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Kehadiran Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai di Grobogan menegaskan keseriusan pemerintah menyikapi kasus keracunan MBG yang menimpa para siswa di Kecamatan Gubug beberapa waktu lalu.</p>
<p>Tak hanya itu, Natalius Pigai juga memastikan program nasional tersebut tetap berjalan aman dan bertanggung jawab.</p>
<p>Natalius Pigai mendatangi RSUD dr Soedjati Purwodadi untuk melihat secara langsung kondisi para korban yang masih menjalani perawatan medis akibat dugaan keracunan makanan, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Ia menyambangi Bangsal Asoka RSUD dr Soedjati Purwodadi dan berdialog langsung dengan pasien serta tenaga kesehatan yang menangani para santri.</p>
<p>Sebagian besar pasien yang dirawat merupakan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, yang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/13/broken-strings-sebagai-cermin-membangun-kurikulum-yang-protektif-dan-humanis">Broken Strings sebagai Cermin: Membangun Kurikulum yang Protektif dan Humanis</a></strong></h6>
<p>Berdasarkan data pihak rumah sakit, dari total 29 pasien keracunan MBG, sebanyak 16 siswa telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, sementara 13 lainnya masih membutuhkan perawatan intensif.</p>
<p>Dalam kesempatan itu itu, Natalius Pigai secara langsung memberikan dukungan moril kepada para santri agar tidak menyimpan trauma terhadap program Makan Bergizi Gratis.</p>
<p>“Nanti jangan trauma ya. Ini akan diperbaiki. Setelah ini kalian semangat sekolah lagi,” ujar Natalius Pigai kepada para santri yang dirawat.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa para siswa menunjukkan semangat yang tinggi untuk kembali beraktivitas dan melanjutkan pendidikan setelah kondisi kesehatan mereka pulih sepenuhnya.</p>
<p>“Semua yang saya tanya berkeinginan tetap melanjutkan sekolah, tinggal 13 orang yang masih dirawat,” jelas Natalius Pigai kepada awak media.</p>
<p>Selain memberikan motivasi, Menteri Hak Asasi Manusia itu juga mendengarkan secara saksama keluhan yang disampaikan para pasien dan orang tua yang turut mendampingi.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/13/bencana-desa-tempur-menguatkan-solidaritas-masyarakat-jepara">Bencana di Desa Tempur, Menguatkan  Solidaritas Masyarakat Jepara</a></strong></h6>
<p>Dari hasil dialog tersebut, Natalius Pigai menyimpulkan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi para santri diduga tidak memenuhi standar kebersihan yang semestinya.</p>
<p>“Rata-rata sakitnya sama, setelah mereka memakan makanan yang sama dan SPPG-nya juga sama,” ungkap Natalius Pigai menegaskan temuannya.</p>
<p>Ia menilai evaluasi secara profesional terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi langkah penting agar program MBG di Grobogan dan daerah lain tetap aman bagi penerima manfaat.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jangkauan penerima, tetapi juga dari kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.</p>
<figure id="attachment_539213" aria-describedby="caption-attachment-539213" style="width: 681px" class="wp-caption alignright"><img class="size-full wp-image-539213" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/NP.jpeg" alt="" width="681" height="380" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/NP.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/NP-400x223.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/NP-150x84.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-539213" class="wp-caption-text">Menteri HAM, Natalius Pigai. Foto: dok Protkopim Setda Grobogan.</figcaption></figure>
<p>“Tujuan program MBG dari Presiden sangat mulia demi generasi penerus bangsa, sehingga harus dijalankan secara bertanggung jawab,” katanya.</p>
<p>Natalius Pigai juga mengungkapkan bahwa secara nasional jumlah kasus keracunan tergolong kecil dibandingkan total penerima manfaat program tersebut.</p>
<p>Ia menyebutkan dari sekitar 53 juta penerima MBG, hanya sekitar 0,0017 persen yang mengalami kasus, namun pemerintah tetap berkomitmen melakukan pembenahan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/13/syiar-ramadan-majt-akan-dibawa-lebih-dekat-dengan-anak-muda">Syiar Ramadan MAJT Akan Dibawa Lebih Dekat dengan Anak Muda</a></strong></h6>
<p>“Sumber masalah dari SPPG, maka kami (Pemerintah, red), akan melakukan perbaikan dan evaluasi, jika SPPG profesional dan higienis, tentu akan menyajikan makanan yang lebih baik dan tidak ada kejadian seperti ini,” pungkas Natalius.</p>
<p>Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG harus dilakukan.</p>
<p>Dengan evaluasi tersebut, pihaknya berharap agar kasus serupa yang terjadi di Gubug beberapa waktu lalu tidak terulang lagi.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/13/natalius-pigai-soroti-keracunan-mbg-grobogan-berikan-pesan-untuk-siswa-jangan-trauma">Natalius Pigai Soroti Keracunan MBG Grobogan, Berikan Pesan untuk Siswa: Jangan Trauma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Jateng Cek Sumber Keracunan MBG Siswa di Grobogan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/13/dinkes-jateng-cek-sumber-keracunan-mbg-siswa-di-grobogan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 08:48:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Keaehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=539142</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melakukan penanganan dan penelusuran  atas dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Grobogan. Penelusuran penyebab kejadian disebut dilakukan secara menyeluruh oleh tim lintas instansi. “Kami melalui Dinas Kesehatan sedang mengasesmen penyebabnya secara detail. Mudah-mudahan seluruh warga yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/13/dinkes-jateng-cek-sumber-keracunan-mbg-siswa-di-grobogan">Dinkes Jateng Cek Sumber Keracunan MBG Siswa di Grobogan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melakukan penanganan dan penelusuran  atas dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Grobogan. Penelusuran penyebab kejadian disebut dilakukan secara menyeluruh oleh tim lintas instansi.</p>
<p>“Kami melalui Dinas Kesehatan sedang mengasesmen penyebabnya secara detail. Mudah-mudahan seluruh warga yang masih membutuhkan penanganan medis dapat segera pulih, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 13 Januari 2025.</p>
<p>Pemeriksaan yang dilakukan Dinkes Jateng, kata dia, mencakup seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari penyiapan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian kepada para siswa.</p>
<p>Menurut dia, evaluasi harus segera dilakukam. Difokuskan pada aspek waktu pengolahan makanan serta penerapan standar higienitas, baik terhadap bahan pangan maupun proses memasak. Langkah tersebut penting untuk memastikan perbaikan sistem dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.</p>
<p>Selain penanganan medis, Pemprov Jateng juga memperkuat koordinasi lintas instansi. BGN bersama Dinas Kesehatan dalam pembahasan kasus tersebut. Termasuk evaluasi pelaksanaan program serta langkah lanjutan sesuai kewenangan masing-masing lembaga.</p>
<p>“Untuk hal-hal yang berkaitan dengan sanksi dan tindak lanjut program menjadi kewenangan BGN. Sejak pagi, BGN juga sudah berada di Dinas Kesehatan untuk membahas penanganan kasus ini,” ujar Sumarno.</p>
<p>Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan per Selasa, 13 Januari 2026, pukul 06.00, jumlah siswa terdampak dugaan keracunan MBG tercatat sebanyak 803 orang.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, 688 orang telah dinyatakan sembuh, sementara 115 orang lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan dan terus dipantau kondisinya. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/13/dinkes-jateng-cek-sumber-keracunan-mbg-siswa-di-grobogan">Dinkes Jateng Cek Sumber Keracunan MBG Siswa di Grobogan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo Jenguk Korban Keracunan MBG di RS Getas Pendowo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/11/wakil-bupati-grobogan-sugeng-prasetyo-jenguk-korban-keracunan-mbg-di-rs-getas-pendowo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 14:14:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[gubug]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<category><![CDATA[Sugeng Prasetyo]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=538852</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo mendatangi RS Getas Pendowo untuk membesuk para korban keracunan MBG yang masih menjalani perawatan intensif, Minggu (11/1/2026). Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para korban yang terdampak langsung program Makan Bergizi Gratis tersebut. Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo datang ke RS Getas Pendowo bersama Sekda Grobogan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/11/wakil-bupati-grobogan-sugeng-prasetyo-jenguk-korban-keracunan-mbg-di-rs-getas-pendowo">Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo Jenguk Korban Keracunan MBG di RS Getas Pendowo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo mendatangi RS Getas Pendowo untuk membesuk para korban keracunan MBG yang masih menjalani perawatan intensif, Minggu (11/1/2026).</p>
<p>Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para korban yang terdampak langsung program Makan Bergizi Gratis tersebut.</p>
<p>Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo datang ke RS Getas Pendowo bersama Sekda Grobogan, Anang Armunanto, untuk memastikan kondisi para korban keracunan MBG tertangani dengan baik. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus memantau perkembangan kesehatan para pasien.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Sugeng Prasetyo menyusuri sejumlah ruang rawat inap tempat para pasien dirawat sejak Sabtu (10/1/2026) itu.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/11/para-korban-terdampak-keracunan-di-gubug-dirawat-di-berbagai-fasilitas-kesehatan">Para Korban Terdampak Keracunan di Gubug Dirawat di Berbagai Fasilitas Kesehatan</a></strong></h6>
<p>Sugeng secara langsung menyapa satu per satu korban yang sebagian besar merupakan santri. Ia menyampaikan empati serta dorongan moril agar para pasien tetap kuat dan optimistis selama menjalani proses pemulihan.</p>
<p>Kunjungan itu juga didampingi Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dr Djatmiko dan Direktur Utama RS Getas Pendowo dr Agus Budi Sarjono.</p>
<p>Sugeng Prasetyo yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Grobogan memanfaatkan kesempatan itu untuk menggali informasi langsung dari para korban. Ia meminta para santri menceritakan kronologi kejadian secara terbuka tanpa tekanan.</p>
<p>Para santri pun menyampaikan pengakuan secara jujur. Mereka menjelaskan bahwa selama ini distribusi Makan Bergizi Gratis biasanya tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB.</p>
<p>Namun pada Jumat (9/1/2026), makanan tersebut baru diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi ini berbeda dari jadwal biasanya dan memengaruhi waktu konsumsi para santri.</p>
<p>Sebagian santri mengaku langsung mengonsumsi MBG yang baru saja tiba. Sementara lainnya baru menyantap makanan tersebut setelah melaksanakan Sholat Jumat.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/11/lomba-tumpeng-buah-antar-kecamatan-piala-bupati-jepara">Lomba Tumpeng Buah Antar Kecamatan Piala Bupati Jepara</a></strong></h6>
<p>Selain keterlambatan distribusi, para korban juga menyampaikan adanya perubahan pada cita rasa menu. Mereka menilai rasa telur yang disajikan berbeda dari biasanya dan terasa kurang enak.</p>
<p>Tidak hanya itu, para santri menemukan kondisi nasi kuning yang tidak seperti biasanya. Bagian bawah nasi disebut lembap dan lengket, sehingga menimbulkan kecurigaan terhadap kualitas makanan.</p>
<p>Sugeng Prasetyo menyimak seluruh penjelasan tersebut dengan serius. Ia menegaskan setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Grobogan.</p>
<p>Ia meminta para santri tidak larut dalam trauma dan tetap percaya pada upaya pemerintah. Sugeng menegaskan perbaikan akan dilakukan mulai dari dapur hingga proses distribusi makanan.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai trauma ke depan, dapur dan seluruh proses MBG akan kami benahi agar lebih baik,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dr Djatmiko menjelaskan kondisi para pasien secara umum menunjukkan perkembangan positif. Tim medis terus melakukan pemantauan secara berkala.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/11/satu-orang-meninggal-dunia-akibat-tertimpa-tanah-longsor-di-kudus">Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Tertimpa Tanah Longsor di Kudus</a></strong></h6>
<p>Menurutnya, sebagian besar korban telah mengalami perbaikan kondisi kesehatan. Meski demikian, tenaga medis masih melakukan observasi terhadap beberapa pasien yang membutuhkan perhatian khusus.</p>
<p>&#8220;Sebagian besar sudah membaik, namun masih ada yang dalam observasi, kami terus memantau perkembangannya,&#8221; tegas dr Djatmiko.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/11/wakil-bupati-grobogan-sugeng-prasetyo-jenguk-korban-keracunan-mbg-di-rs-getas-pendowo">Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo Jenguk Korban Keracunan MBG di RS Getas Pendowo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Korban Terdampak Keracunan di Gubug Dirawat di Berbagai Fasilitas Kesehatan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/11/para-korban-terdampak-keracunan-di-gubug-dirawat-di-berbagai-fasilitas-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 13:53:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[gubug]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>
		<category><![CDATA[makan-bergizi-gratis]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=538848</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Jumlah korban keracunan yang diduga berasal dari menu MBG terus bertambah di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Ratusan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program tersebut. Data terbaru yang dihimpun hingga Sabtu, 9 Januari 2026, pukul 21.30 WIB, mencatat sebanyak 658 orang terdampak dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/11/para-korban-terdampak-keracunan-di-gubug-dirawat-di-berbagai-fasilitas-kesehatan">Para Korban Terdampak Keracunan di Gubug Dirawat di Berbagai Fasilitas Kesehatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Jumlah korban keracunan yang diduga berasal dari menu MBG terus bertambah di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.</p>
<p>Ratusan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program tersebut.</p>
<p>Data terbaru yang dihimpun hingga Sabtu, 9 Januari 2026, pukul 21.30 WIB, mencatat sebanyak 658 orang terdampak dari total 2.904 penerima manfaat MBG di wilayah Gubug.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/11/kai-daop-4-berlakukan-tarif-khusus-ka-relasi-semarang-cirebon-mulai-rp80-ribuan">KAI Daop 4 Berlakukan Tarif Khusus KA Relasi Semarang-Cirebon, Mulai Rp80 Ribuan</a></strong></h6>
<p>Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan laporan awal yang masuk ke petugas kesehatan.</p>
<p>Program MBG tersebut diketahui disalurkan oleh SPPG Sami Kaya Food yang berlokasi di Jalan Raya Gubug–Kedungjati Kilometer 2, Desa Kwaron, Kecamatan Gubug.</p>
<p>Makanan dari penyedia tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan di kawasan itu.</p>
<p>Sebelumnya, laporan awal menyebutkan sekitar 400 siswa mulai mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Para korban merasakan gejala seperti mual, nyeri perut, hingga muntah-muntah dalam waktu berdekatan.</p>
<p>Petugas menduga keterlambatan distribusi makanan menjadi salah satu pemicu munculnya gejala tersebut.</p>
<p>Makanan yang seharusnya diterima sekitar pukul 09.00 WIB baru sampai dan dikonsumsi siswa sekitar pukul 11.00 WIB.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/11/warga-kediren-bersama-babinsa-randublatung-bangun-jalan-dukuhan-akses-warga">Warga Kediren Bersama Babinsa Randublatung Bangun Jalan Dukuhan Akses Warga</a></strong></h6>
<p>Dampak terparah tercatat di lingkungan SMP dan SMK Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Ngroto. Mayoritas korban berasal dari kalangan santri yang tinggal dan beraktivitas di lingkungan pesantren tersebut.</p>
<p>Pengurus Yayasan Miftahul Huda Ngroto, Fuad Abdillah, menjelaskan bahwa keluhan pertama kali dirasakan para santri pada malam hari setelah mereka menyantap menu MBG yang dibagikan siang hari.</p>
<p>&#8220;Pada malam hari, sebagian santri mengeluh sakit perut dan mengalami dehidrasi. Kami berinisiatif membawa mereka ke puskesmas terdekat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, kondisi tersebut tidak berhenti pada beberapa santri saja. Keluhan serupa terus muncul dari santri lainnya, sehingga jumlah korban mengalami peningkatan cukup cepat dalam waktu singkat.</p>
<p>Melihat situasi yang berkembang, pihak yayasan segera mengambil langkah darurat dengan membuka pos pelaporan internal bagi santri yang merasakan gejala kesehatan serupa.</p>
<p>&#8220;Kami kemudian menyiarkan melalui mushala agar siapa saja yang mengalami keluhan serupa segera melapor,&#8221; kata Fuad, kepada wartawan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/11/universitas-semarang-siap-kerja-sama-dengan-bbpi-kota-semarang">Universitas Semarang Siap Kerja Sama dengan BBPI Kota Semarang</a></strong></h6>
<p>Pada Sabtu (10/1/2026), laporan sakit datang silih berganti. Santri putra dan putri, serta siswa dari unit pendidikan lain, mulai berdatangan untuk mendapatkan pemeriksaan medis.</p>
<p>Lonjakan jumlah korban membuat pihak yayasan bersama tenaga kesehatan setempat mengaku kewalahan. Petugas medis harus bekerja ekstra untuk melakukan penanganan dan pendataan secara bersamaan.</p>
<p>Berdasarkan pendataan terakhir, korban terbanyak berasal dari SMP Ponpes Miftahul Huda Ngroto dengan jumlah mencapai 251 orang. Sementara itu, SMK Ponpes Miftahul Huda Ngroto mencatat 151 santri putri terdampak.</p>
<p>Selain lingkungan pesantren, kasus dugaan keracunan MBG ini juga menjangkiti sejumlah lembaga pendidikan lain. Beberapa SD, TK, dan PAUD di Desa Ngroto, Glapan, Trisari, dan Penadaran turut melaporkan adanya korban.</p>
<p>Jika diakumulasikan, total korban keracunan MBG di Kecamatan Gubug mencapai 658 orang.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 orang harus menjalani perawatan medis lanjutan dan mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan. Hingga Minggu (11/1/2026) dilaporkan sebanyak 40 orang dirawat di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/11/wong-wong-yutun">Wong-wong Yutun</a></strong></h6>
<p>Selain itu, 11 orang lainnya dirawat di RSUD dr R Soedjati Purwodadi, sementara pasien lain mendapatkan perawatan di sejumlah puskesmas di wilayah Grobogan.</p>
<p>Pihak rumah sakit juga mencatat dua pasien yang memilih pulang atas permintaan sendiri atau APS setelah kondisi mereka dinilai membaik oleh tenaga medis.</p>
<p>Hingga saat ini, dinas kesehatan bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan kondisi para korban keracunan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/10/sekda-kota-tegal-pimpin-apel-dan-kerjabakti-bersama-urai-wilayah-terdampak-banjir">Sekda Kota Tegal Pimpin Apel dan Kerja Bakti Bersama Urai Wilayah Terdampak Banjir</a></strong></h6>
<p>Upaya penelusuran penyebab dugaan keracunan MBG di kalangan santri Miftahul Huda Gubug juga terus berjalan.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko menjelaskan, pihaknya akan mengirimkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Tengah pada Senin (12/1/2926).</p>
<p>&#8220;Kita kirimkan besok, kemudian kita juga meminta informasi ke Labkes tentang berapa lama waktu untuk menunggu hasilnya,&#8221; jelas dr Djatmiko.</p>
<p>Hingga saat ini, kata dr Djatmiko, jumlah pasien yang mendapatkan perawatan, baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas masih dalam kondisi dinamis.</p>
<p>&#8220;Jumlahnya masih bergerak,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/11/para-korban-terdampak-keracunan-di-gubug-dirawat-di-berbagai-fasilitas-kesehatan">Para Korban Terdampak Keracunan di Gubug Dirawat di Berbagai Fasilitas Kesehatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Kasus Keracunan di Gubug: RSUD Getas Pendowo Penuh, Belasan Pasien Dirujuk ke RSUD dr Soedjati Purwodadi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/10/perkembangan-klb-keracunan-di-gubug-rsud-getas-pendowo-penuh-belasan-pasien-dirujuk-ke-rsud-dr-soedjati-purwodadi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 15:06:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[gubug]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[KLB]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=538743</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Korban yang terdampak keracunan di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu (10/1/2026), bertambah. Sejumlah pasien harus menjalani perawatan intensif setelah diduga mengalami keracunan menu MBG yang dikonsumsi ratusan siswa di wilayah tersebut. Seiring bertambahnya korban, rumah sakit rujukan mulai dipadati pasien. Puluhan siswa terpaksa dirujuk ke RSUD Getas Pendowo Gubug, sementara belasan lainnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/10/perkembangan-klb-keracunan-di-gubug-rsud-getas-pendowo-penuh-belasan-pasien-dirujuk-ke-rsud-dr-soedjati-purwodadi">Perkembangan Kasus Keracunan di Gubug: RSUD Getas Pendowo Penuh, Belasan Pasien Dirujuk ke RSUD dr Soedjati Purwodadi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Korban yang terdampak keracunan di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu (10/1/2026), bertambah.</p>
<p>Sejumlah pasien harus menjalani perawatan intensif setelah diduga mengalami keracunan menu MBG yang dikonsumsi ratusan siswa di wilayah tersebut.</p>
<p>Seiring bertambahnya korban, rumah sakit rujukan mulai dipadati pasien. Puluhan siswa terpaksa dirujuk ke RSUD Getas Pendowo Gubug, sementara belasan lainnya menjalani perawatan lanjutan di RSUD dr Soedjati Purwodadi.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/10/satuan-pengawas-internal-raa-tjokronegoro-purworejo-kaji-banding-ke-rsud-dr-tjitrowardojo">Satuan Pengawas Internal RAA Tjokronegoro Purworejo Kaji Banding ke RSUD dr. Tjitrowardojo</a></strong></h6>
<p>Direktur RSUD dr Soedjati Purwodadi, dr Agus Budi Sarjono, memastikan pihaknya menerima rujukan pasien keracunan dari sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar Gubug. Rumah sakit, kata dia, telah menyiapkan langkah penanganan sesuai prosedur medis.</p>
<p>&#8220;Kami menerima pasien yang dirujuk karena keracunan. Total 37 pasien dan kapasitas di rumah sakit ini sudah penuh,&#8221; jelas dr Agus Budi Sarjono, saat dikonfirmasi.</p>
<p>Akibat keterbatasan tersebut, pihak puskesmas yang sebelumnya menangani pasien keracunan mulai mengalihkan rujukan ke rumah sakit lain. Beberapa pasien dari wilayah Kedungjati disiapkan untuk dirujuk ke RSUD dr Soedjati Purwodadi.</p>
<p>Langkah rujukan itu dilakukan guna memastikan pasien mendapatkan layanan kesehatan yang optimal. Empat pasien dari Puskesmas Kedungjati 1 direncanakan menjalani perawatan lanjutan di RSUD dr Soedjati Purwodadi.</p>
<p>Di sisi lain, RSUD dr Soedjati Purwodadi saat ini telah menangani 11 pasien keracunan. Mayoritas pasien tersebut merupakan santri yang menimba ilmu di sebuah Ponpes di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug.</p>
<p>Tenaga medis di rumah sakit terus memantau kondisi pasien secara berkala. Mereka menjalankan prosedur observasi dan penanganan sesuai standar untuk mencegah dampak lanjutan akibat keracunan.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan, dr Djatmiko, menyatakan pihaknya masih menghimpun data terbaru terkait perkembangan kasus tersebut. Tim kesehatan terus bergerak untuk memastikan jumlah korban terdata dengan akurat.</p>
<p>&#8220;Ini masih sanding data,&#8221; ujar dr Djatmiko.</p>
<p>Selain dirawat di rumah sakit, sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan di beberapa puskesmas. Di antaranya Puskesmas Gubug 1, Puskesmas Gubug 2, serta beberapa fasilitas kesehatan lain di wilayah sekitar.</p>
<p>Puskesmas Kedungjati juga menjadi salah satu titik layanan kesehatan yang menangani pasien keracunan. Petugas medis di puskesmas tersebut melakukan penanganan awal sebelum merujuk pasien dengan kondisi tertentu.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/10/bpbd-jepara-fokus-membuka-isolasi-desa-tempur-dan-waspadai-wilayah-rawan-bencana-lainnya">BPBD Jepara Fokus Membuka Isolasi Desa Tempur dan Waspadai Wilayah Rawan Bencana Lainnya</a></strong></h6>
<p>Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Grobogan telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk menelusuri sumber kejadian. Penyelidikan tersebut menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron.</p>
<p>Petugas kesehatan mengambil sampel menu MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan. Menu tersebut terdiri atas nasi kuning, telur dadar, keripik tempe, tempe orek, abon, selada timun, susu ultra, jeruk, dan roti abon.</p>
<p>Menu MBG tersebut sebelumnya dibagikan kepada siswa pada Jumat (9/1/2026). Seluruh sampel makanan telah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Dinkes Grobogan menjadwalkan pengiriman sampel tersebut ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada Senin (12/1/2026) mendatang guna memastikan penyebab pasti keracunan.</p>
<p>&#8220;Untuk mengetahui hasilnya, sampel akan kami kirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Meski demikian, laporan awal atau B1 sudah kami sampaikan lebih dulu,&#8221; pungkas dr Djatmiko.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/10/pemkab-puji-kinerja-pt-bpr-bkk-kebumen-sumbang-pad-rp-31-m">Pemkab Puji Kinerja PT BPR BKK Kebumen, Sumbang PAD Rp 3,1 M</a></strong></h6>
<p>Sebelumnya, ratusan siswa di Gubug Grobogan dilaporkan absen sekolah akibat sakit yang muncul hampir bersamaan. Laporan Camat Gubug Bambang Supriyadi menyebutkan dugaan sementara keracunan berasal dari menu MBG yang disediakan salah satu SPPG.</p>
<p>Hingga kini, data sementara yang diterima yakni 37 pasien dirawat di RSUD Getas Pendowo dan 11 pasien lainnya di RSUD dr Soedjati Purwodadi akibat dugaan keracunan MBG.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/10/perkembangan-klb-keracunan-di-gubug-rsud-getas-pendowo-penuh-belasan-pasien-dirujuk-ke-rsud-dr-soedjati-purwodadi">Perkembangan Kasus Keracunan di Gubug: RSUD Getas Pendowo Penuh, Belasan Pasien Dirujuk ke RSUD dr Soedjati Purwodadi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Siswa di Gubug Absen Sekolah Karena Sakit, Diduga Keracunan MBG</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/10/ratusan-siswa-di-gubug-absen-sekolah-karena-sakit-diduga-keracunan-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 09:15:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[gubug]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-bergizi-gratis]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=538691</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dugaan keracunan massal yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG menghebohkan Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, setelah ratusan siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan tidak masuk sekolah. Peristiwa dugaan keracunan tersebut mulai terungkap setelah pihak sekolah melaporkan lonjakan ketidakhadiran siswa sehari usai pembagian MBG kepada peserta didik di wilayah setempat. Dinas Kesehatan Grobogan menerima [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/10/ratusan-siswa-di-gubug-absen-sekolah-karena-sakit-diduga-keracunan-mbg">Ratusan Siswa di Gubug Absen Sekolah Karena Sakit, Diduga Keracunan MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Dugaan keracunan massal yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG menghebohkan Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, setelah ratusan siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan tidak masuk sekolah.</p>
<p>Peristiwa dugaan keracunan tersebut mulai terungkap setelah pihak sekolah melaporkan lonjakan ketidakhadiran siswa sehari usai pembagian MBG kepada peserta didik di wilayah setempat.</p>
<p>Dinas Kesehatan Grobogan menerima laporan awal kasus tersebut pada setelah puskesmas setempat mencatat banyak siswa mengeluh sakit secara mendadak, Sabtu (10/1/2026).</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/10/perkuat-literasi-pd-forum-tbm-jepara-distribusikan-ribuan-buku-untuk-42-taman-baca">Perkuat Literasi, PD Forum TBM Jepara Distribusikan Ribuan Buku untuk 42 Taman Baca</a></strong></h6>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko, membenarkan adanya laporan terkait dugaan keracunan yang dialami siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Gubug.</p>
<p>“Kami menerima informasi siswa dari beberapa sekolah tidak masuk karena keluhan kesehatan,” ujar dr Djatmiko saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.</p>
<p>Ia menjelaskan, laporan awal diterima dari Puskesmas Gubug 1 dan Puskesmas Gubug 2 yang mencatat adanya peningkatan pasien dengan gejala serupa dalam waktu berdekatan.</p>
<p>Sekolah-sekolah yang terdampak dugaan keracunan tersebut meliputi SD Trisari, SD Glapan, SD Penadaran, serta SMP, SMK, dan SMA Miftahul Huda yang berada di kompleks Pondok Pesantren Ngroto.</p>
<p>Menurut dr Djatmiko, dugaan sementara mengarah pada konsumsi MBG yang dibagikan kepada siswa, yang berasal dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kuwaron, pada Jumat (9/1/2026).</p>
<p>“Ada laporan awal tiga orang yang mengalami keracunan, kemudian bertambah, bahkan informasi dari Puskesmas mencapai 13-an pasien, untuk jumlahnya belum bisa kita sampaikan karena masih on proses. Informasi dari Puskesmas, yang kami terima terus bertambah yang dirujuk,” jelas dr Djatmiko.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/10/bupati-blora-arief-rohman-dapat-apresiasi-tinggi-saat-presentasi-ajaran-samin">Bupati Blora Arief Rohman Dapat Apresiasi Tinggi saat Presentasi Ajaran Samin</a></strong></h6>
<p>Ia menegaskan, petugas kesehatan terus melakukan pendataan dan pemantauan karena jumlah pasien masih berpotensi bertambah.</p>
<p>Gejala yang dialami para siswa relatif seragam, mulai dari diare, muntah, hingga kondisi tubuh lemas setelah mengonsumsi menu nasi kuning, telur, dan abon yang dibagikan sebagai menu MBG tersebut.</p>
<p>Pihak Dinas Kesehatan bersama unsur terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan untuk memastikan kondisi korban tertangani dengan baik.</p>
<p>“Tindakan cepat sudah dilakukan di lapangan dengan koordinasi lintas instansi untuk penanganan dan pendataan korban,” kata dr Djatmiko.</p>
<p>Sementara itu, Camat Gubug Bambang Supriyadi menyampaikan bahwa pihak kecamatan menerima laporan resmi dari puskesmas terkait meningkatnya jumlah siswa yang izin tidak masuk sekolah.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/01/10/kemenkum-jateng-ajak-pelaku-umkm-daftarkan-merek-lindungi-dari-praktik-peniruan">Kemenkum Jateng Ajak Pelaku UMKM Daftarkan Merek, Lindungi dari Praktik Peniruan</a></strong></h6>
<p>Menurut Bambang Supriyadi, berdasarkan data dari Koordinator Wilayah Pendidikan, tercatat sekitar 460 orang yang terdiri atas siswa dan guru tidak hadir akibat dugaan gangguan kesehatan tersebut.</p>
<p>Mereka berasal dari SDN Trisari, SDN Glapan, SDN Penadaran, serta ratusan siswa SMP dan SMK Miftahul Huda di Kecamatan Gubug.</p>
<p>Pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal dan mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p>“Penyebab sementara diduga keracunan massal MBG yang dibagikan Jumat dari SPPG Kuwaron,” terang Bambang Supriyadi.</p>
<p>Hingga saat ini, dugaan keracunan MBG di Gubug, Grobogan, masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait, termasuk penelusuran sumber dan pengawasan lanjutan terhadap distribusi MBG di wilayah tersebut.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/10/ratusan-siswa-di-gubug-absen-sekolah-karena-sakit-diduga-keracunan-mbg">Ratusan Siswa di Gubug Absen Sekolah Karena Sakit, Diduga Keracunan MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soft Launching SPPG Kudus, Bupati Sam’ani Minta Jangan Sampai Ada Kasus Keracunan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/04/kudus-sppg-tanjungrejo-soft-launching-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 10:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<category><![CDATA[samani intakoris]]></category>
		<category><![CDATA[sppg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=499724</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menghadiri soft launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Berkat Mulia Sentosa di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Sabtu (4/10/2025). Kehadiran SPPG ini merupakan bagian dari upaya memenuhi target 81 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya langkah preventif agar Kudus tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/04/kudus-sppg-tanjungrejo-soft-launching-mbg">Soft Launching SPPG Kudus, Bupati Sam’ani Minta Jangan Sampai Ada Kasus Keracunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menghadiri soft launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Berkat Mulia Sentosa di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Sabtu (4/10/2025). Kehadiran SPPG ini merupakan bagian dari upaya memenuhi target 81 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya langkah preventif agar Kudus tidak mengalami kejadian luar biasa (KLB) terkait program MBG seperti kasus keracunan yang terjadi di wilayah lain.</p>
<p>“Kemarin kami rapat dengan Forkopimda serta dinas terkait, membahas bagaimana di Kabupaten Kudus ini tidak terjadi KLB. Tentu kuncinya kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak,” ungkap Sam’ani.</p>
<p><strong>SOP Wajib Dipatuhi</strong></p>
<p>Sam’ani juga menegaskan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) di setiap dapur MBG. Menurutnya, SOP harus terpampang jelas dan dipatuhi dalam setiap aktivitas dapur.</p>
<p>“Hasil rapat kemarin segera dicermati kemudian ditindaklanjuti. SOP harus terpampang di setiap SPPG dan wajib ditaati,” pesannya.</p>
<p>SPPG Wajib Miliki SLHS dan CCTV</p>
<p>Sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, setiap SPPG diwajibkan memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta dilengkapi CCTV. Pemasangan CCTV bahkan menjadi pilot project untuk menjamin keamanan makanan.</p>
<p>“SPPG juga wajib memiliki SLHS dan dipasangi CCTV, yang nantinya bisa dipantau oleh pemkab, polres, dan kodim. Ini wujud pengawasan dan transparansi,” jelasnya.</p>
<p>Perwakilan Yayasan Berkat Mulia Sentosa, Prof. Bambang W.H.E.P., yang juga Guru Besar Universitas Diponegoro, menegaskan komitmennya menjaga kualitas layanan gizi. Ia juga mengajak seluruh pihak ikut serta mengawasi jalannya program.</p>
<p>“Ada tiga hal yang perlu diawasi. Pertama, disiplin SDM, kedua pengawasan saat makanan didistribusikan, dan ketiga saat penerimaan MBG di sekolah,”tegasnya.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/04/kudus-sppg-tanjungrejo-soft-launching-mbg">Soft Launching SPPG Kudus, Bupati Sam’ani Minta Jangan Sampai Ada Kasus Keracunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluhan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Gemolong Sragen Keracunan Usai Makan Arem-Arem</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/12/puluhan-siswa-smk-muhammadiyah-3-gemolong-sragen-keracunan-usai-makan-arem-arem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2024 13:01:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Solo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[arem-arem]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[SMK 3 Gemolong]]></category>
		<category><![CDATA[SRAGEN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=398990</guid>

					<description><![CDATA[<p>SRAGEN (SUARABARU.ID) &#8211; Puluhan siswa SMK Muhammadiyah 3 Gemolong, mengalami keracunan setelah mengonsumsi arem-arem, Senin (12/2). Awalnya para siswa berkumpul untuk mengikuti kegiatan pengajian di sekolah itu. Usai mengonsumsi arem-arem, mereka merasakan sakit mual dan pusing. Sejumlah siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas Gemolong 25 siswa, RS Yakssi sembilan siswa, RS Assalam delapam siswa serta RSUD [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/12/puluhan-siswa-smk-muhammadiyah-3-gemolong-sragen-keracunan-usai-makan-arem-arem">Puluhan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Gemolong Sragen Keracunan Usai Makan Arem-Arem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SRAGEN (SUARABARU.ID) </strong>&#8211; Puluhan siswa SMK Muhammadiyah 3 Gemolong, mengalami keracunan setelah mengonsumsi arem-arem, Senin (12/2).</p>
<p>Awalnya para siswa berkumpul untuk mengikuti kegiatan pengajian di sekolah itu. Usai mengonsumsi arem-arem, mereka merasakan sakit mual dan pusing.</p>
<p>Sejumlah siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas Gemolong 25 siswa, RS Yakssi sembilan siswa, RS Assalam delapam siswa serta RSUD dr Soeratno Gemolong delapan siswa, serta ada 17 siswa lain dirawat disekolah oleh sejumlah tenaga kesehatan.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Sragen dokter Udayanti Proborini mengatakan kondisi para siswa yang mengalami keracunan dan dirawat di puskesmas maupun rumah sakit, kini sudah membaik. &#8220;Bahkan sudah banyak yang diizinkan pulang, tetapi masih ada beberapa yang menjalani rawat inap,&#8221; terang Dokter Udayanti Proborini.</p>
<p>Seorang siswa kelas XII, Anita  yang menjalani perawatan di Puskesmas Gemolong menuturkan, awalnya mereka mengikuti pengajian di sekolah yang diikuti siswa dan guru setempat Senin (12/2) Pukul 08.00.</p>
<p>Dalam kegiatan itu mereka diberi makanan ringan di antaranya berisi arem-arem. Setelah para siswa mengonsumsi arem-arem, merasakan sakit mual dan pusing. &#8220;Usai pengajian Pukul 09.00 saya merasakan mual, muntah dan pusing,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dikatakan sejumlah rekannya juga merasakan hal yang sama. Sehingga para guru dan satpam sekolah yang tidak mengalami keracunan, menghubungi sejumlah rumah sakit di Gemolong untuk melakukan pertolongan.</p>
<figure id="attachment_398992" aria-describedby="caption-attachment-398992" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-398992 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/SRAGEN2.jpeg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/SRAGEN2.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/SRAGEN2-400x225.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/SRAGEN2-150x84.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-398992" class="wp-caption-text">Para siswa yang keracunan arem-arem dirawat di rumah sakit. Foto: Anind</figcaption></figure>
<p>Sejumlah mobil ambulans dan tenaga medis pun berdatangan, untuk mengevakuasi siswa ke rumah sakit dan puskesmas, guna mendapatkan pertolongan.</p>
<p><strong>Kejadian Lain </strong></p>
<p>Kasus keracunan selain di SMK itu, juga terjadi keracunan di kawasan Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, Minggu (11/2) pukul 21.00.</p>
<p>Tim Dinas Kesehatan dipimpin Kadis Kesehatan Sragen Udayanti Proborini bersama Kepala Puskesmas dr Agus Pranoto beserta Kapolsek Gemolong AKP Liyan Prasetya memeriksa seksama keracunan makanan di Desa Tegaldowo, Gemolong maupun yang menimpa siswa SMK Muhammadiyah 3 itu.</p>
<p>Tim juga mendatangi lokasi pembuatan makanan tersebut. Tim Dinkes juga sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di lab. &#8220;Hasil pemeriksaan terhadap pasien yang keracunan kemungkinan akibat mengonsumsi arem-arem,&#8221; tuturnya. Korban keracunan Arem-arem mengalami gejala mual, muntah dan pusing.</p>
<p><strong>Anind</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/12/puluhan-siswa-smk-muhammadiyah-3-gemolong-sragen-keracunan-usai-makan-arem-arem">Puluhan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Gemolong Sragen Keracunan Usai Makan Arem-Arem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dapat Menyebabkan Keracunan, 4 Dampak Mengonsumsi Susu Murini Secara Berlebihan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/02/14/dapat-menyebabkan-keracunan-4-dampak-mengonsumsi-susu-murini-secara-berlebihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 09:21:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat Susu Murni]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Murni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=315489</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Susu murni merupakan susu yang belum mendapatkan proses pengolahan. Susu murni sangat mudah rusak dan tidak tahan lama disimpan kecuali setelah mendapat perlakuan khusus. Tak seperti susu biasa, susu murni memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan susu yang sudah melalui proses pengolahan. Berbagai macam manfaat tersebut diperoleh karena nutrisi yang dikandungnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/14/dapat-menyebabkan-keracunan-4-dampak-mengonsumsi-susu-murini-secara-berlebihan">Dapat Menyebabkan Keracunan, 4 Dampak Mengonsumsi Susu Murini Secara Berlebihan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)-</strong> Susu murni merupakan susu yang belum mendapatkan proses pengolahan. Susu murni sangat mudah rusak dan tidak tahan lama disimpan kecuali setelah mendapat perlakuan khusus.</p>
<p>Tak seperti susu biasa, susu murni memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan susu yang sudah melalui proses pengolahan. Berbagai macam manfaat tersebut diperoleh karena nutrisi yang dikandungnya masih alami, karena belum banyak melalui proses pengolahan.</p>
<p>Meski demikian, terlalu banyak mengkonsumsi susu murni secara berlebihan bukannya memberikan manfaat baik namun justru akan berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/02/10/sering-digunakan-lima-jenis-susu-jadi-bahan-campuran-kue">Sering Digunakan, Lima Jenis Susu Jadi Bahan Campuran Kue</a></strong></p>
<p>Dilasnir dari <em>Suara.com</em> untuk lebih jelasnya, mari simak 4 dampak buruk akibat mengkonsumsi susu murni secara berlebihan sebagaimana dilansir dari alodokter.com.</p>
<p><strong>1. Mengakibatkan keracunan</strong></p>
<p>Salah satu dampak yang sering terjadi akibat terlalu sering mengkonsumsi susu murni adalah terjadinya keracunan. Hal ini dapat terjadi karena susu murni tidak disterilisasi atau dipasteurisasi sehingga susu ini berkemungkinan terjadi kontaminasi bakteri patogen penyebab penyakit atau keracunan.</p>
<p><strong>2. Terjadi gangguan fungsi ginjal</strong></p>
<p>Fungsi kinerja ginjal juga bisa terganggu apabila kalian mengkonsumsi susu murni secara berlebihan. Jika hal ini terjadi, maka kalian harus segera membatasi konsumsi susu agar asupan kalium dan protein dalam tubuh dapat berkurang. Dengan demikian gangguan pada ginjal tidak akan bertambah parah.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/02/10/wajib-dicoba-resep-susu-srawberry-ala-korea">Wajib Dicoba, Resep Susu Srawberry Ala Korea</a></strong></p>
<p><strong>3. Susu murni mengandung kolesterol yang cukup tinggi</strong></p>
<p>Satu lagi dampak yang kurang baik dari mengkonsumsi susu murni bagi kesehatan tubuh yaitu meningkatnya kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dalam tubuh.</p>
<p>Kandungan lemak yang tinggi dari susu murni inilah yang menyebabkan kondisi seperti ini. Dibandingkan dengan susu skim, susu murni memiliki kandungan lemak yang lebih banyak.</p>
<p><strong>4. Alergi susu dan intoleransi laktosa</strong></p>
<p>Tak hanya disebabkan oleh susu murni, kondisi seperti ini juga dapat diakibatkan karena mengkonsumsi susu yang sudah diolah.</p>
<p>Alergi susu dapat terjadi karena reaksi kekebalan tubuh terhadap protein pada susu sapi. Sementara itu, intoleransi laktosa yaitu suatu kondisi dimana saluran pencernaan tidak mampu mengolah atau mencerna gula laktosa pada susu.</p>
<p>Itulah 4 efek tidak baik yang bisa terjadi karena mengkonsumsi susu murni secara berlebihan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, alangkah baiknya jika kalian ingin mengkonsumsi susu ini, kalian berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.</p>
<p><em><strong>Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/14/dapat-menyebabkan-keracunan-4-dampak-mengonsumsi-susu-murini-secara-berlebihan">Dapat Menyebabkan Keracunan, 4 Dampak Mengonsumsi Susu Murini Secara Berlebihan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>