blank
Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo saat menengok pasien keracunan yang diduga karena MBG yang didistribusikan ke sekolah. Foto: Tya WIdya/dok.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo mendatangi RS Getas Pendowo untuk membesuk para korban keracunan MBG yang masih menjalani perawatan intensif, Minggu (11/1/2026).

Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para korban yang terdampak langsung program Makan Bergizi Gratis tersebut.

Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo datang ke RS Getas Pendowo bersama Sekda Grobogan, Anang Armunanto, untuk memastikan kondisi para korban keracunan MBG tertangani dengan baik. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus memantau perkembangan kesehatan para pasien.

Dalam kunjungan tersebut, Sugeng Prasetyo menyusuri sejumlah ruang rawat inap tempat para pasien dirawat sejak Sabtu (10/1/2026) itu.

BACA JUGA : Para Korban Terdampak Keracunan di Gubug Dirawat di Berbagai Fasilitas Kesehatan

Sugeng secara langsung menyapa satu per satu korban yang sebagian besar merupakan santri. Ia menyampaikan empati serta dorongan moril agar para pasien tetap kuat dan optimistis selama menjalani proses pemulihan.

Kunjungan itu juga didampingi Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dr Djatmiko dan Direktur Utama RS Getas Pendowo dr Agus Budi Sarjono.

Sugeng Prasetyo yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Grobogan memanfaatkan kesempatan itu untuk menggali informasi langsung dari para korban. Ia meminta para santri menceritakan kronologi kejadian secara terbuka tanpa tekanan.

Para santri pun menyampaikan pengakuan secara jujur. Mereka menjelaskan bahwa selama ini distribusi Makan Bergizi Gratis biasanya tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun pada Jumat (9/1/2026), makanan tersebut baru diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi ini berbeda dari jadwal biasanya dan memengaruhi waktu konsumsi para santri.

Sebagian santri mengaku langsung mengonsumsi MBG yang baru saja tiba. Sementara lainnya baru menyantap makanan tersebut setelah melaksanakan Sholat Jumat.

BACA JUGA : Lomba Tumpeng Buah Antar Kecamatan Piala Bupati Jepara

Selain keterlambatan distribusi, para korban juga menyampaikan adanya perubahan pada cita rasa menu. Mereka menilai rasa telur yang disajikan berbeda dari biasanya dan terasa kurang enak.

Tidak hanya itu, para santri menemukan kondisi nasi kuning yang tidak seperti biasanya. Bagian bawah nasi disebut lembap dan lengket, sehingga menimbulkan kecurigaan terhadap kualitas makanan.

Sugeng Prasetyo menyimak seluruh penjelasan tersebut dengan serius. Ia menegaskan setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Grobogan.

Ia meminta para santri tidak larut dalam trauma dan tetap percaya pada upaya pemerintah. Sugeng menegaskan perbaikan akan dilakukan mulai dari dapur hingga proses distribusi makanan.

“Jangan sampai trauma ke depan, dapur dan seluruh proses MBG akan kami benahi agar lebih baik,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dr Djatmiko menjelaskan kondisi para pasien secara umum menunjukkan perkembangan positif. Tim medis terus melakukan pemantauan secara berkala.

BACA JUGA : Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Tertimpa Tanah Longsor di Kudus

Menurutnya, sebagian besar korban telah mengalami perbaikan kondisi kesehatan. Meski demikian, tenaga medis masih melakukan observasi terhadap beberapa pasien yang membutuhkan perhatian khusus.

“Sebagian besar sudah membaik, namun masih ada yang dalam observasi, kami terus memantau perkembangannya,” tegas dr Djatmiko.

TYA WIDYA