blank
Penyerahan bantuan PDI Perjuangan di Posko Kali Ombo. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) – Bencana alam berupa tanah longsor yang terjadi di desa Tempur, Kecamatan Keling Jumat ( 9/1-2026 ) bukan saja menimbulkan kesedihan dan keprihatinan masyarakat setempat karena harus terisolir beberapa hari, tetapi juga menguatkan solidaritas dan kepedulian sosial  warga masyarakat di Kabupaten Jepara.

blank
Droping bantuan di Posko Kali Ombo. Foto: Hadepe

Salah satu yang menunjukkan kepeduliannya adalah PAC PDI Perjuangan Kecamatan Keling dan DPC  PDI Perjuangan Kabupaten Jepara. Secara spontanitas para kader menghimpun bantuan sosial berupa air mineral, gula, mie instan dan telur ayam. Disamping itu juga ada Eko Supriyadi,  kader yang aktif  ambil bagian  sebagai relawan. Bantuan telah diserahkan di Posko Relawan di Kali Ombo  Selasa (13/1-2026).

Karena akses jalan masih terputus, bantuan  dari warga memang di tampung di Posko Kali Ombo dan kemudian di baru diangkut dengan kendaraan roda dua oleh relawan  untuk didistribusikan kepada warga terdampak.

blank
Penyerahan bantuan untuk bencana alam Desa Tempur. Foto: Hadepe

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara Drs H. Junarso mengaku turut prihatin terhadap bencana tanah longsor yang terjadi di puluhan titik baik longsor dalam kategori besar, sedang maupun kecil. “Disamping tanah longsor, hujan dengan intensitas tinggi juga menggerus  jalan hingga terputus di beberapa titik. Akibatnya perbaikan tidak bisa dilakukan secara cepat hingga aktivitas ekonomi warga masih terganggu, “ujarnya

Namun Wakil Ketua DPRD Jepara ini menilai, langkah yang dilakukan oleh jajaran Pemkab Jepara relatif telah baik dan cepat. “Telah dilakukan inventarisasi kerusakan, penanganan bencana serta telah pula dilakukan  distribusi berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.

blank
Kader PDI Perjuangan PAC Keling saat mengantarkan bantuan untuk warga terdampak bencana Tempur. Foto: Hadepe

Ia juga mengungkapkan, curah hujan yang tinggi sejak awal bulan Januari 2026 memang telah mengakibatkan sejumlah bencana di Kabupaten Jepara. “Setidak hingga tanggal 12 Januari 2026 tercatat telah terjadi 17 kejadian banjir, 18 tanah longsor, angin kencang 24 kejadian, rumah rusak 49 unit, warga terdampak 2136 KK yang terdiri dari 6783 jiwa, luka 3 orang, mengungsi 5 KK dan lahan terdampak 317 ha,” ungkap Junarso.Kami tentu akan mendukung usaha pemerintah dari sisi penganggaran, tambahnya.

Selanjutnya ia mengajak semua fihak untuk melestarikan alam dengan merawat dan menanam pohon. Disamping itu program penanggulangan bencana  dan penguatan desa tangguh bencana harus  dipastikan berjalan maksimal. “ Sebab Jepara memang dipetakan sebagai salah satu wilayah di Jawa Tengah yang memiliki potensi bencana

Terakhir Junarso memuji masyarakat Jepara yang guyub rukun dalam menanggulangi bencana dan menunjukkan sikap gotong royong yang kuat. “Juga ucapan terima kasih kepada  segenap relawan, tim SAR Gabungan, PMI, Baznas, BPBD dan masyarakat yang telah mengabdikan dirinya dalam tugas-tugas kemanusiaan dalam penanggulangan bencana,” pungkasnya

Hadepe