GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Korban yang terdampak keracunan di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu (10/1/2026), bertambah.
Sejumlah pasien harus menjalani perawatan intensif setelah diduga mengalami keracunan menu MBG yang dikonsumsi ratusan siswa di wilayah tersebut.
Seiring bertambahnya korban, rumah sakit rujukan mulai dipadati pasien. Puluhan siswa terpaksa dirujuk ke RSUD Getas Pendowo Gubug, sementara belasan lainnya menjalani perawatan lanjutan di RSUD dr Soedjati Purwodadi.
BACA JUGA : Satuan Pengawas Internal RAA Tjokronegoro Purworejo Kaji Banding ke RSUD dr. Tjitrowardojo
Direktur RSUD dr Soedjati Purwodadi, dr Agus Budi Sarjono, memastikan pihaknya menerima rujukan pasien keracunan dari sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar Gubug. Rumah sakit, kata dia, telah menyiapkan langkah penanganan sesuai prosedur medis.
“Kami menerima pasien yang dirujuk karena keracunan. Total 37 pasien dan kapasitas di rumah sakit ini sudah penuh,” jelas dr Agus Budi Sarjono, saat dikonfirmasi.
Akibat keterbatasan tersebut, pihak puskesmas yang sebelumnya menangani pasien keracunan mulai mengalihkan rujukan ke rumah sakit lain. Beberapa pasien dari wilayah Kedungjati disiapkan untuk dirujuk ke RSUD dr Soedjati Purwodadi.
Langkah rujukan itu dilakukan guna memastikan pasien mendapatkan layanan kesehatan yang optimal. Empat pasien dari Puskesmas Kedungjati 1 direncanakan menjalani perawatan lanjutan di RSUD dr Soedjati Purwodadi.
Di sisi lain, RSUD dr Soedjati Purwodadi saat ini telah menangani 11 pasien keracunan. Mayoritas pasien tersebut merupakan santri yang menimba ilmu di sebuah Ponpes di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug.
Tenaga medis di rumah sakit terus memantau kondisi pasien secara berkala. Mereka menjalankan prosedur observasi dan penanganan sesuai standar untuk mencegah dampak lanjutan akibat keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan, dr Djatmiko, menyatakan pihaknya masih menghimpun data terbaru terkait perkembangan kasus tersebut. Tim kesehatan terus bergerak untuk memastikan jumlah korban terdata dengan akurat.
“Ini masih sanding data,” ujar dr Djatmiko.
Selain dirawat di rumah sakit, sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan di beberapa puskesmas. Di antaranya Puskesmas Gubug 1, Puskesmas Gubug 2, serta beberapa fasilitas kesehatan lain di wilayah sekitar.
Puskesmas Kedungjati juga menjadi salah satu titik layanan kesehatan yang menangani pasien keracunan. Petugas medis di puskesmas tersebut melakukan penanganan awal sebelum merujuk pasien dengan kondisi tertentu.
BACA JUGA : BPBD Jepara Fokus Membuka Isolasi Desa Tempur dan Waspadai Wilayah Rawan Bencana Lainnya
Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Grobogan telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk menelusuri sumber kejadian. Penyelidikan tersebut menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron.
Petugas kesehatan mengambil sampel menu MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan. Menu tersebut terdiri atas nasi kuning, telur dadar, keripik tempe, tempe orek, abon, selada timun, susu ultra, jeruk, dan roti abon.
Menu MBG tersebut sebelumnya dibagikan kepada siswa pada Jumat (9/1/2026). Seluruh sampel makanan telah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Dinkes Grobogan menjadwalkan pengiriman sampel tersebut ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada Senin (12/1/2026) mendatang guna memastikan penyebab pasti keracunan.
“Untuk mengetahui hasilnya, sampel akan kami kirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Meski demikian, laporan awal atau B1 sudah kami sampaikan lebih dulu,” pungkas dr Djatmiko.
BACA JUGA : Pemkab Puji Kinerja PT BPR BKK Kebumen, Sumbang PAD Rp 3,1 M
Sebelumnya, ratusan siswa di Gubug Grobogan dilaporkan absen sekolah akibat sakit yang muncul hampir bersamaan. Laporan Camat Gubug Bambang Supriyadi menyebutkan dugaan sementara keracunan berasal dari menu MBG yang disediakan salah satu SPPG.
Hingga kini, data sementara yang diterima yakni 37 pasien dirawat di RSUD Getas Pendowo dan 11 pasien lainnya di RSUD dr Soedjati Purwodadi akibat dugaan keracunan MBG.
TYA WIDYA













