<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Egy Maulana Vikri Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/egy-maulana-vikri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Mar 2024 02:21:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Egy Maulana Vikri Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Edo Febriansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[INDRA SJAFRI]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=407030</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;// (Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024) SEPERASAAN saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-407032 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPERASAAN</strong> saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 Maret kemarin.</p>
<p>Dari determinasi, konfidensi, kemantapan transisi, kreativitas, kecepatan pengambilan keputusan, hingga pemanfaatan peluang.</p>
<p>Bukan hanya lantaran Asnawi Mangkualam dkk menang atas Vietnam di kandangnya untuk menyamai catatan 20 tahun silam, lebih dari itu orkestrasi permainan anak-anak Garuda memang terasa mantap.</p>
<p>Membanggakan, itu pasti.</p>
<p>Apakah karena ketepatan Jay Idzes cs menerjemahkan skema taktik yang dirancang oleh pelatih Shin Tae-yong?</p>
<p>Apakah karena tuan rumah Vietnam sudah terlebih dahulu “kena mental” setelah kekalahan 0-1 di Jakarta, 21 Maret lalu?</p>
<p>Atau inikah sesungguhnya “pertunjukan” dari berkah kebijakan menggunakan materi pemain naturalisasi?</p>
<p>Semua konsiderans itu bisa saja benar; namun kemajuan performa Indonesia memang sangat terasa dalam dua laga terakhir Pra-Piala Dunia, setelah sebelumnya tampil menjanjikan dalam putaran final Piala Asia 2023 di Qatar.</p>
<p>Proses cepat adaptasi para pemain baru naturalisasi terbilang luar biasa. Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On tak canggung sejak debut di <em>leg</em> pertama di Senayan, sementara Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen langsung “tune in” dengan memberi kontribusi besar bagi kemenangan 3-0 di Hanoi.</p>
<p>Thom dengan <em>assist</em> tendangan penjuru yang disambar oleh tandukan Jay Idzes, sedangkan Ragnar menyumbang gol lewat aksi individu ciamik sebelum membobol gawang Filip Nguyen.</p>
<p><strong>Soliditas Tim</strong><br />
Bukan hanya kecepatan “melebur” ke dalam adonan jiwa tim, spirit, dan kontribusi pemenangan, keempat pemain yang baru saja mendapat kewarganegaraan Indonesia itu juga tampak menerjemahkan bahasa universal sepak bola dengan sangat baik.</p>
<p>Apa pun sorotan yang masih juga tersampaikan dalam aneka pemberitaan media, kemeleburan para pemain keturunan itu memberi pesan tentang sisi lain semangat kebangsaan. Itulah nasionalisme sepak bola lewat bahasa khasnya!</p>
<p>Bukankah terbukti Mark Klok, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan, Ivar Jenner, dan para pemain lainnya telah membuncahkan harapan, kegembiraan, dan kebanggaan bagi sepak bola Indonesia?</p>
<p>Bukankah penampilan mereka pun akhirnya memberi “vitamin” yang “menggeret” para pemain produk kompetisi liga lokal ke arah level yang memacu?</p>
<p>Dari kacamata subjektif saya, bakat-bakat muda Marselino Ferdinand, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Jacob Sayuri, Rizky Ridho, Edo Febriansyah, Ramadhan Sananta, dan yang lain, “tergeret” ke level performa rekan-rekan naturalisasinya. Talenta mereka tak kalah, namun Jay Idzes cs lebih beruntung tertempa oleh kualitas liga tempat mereka bermain.</p>
<p><strong>Bahasa Pesan</strong><br />
Bahasa universal yang membantu percepatan peleburan para pemain keturunan ke orkestrasi timnas itu, pada akhirnya efektif menyampaikan pesan dan nilai-nilai.</p>
<p>Pertama, proyek naturalisasi tak harus disikapi secara negatif sebagai pilihan jalan pintas pragmatis, karena pada sisi lain memberi nilai lain dalam idealisme pengembangan sepak bola nasional.</p>
<p>Kedua, para pemain muda &#8212; termasuk yang dipanggil ke timnas &#8212; akan terpacu untuk meraih level lebih tinggi agar bisa mendapat tempat dalam <em>starter</em> timnas.</p>
<p>Ketiga, manajemen kompetisi liga mesti tergugah untuk menjadi lebih baik agar melahirkan produk-produk berkualitas, termasuk terangkat secara publisitas ke peminatan klub-klub asing dengan level liga yang lebih baik.</p>
<p>Keempat, intensitas pemantauan talenta ke wilayah-wilayah yang punya potensi “bakat alam” seperti Papua dan Maluku perlu ditingkatkan, seperti pemaksimalan jaringan informasi yang selama ini dimanfaatkan oleh <em>coach</em> Indra Sjafri.</p>
<p>Akhirul-kalam, dari orkestrasi solid timnas secara bertahap ini, rasa-rasanya dorongan bagi perpanjangan kontrak pelatih STY merupakan ide yang masuk akal. Pelatih yang pernah membawa Korea Selatan menundukkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, konsisten dalam pembentukan budaya disiplin dan karakter pesepak bola.</p>
<p>Dan, dengan segala plus-minusnya, terbukti kita punya potensi untuk dikembangkan, baik lewat “kebanggaan lokal” maupun “kebanggaan darah keturunan”&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>;<em> wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Lawan Vietnam, Pratama Arhan Dikabarkan Sakit</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/26/jelang-lawan-vietnam-pratama-arhan-dikabarkan-sakit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2024 05:22:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Hanoi]]></category>
		<category><![CDATA[Kualifikasi Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatih Timnas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Nasional My Dinh]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=406488</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Laga lanjutan babak penyisihan Grup F putaran kedua, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, kontra Vietnam, di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Selasa (26/3/2024) malam, diakui pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tidak akan mudah. Menurut dia, Vietnam selalu menjadi lawan yang menyulitkan. Meski mengantongi modal kemenangan 1-0 dalam pertemuan sebelumnya, di Stadion Utama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/26/jelang-lawan-vietnam-pratama-arhan-dikabarkan-sakit">Jelang Lawan Vietnam, Pratama Arhan Dikabarkan Sakit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Laga lanjutan babak penyisihan Grup F putaran kedua, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, kontra Vietnam, di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Selasa (26/3/2024) malam, diakui pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tidak akan mudah.</p>
<p>Menurut dia, Vietnam selalu menjadi lawan yang menyulitkan. Meski mengantongi modal kemenangan 1-0 dalam pertemuan sebelumnya, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (21/3/2024) lalu, pelatih asal Korsel itu menilai, tidak bisa jadi tolok ukur, Indonesia akan dengan mudah mengulang hasil itu.</p>
<p>Persiapan timnas juga terganggu, dengan absennya sejumlah pemain. Skuad Garuda tidak diperkuat Sandy Walsh yang terkena akumulasi kartu kuning, Marc Klok yang meninggalkan tim untuk menjalani pemulihan cedera tendon achilles di Singapura. Selain itu, Nadeo Argawinata, Dimas Drajad, Pratama Arhan, Ivar Jenner yang mengalami sakit.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/26/sebanyak-200-warga-dan-100-balita-di-wilayah-tambak-rejo-mendapat-layanan-pengobatan-gratis">PT PLN IP UBP Semarang Beri Layanan Pengobatan Gratis untuk 200 Warga Tambak Rejo</a></strong></p>
<p>Namun Shin Tae-yong dapat menurunkan dua pemain naturalisasi baru, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Masuknya dua pemain itu, membuat dia yakin Timnas Indonesia punya peluang meraih tiga poin. Hasil itu diharapkan bisa memutus rekor buruk, tidak pernah menang di kandang Vietnam, yang bertahan sejak 2004 silam.</p>
<p>&#8221;Kami sudah melakukan persiapan, supaya bisa menampilkan performa bagus. Mungkin akan lebih berat, karena kami bermain di kandang Vietnam. Tapi menurut saya, kami masih punya peluang untuk menang,&#8221; kata Shin Tae-yong, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (26/3/2024).</p>
<p>Dia juga yang akhirnya memutuskan untuk menerbangkan empat pemain baru ke Vietnam. Keempat pemain itu yakni, Ernando Ari Sutaryadi, Muhammad Ferarri, Rachmat Irianto dan Syahrul Trisna Fadhillah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/26/gerakan-masjid-bersih-bersama-unilever-indonesia-di-majt">Gerakan Masjid Bersih bersama Unilever Indonesia di MAJT</a></strong></p>
<figure id="attachment_406491" aria-describedby="caption-attachment-406491" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-406491 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240325-WA0043.jpg" alt="" width="681" height="428" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240325-WA0043.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240325-WA0043-400x251.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240325-WA0043-150x94.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-406491" class="wp-caption-text">Para pemain Timnas Indonesia terus berlatih, meski beberapa pemainnya absen akibat akumulasi kartu dan sakit. Foto: dok/pssi</figcaption></figure>
<p>Khusus untuk Syahrul, kiper asal klub Persikabo (Kabupaten Bogor) itu, bergabung ke Hanoi pada Selasa (26/3/2024) ini. Untuk Rafael Struick yang sempat mengalami sakit, sudah dinyatakan sudah membaik, dan menyusul bergabung bersama skuad Garuda pada Senin (25/3/2024).</p>
<p>Shin Tae-yong juga menyadari, pertandingan ini menjadi laga penting bagi kedua tim, untuk memuluskan langkah lolos ke putaran ketiga bersama Irak. Irak punya kans paling bagus, untuk melaju ke putaran ketiga sebagai juara grup.</p>
<p>&#8221;Banyak pemain Indonesia yang masih belum berpengalaman. Namun saya sadar, mereka punya keinginan dan kemampuan untuk menghadirkan performa terbaiknya,&#8221; tukas dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/26/dibekali-paket-sembako-pengungsi-banjir-di-posko-dprd-kudus-dipulangkan">Dibekali Paket Sembako, Pengungsi Banjir di Posko DPRD Kudus Dipulangkan</a></strong></p>
<p>Saat ini, Timnas Indonesia berada di posisi kedua klasemen sementara Grup F, dengan raihan empat poin dari tiga laga yang sudah dimainkan.</p>
<p>Sementara itu, pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri menilai, laga lawan Vietnam akan sama-sama sulit untuk kedua tim. Karena itu, untuk meraih kemenangan diperlukan kerja keras dan kekompakkan.</p>
<p>&#8221;Untuk laga nanti, kedua tim akan sama-sama mengalami banyak kesulitan. Saya dan teman-teman akan berusaha keras, dan kita lihat apa yang akan terjadi di pertandingan nanti,&#8221; ucap pemain asal Dewa United FC itu.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/26/jelang-lawan-vietnam-pratama-arhan-dikabarkan-sakit">Jelang Lawan Vietnam, Pratama Arhan Dikabarkan Sakit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erick Thohir Minta Pemain Tak Lengah Saat BerLaga di Vietnam</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/22/erick-thohir-minta-pemain-tak-lengah-saat-berlaga-di-vietnam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 01:23:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Grup F]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kualifikasi Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Senayan]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=405737</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Gol tunggal yang dicetak Egy Maulana Vikri menit 52, menjadikan Timnas Indonesia mampu memetik kemenangan pertama di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup F. Satu-satunya gol itu lahir pada laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2024) malam. Dengan hasil ini, membuat Indonesia kini melesat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/22/erick-thohir-minta-pemain-tak-lengah-saat-berlaga-di-vietnam">Erick Thohir Minta Pemain Tak Lengah Saat BerLaga di Vietnam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Gol tunggal yang dicetak Egy Maulana Vikri menit 52, menjadikan Timnas Indonesia mampu memetik kemenangan pertama di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup F. Satu-satunya gol itu lahir pada laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2024) malam.</p>
<p>Dengan hasil ini, membuat Indonesia kini melesat ke peringkat kedua klasemen sementara Grup F. Dengan tambahan tiga poin ini, tim asuhan Shin Tae-yong, mengoleksi nilai empat dari tiga laga yang telah dimainkan. Selisih dua poin dengan pimpinan klasemen Irak, tapi baru memainkan dua laga.</p>
<p>Sedangkan Vietnam turun satu peringkat ke posisi ketiga, dengan nilai tiga dari tiga kali pertandingan. Filipina bergeser ke posisi keempat, dengan nilai satu dari dua laga yang telah dimainkan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/22/begini-arahan-kakanwil-tejo-harwanto-tentang-perumusan-strategi-peningkatan-nilai-ikpa">Begini Arahan Kakanwil Tejo Harwanto tentang Perumusan Strategi Peningkatan Nilai IKPA</a></strong></p>
<figure id="attachment_405741" aria-describedby="caption-attachment-405741" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-405741 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240321-WA0016.jpg" alt="" width="681" height="475" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240321-WA0016.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240321-WA0016-400x279.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240321-WA0016-150x105.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-405741" class="wp-caption-text">Erick Thohir bersama para pemain Timnas Indonesia dan jajaran pelatih, berfoto bersama di ruang ganti pemain. Foto: dok/pssi</figcaption></figure>
<p>Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, mengapresiasi penampilan timnas yang bermain luar biasa dalam pertandingan yang dipenuh hampir 80 ribu penonton itu. Hadir juga dalam laga ini, Presiden RI, Joko Widodo.</p>
<p>&#8221;<em>Alhamdulillah</em>, akhirnya kita memenangkan laga melawan Vietnam. Apresiasi kepada penampilan pemain yang tampil disiplin, dalam pertandingan ini. Terima kasih juga pada penonton yang sudah datang langsung, maupun yang menyaksikan dari layar kaca, serta doanya untuk kemenangan timnas,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Ditambahkan Erick, yang juga menjabat sebagai menteri BUMN itu, kemenangan ini yang pertama kalinya di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dia berharap, para pemain tetap konsisten, tidak lengah saat berlaga ke Vietnam.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/22/jangan-terprovokasi-hoaks-dapat-memecah-belah-persatuan">Jangan Terprovokasi Hoaks, Dapat Memecah Belah Persatuan</a></strong></p>
<p>&#8221;Tetaplah rendah hati, dan selalu fokus. Perjuangan masih panjang. Tak banyak waktu, karena pada Selasa 26 Maret nanti, giliran kita yang akan tandang ke Vietnam,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dia meminta para pemain untuk tetap menjaga kondisi, disiplin, dan latihan yang keras, serta mengikuti semua instruksi dari pelatih.</p>
<p>&#8221;Buktikan, kita bisa tampil baik juga di Vietnam nanti. Tentu kita ingin terus menjaga peluang, agar bisa lolos ke fase berikutnya di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 kali ini,&#8221; tukas Erick.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/22/erick-thohir-minta-pemain-tak-lengah-saat-berlaga-di-vietnam">Erick Thohir Minta Pemain Tak Lengah Saat BerLaga di Vietnam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggot]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Klok]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Irianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Saddil Ramdani]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;// (Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023) SAUDARA-SAUDARA, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia? Postingan Marselino [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-390918 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SAUDARA-SAUDARA</strong>, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia?</p>
<p>Postingan Marselino Ferdinand tentang Witan Sulaeman yang sedang &#8220;mencuri-curi&#8221; memasak mi instan di tengah pemusatan latihan tim nasional Piala Asia 2024 di Turki, suka atau tidak suka adalah pukulan menyedihkan bagi proyek disiplin Shin Tae-yong.</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu, sejak menangani timnas pada 2020, ketat menerapkan disiplin pola makan. Gorengan dan mi instan &#8212; camilan kultural masyarakat kita &#8212; distop keras. Para pemain dibiasakan dengan standar menu gizi sehat atlet.</p>
<p>Maka ketika fokus mental sedang terarah ke Qatar, 12 Januari s.d 10 Februari 2024, rasanya sikap &#8220;curi-curi&#8221; itu merupakan bentuk pelanggaran serius.</p>
<p>Sesederhana itukah para pemain memaknai transformasi profesionalitas yang ditegakkan <em>coach</em> STY?</p>
<p><strong>&#8220;Grup Gila&#8221;</strong><br />
Padahal, bukankah timnas menghadapi tantangan yang tidak tanggung-tanggung: &#8220;grup gila&#8221; Piala Asia?</p>
<p>Bagaimana tidak &#8220;gila&#8221;? Dua tim kelas atas Asia: Jepang sebagai kekuatan utama Asia Timur, dan Irak salah satu ikon Asia Barat, tergabung di satu grup.</p>
<p>Dua lainnya di Grup D adalah raksasa Asia Tenggara, Vietnam, dan Indonesia yang sedang memperjuangkan eksistensi di kawasan regionalnya.</p>
<p>Logikanya, dua tiket ke 16 besar terpatok untuk Jepang dan Irak. Vietnam dan Indonesia menunggu keberuntungan: siapa tahu satu dari dua tim unggulan itu terpeleset? Pembuktian siapa lebih baik, Garuda dan Golden Stars juga bakal menjadi warna sengit grup ini.</p>
<p>Rivalitas khusus Indonesia vs Vietnam melanjutkan perseteruan yang dipersubur oleh aneka pemicu. Walaupun memberi perlawanan sengit, sejak 2020 tim racikan <em>coach</em> Shin Tae-yong masih sulit membangun keunggulan atas Vietnam, baik ketika masih diarsiteki Park Hang-seo, maupun setelah dipegang Philippe Troussier.</p>
<p><strong>Realitas Vs Pembuktian</strong><br />
Sejak menangani timnas Indonesia, catatan kualitatif Shin Tae-yong terutama untuk medali emas SEA Games dan trofi Piala AFF, belum terpenuhi.</p>
<p>Pelatih yang membawa sensasi Korea Selatan menggulingkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, baru membenahi sisi kultural berupa karakter, kesiapan fisik, pola makan, dan konfidensi kenaikan peringkat dunia dari sejumlah FIFA <em>matchday</em>.</p>
<p>Dia mengukir catatan impresif: meloloskan tim U23 dan tim senior ke putaran final Piala Asia.</p>
<p>STY mentransformasikan karakter, namun belum medali dan gelar.</p>
<p>Sejumlah gelar formal malah dipersembahkan oleh pelatih lokal: Indra Syafri di SEA Games 2023, dan trofi Piala AFF U17 lewat Fakhri Husaini.</p>
<p>Di Piala Asia nanti, bicara trofi tentu bukan angan yang realistis, walaupun sepak bola bukan matematika. Yang paling patut adalah &#8220;berjuang lolos dari babak grup&#8221;, karena kenyataan lawan-lawan yang memang berada di level atas Asia.</p>
<p>Dari tiga calon lawan di Grup D, yang paling mungkin adalah memetik angka penuh dari Vietnam. Itu menjadi &#8220;target wajib&#8221;, meskipun STY punya rekor buruk melawan tim ini.</p>
<p>Menghadapi Irak dan Jepang,<em> coach</em> STY boleh saja berpikiran seperti ketika Korea mengalahkan Jerman di Rusia 2018, walaupun konstelasinya jelas berbeda. Bisa meraih poin, artinya mendapat satu angka adalah pilihan target paling wajar.</p>
<p><strong>Perbaikan-perbaikan</strong><br />
Perbaikan performa yang diharapkan bukannya tidak ada. Hanya, ketika produk perubahan itu dipertanyakan ketika kalah 1-5 dari Irak dan seri 1-1 melawan Filipina di ajang Pra-Piala Dunia, apa yang bisa diandalkan di Qatar nanti?</p>
<p>Dalam evaluasi sementara, &#8220;fasilitas mewah&#8221; STY dari program naturalisasi pemain baru dalam tahap membuncahkan gebyar, belum menghadirkan performa.</p>
<p>Pelatih Irak Jesus Casas yang mengalahkan Garuda 5-1 pun mengingatkan, keberlimpahan pemain naturalisasi itu seharusnya meningkatkan performa tim Indonesia sebagai kekuatan yang disegani.</p>
<p>Catatlah: Jordi Amat, Elkan Baggot, Marc Klok, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Sandy Walsh; mereka punya kapasitas untuk memperkuat pilar-pilar domestik seperti Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Marselino Ferdinand, Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Ramadan Sananta.</p>
<p>Jadi kurang apakah ketercukupan fasilitas materi pemain dari sisi ini?</p>
<p>Kalaupun akumulasi pemain cedera menjadi justifikasi celah tim ketika dikalahkan Irak 1-5, maka pasukan yang beraklimatisasi di Antalya, Turki sebelum menuju Qatar itu diharapkan menampilkan kekuatan yang berbeda.</p>
<p>Alur permainan pendek &#8211; cepat yang merupakan &#8220;core of power&#8221; sepak bola Indonesia, dalam racikan taktik <em>coach</em> STY, tentu kita harapkan bisa tuntas tertuang di Piala Asia nanti.</p>
<p>Janganlah sampai pada kesimpulan yang satiris, bahwa pelatih kelas dunia dari mana pun takkan ada yang mampu membawa timnas Indonesia keluar dari <em>barrier</em> klasik: masalah mental dan kulturalnya.</p>
<p>Tentu menyedihkan bukan, ketika ikhtiar profesional penegakan disiplin masih &#8220;disiasati&#8221; pemain dalam bentuk mendasar: mencuri-curi makan mi instan?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hanya Transformasi Sikap Profesional-kah yang Didapat Arhan di Jepang?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/07/hanya-transformasi-sikap-profesional-kah-yang-didapat-arhan-di-jepang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 10:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Hiroshi Jofuku]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Alif Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[PSIS Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Suwon FC]]></category>
		<category><![CDATA[Tokyo Verdy FC]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaiman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=372802</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sejauh itu melanglang jagat/ seminim itu yang dia dapat?/ segempita itu disambut hangat/ sesedikit itukah menit yang mengikat?// (Sajak “Jalan Arhan”, 2023) DIA memang tak segegap-gempita Egy Maulana Vikri atau Witan Sulaiman yang punya positioning lebih mediatika sebagai wonderkid Indonesia ketika bertualang ke liga-liga Eropa, namun sungguh sulit dimengerti, mengapa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/07/hanya-transformasi-sikap-profesional-kah-yang-didapat-arhan-di-jepang">Hanya Transformasi Sikap Profesional-kah yang Didapat Arhan di Jepang?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-372806 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sejauh itu melanglang jagat/ seminim itu yang dia dapat?/ segempita itu disambut hangat/ sesedikit itukah menit yang mengikat?//</em><br />
<strong>(Sajak “Jalan Arhan”, 2023)</strong></p>
<p><strong>DIA</strong> memang tak segegap-gempita Egy Maulana Vikri atau Witan Sulaiman yang punya <em>positioning</em> lebih mediatika sebagai <em>wonderkid</em> Indonesia ketika bertualang ke liga-liga Eropa, namun sungguh sulit dimengerti, mengapa Pratama Alif Arhan hanya mendapat kesempatan seminim itu selama hampir dua musim berkostum Tokyo Verdy FC?</p>
<p>Hanya tiga kali bermain, itu pun berangkat dari bangku cadangan ketika menit pertandingan hampir habis.</p>
<p>Artinya, apakah bek eks PSIS Semarang itu hanya didatangkan untuk mengikuti latihan fisik, simulasi teknis, menekuri taktik, dan mengamati cara hidup para pemain profesional di Liga 2 Jepang?</p>
<p>Apakah pelatih Verdy Hiroshi Jofuku tidak menemukan kemajuan apa pun dari latihan-latihan Arhan, memberinya kesempatan untuk unjuk kelebihan, lalu mendapati dari talenta Indonesia itu ada yang berguna untuk dimaksimalkan sebagai elemen pembeda bagi klubnya?</p>
<p>Lalu apa? Langkah apa yang mem-<em>follow up</em>-i pengumuman klub ketika merekrut Arhan, memperpanjang kontrak, dan memberi berkah pasar berupa popularitas yang pasti juga berguna bagi <em>branding</em> klub?</p>
<p>Realitas eksistensi di satu segi itu, berbeda dari kualitas yang selalu Arhan tunjukkan ketika memperkuat tim nasional Garuda.</p>
<p><strong>Kualitas Terjaga</strong><br />
Tidak ada tanda-tanda penurunan kualitas anak Blora itu. Pratama Arhan tetap bek agresif, konfiden, dan dengan progresivitas tinggi ikut aktif membangun serangan. Gol-golnya juga hadir dari proses teknik dan produk kecerdasan. Lemparan ke dalam yang langka, dan terbukti sering menciptakan kemelut bagi pertahanan lawan pun tetap menjadi andalan timnas.</p>
<p>Jelas, kemahiran-kemahiran itu terjaga atau meningkat bukan lantaran produk intensitas bermain di Liga 2 Jepang. Kalau tetap kita hubungkan, konsistensi itu justru didapat dari transformasi kedisiplinan Arhan dalam mengikuti latihan-latihan Tokyo Verdy. Fisiknya terjaga, teknisnya terawat dari program latihan fisik, dan cara hidup &#8212; disiplin manajemen waktu, mengatur diri, dan asupan makanan &#8212; yang pasti punya pengaruh dalam performanya. Yang tidak dia peroleh adalah menit bermain untuk membuktikan hasil-hasil latihan.</p>
<p>Yakinilah, andai dia mendapat jam terbang dari laga ke laga secara berkecukupan, penampilan Arhan tentu bakal lebih dari yang dia tunjukkan saat ini bukan?</p>
<p><strong>Tidak Adil</strong><br />
Realitas memprihatinkan itu seiring dengan kritik pengamat sepak bola asal Australia, Ben Griffis, yang menyebut Tokyo Verdy memperlakukan Pratama Arhan secara tidak adil. Arhan hanya dijadikan alat marketing, bukan untuk memberi kesempatan berkembang.</p>
<p>Pendapat yang dikutip <em>tvOnenews.com</em> (3/9-2023) ini disampaikan ketika berkembang rumor bek pkerja keras itu akan pindah ke Suwon FC di Liga 1 Korea Selatan. “Bagaimana jika Arhan sekadar jadi alat pemasaran seumur hidupnya? Suwon FC selangkah lebih maju dari Verdy. Saya tahu dia punya potensi, tetapi pada dasarnya tidak bermain sepak bola di klub sejak pindah ke Verdy yang 100 persen merugikan perkembangan pemain muda,” ujar Griffis dalam Twitter pribadinya.</p>
<p>Pemain 21 tahun itu bahkan hanya sekali mencicipi bermain di J-League 2 sejak bergabung dengan Tokyo Verdy pada 1 Maret 2022. Dia hanya dua kali bermain dalam ajang Emperor’s Cup. Kondisi tersebut sangat buruk, karena dapat mempengaruhi perkembangan Arhan sebagai pemain. “Mengontrak pemain untuk tidak memberinya peluang nyata, tetapi hanya untuk keterlibatan/pemasaran adalah hal yang buruk,” tulis Griffis.</p>
<p>Sebenarnya, menurut dia, tidak masalah apabila seorang pemain didatangkan sebagai alat marketing klub. Namun, pemain itu harus mendapatkan kesempatan bermain untuk bisa berkembang. Griffis geram, karena hal tersebut tidak didapat Arhan selama di Tokyo Verdy.</p>
<p><strong>Kesempatan Reguler</strong><br />
Pihak-pihak yang peduli pada perkembangan Pratama Arhan kini berharap, kabar keindahan ke Suwon FC, Januari 2024 nanti betul-betul terealisasi. Kabar itu disampaikan oleh media asal Korea Selatan, <em>Sports Chosun</em>.</p>
<p>Seorang pejabat yang mengetahui pasar transfer K-League membeberkan, “Suwon FC hampir merekrut pemain nasional Indonesia Pratama Arhan. Kesepakatan luas telah dicapai dengan Arhan, yang berstatus bebas transfer. Detail rencananya akan segera diumumkan”.</p>
<p>K-League sebelumnya telah mengontrak pemain Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar. Setelah memperkuat Ansan Greeners, Asnawi kemudian pindah ke Jeongnam Dragon. Berbeda dari Arhan yang minim jam terbang, dia menjadi salah satu pemain kunci di klub-klub tersebut.</p>
<p>Bagi Arhan, apakah “pengalaman berlatih” dan “beradaptasi” di Liga Jepang bakal cukup memberinya kesempatan menjadi pemain reguler di Suwon FC?</p>
<p>Dari apa yang didapat di Toyo Verdy, sikap profesional yang melekat pada Arhan diperkirakan bakal membantunya berkembang apabila mendapat peluang bermain secara reguler di Liga Korea.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provini Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/07/hanya-transformasi-sikap-profesional-kah-yang-didapat-arhan-di-jepang">Hanya Transformasi Sikap Profesional-kah yang Didapat Arhan di Jepang?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Dokter” STY dan Diagnosis Penyakit Menahun Timnas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/07/dokter-sty-dan-diagnosis-penyakit-menahun-timnas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 10:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Akademi La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[ILIJA Spasocevic]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Piala AFF]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=306143</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // untuk siapakah tiap tarikan napasmu?/ untuk siapa setiap gerak kakimu?/ untuk siapa pula pikiranmu?/ seluruh tubuh dan ideku/ dia bahasa kebersamaan/ dia hak karyaku/ dia hak karyamu/ tegaskanlah: aku adalah kita// (Sajak “Ego-ego Sepak Bola””, 2023) ILIJA Spasocevic sudah bergerak seirama dengan Ricky Kambuaya yang mendribel bola dalam bayangan seorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/07/dokter-sty-dan-diagnosis-penyakit-menahun-timnas">“Dokter” STY dan Diagnosis Penyakit Menahun Timnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-306166 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// untuk siapakah tiap tarikan napasmu?/ untuk siapa setiap gerak kakimu?/ untuk siapa pula pikiranmu?/ seluruh tubuh dan ideku/ dia bahasa kebersamaan/ dia hak karyaku/ dia hak karyamu/ tegaskanlah: aku adalah kita//</em><br />
<strong>(Sajak “Ego-ego Sepak Bola””, 2023)</strong></p>
<p><strong>ILIJA</strong> Spasocevic sudah bergerak seirama dengan Ricky Kambuaya yang mendribel bola dalam bayangan seorang bek Filipina. Spaso sudah dalam posisi siap menerima umpan di depan gawang Filipina, namun apa yang terjadi? Ricky memilih terus menggiring bola, yang akhirnya malah bisa diamankan bek lawan. Peluang emas pada menit ke-86 itu pun melayang percuma!</p>
<p>Bukan hanya Spaso yang kecewa. Raut geregetan juga ditunjukkan pelatih Shin Tae-yong. Dari awal dia mendoktrinkan banyak gol untuk menjaga peluang bersaing dengan Thailand dalam selisih produktivitas, sehingga bisa mengamankan posisi juara Grup A Piala AFF.</p>
<p>Insiden itu sekali lagi membuktikan pemain kita masih dihinggapi fenomena egoisme menyikapi peluang.</p>
<p>Dalam “struktur kans”, setidak-tidaknya tergambar tiga sikap yang seharusnya diputuskan oleh seorang pemain. Pertama, peluang emas yang memang “milik” dan sepatutnya dituntaskan oleh pemain. Kedua, dia mendapat kans emas, tetapi ada kawan yang berposisi lebih leluasa lagi, sehingga lebih pas apabila bola yang dia kuasai disodorkan sebagai assist kepada rekannya.</p>
<p>Ketiga, dia memaksa membawa bola meskipun sudah dalam posisi sulit, dan pada saat itu melihat kawan yang bisa membantu dan menanti sodoran bolanya. Akan tetapi hal itu tidak dia lakukan, sehingga bola pun hilang percuma, berpindah ke kaki lawan.</p>
<p><strong>Filosofi Cruyff</strong><br />
Saya ingat filosofi Johan Cruyff, maestro sepak bola menyerang yang meletakkan dasar-dasar etos simplifikasi kolektivitas di Akademi La Masia, Barcelona. Sepak bola, kata Cruyff, adalah permainan yang sederhana. Namun hal paling sulit dari permainan itu adalah bagaimana bermain sederhana.</p>
<p>Ricky Kambuaya adalah contoh, seperti juga beberapa kali diperlihatkan Egy Maulana Vikri di Piala AFF kali ini. Keduanya tidak melakukan hal “sederhana” untuk menciptakan hasil lebih produktif, akan tetapi malah memutuskan tindakan rumit.</p>
<p>Sepak bola adalah permainan kolektif. Apabila ada keyakinan untuk melakukan keputusan personal dalam mengeksekusi tindakan, hal itu harus dimodali kemampuan di atas rata-rata. Kalau Anda punya <em>skill</em> individu sekelas Lionel Messi atau Ronaldo Luis Nazario, silakan terobos dua-tiga pemain yang membuat barikade, dan Anda yakin bisa lewat.</p>
<p>Kalau tidak yakin akan hal itu, sikap kolektif-kolegial mengajarkan tentang filosofi “berbagi”. Berikan, sodorkan, arahkan, karena produk dari keputusan itu memberikan manfaat bersama kepada tim, bukan sekadar untuk “tebar pesona” yang akhirnya malah menguapkan peluang.</p>
<p>Anak-anak Tim Garuda mestinya bisa belajar dari sejumlah momen ketidakproduktifan sikap egoistis sejumlah pemain, yang “dipuncaki” oleh Ricky Kambuaya dalam laga melawan Filipina.</p>
<p>Di luar sikap egois sejumlah pemain, Shin Tae-yong menghadapi beberapa soal. Pada sebagian hal dia sudah bisa mentransformasikan perubahan. Dalam sejumlah diskusi saya selalu memberikan contoh performa Fachrudin Ariyanto dkk saat mengalahkan tuan rumah Kuwait 2-1 dalam Pra-Piala Asia di Kuwait City, 2022. Walaupun kalah 0-1 dari Yordania, Garuda tampil impresif, memperlihatkan ketangguhan mental, dan dalam laga selanjutnya menundukkan Nepal 7-0.</p>
<p>“Penyakit menahun” diperbaiki oleh <em>coach</em> Shin, antara lain problem daya tahan fisik ditambah intervensi asupan makanan. Lalu transisi permainan, yakni “persambungan” konsistensi dari menyerang dan diserang (bertahan), begitu pula sebaliknya. Juga ketidakfokusan menghadapi tendangan bebas dari situasi bola mati. Tak jarang, timnas kecolongan gol dari momen-momen seperti itu.</p>
<p>Kesalahan umpan yang pada segi-segi tertentu memerlihatkan kondisi “bingung” ditekan lawan, beberapa kali menerbitkan situasi sulit. Seperti proses lahirnya gol balasan Thailand di Grup A. Asnawi Mangkualam, yang <em>notabene</em> tertempa oleh atmosfer Liga Korea, membuat <em>back pass</em> lemah yang mempersulit Fachrudin. Bola direbut oleh Adisak Kraisom, yang menyodorkannya ke Bordin Phala. Bordin mengumpan ke Sarach Yooyen, yang dengan tendangan keras membobol gawang Nadeo Argawinata.</p>
<p>Tak sekali-dua situasi rawan dipicu oleh salah umpan. Dalam transisi antara menyerang ke bertahan situasi itu sering terjadi.</p>
<p><strong>Gestur Kecewa STY</strong><br />
Benarkah kekurangproduktifan timnas di Piala AFF &#8212; setidak-tidaknya dari jumlah peluang yang diciptakan &#8212; antara lain disebabkan oleh penyakit-penyakit itu?</p>
<p>Beberapa kali, Si “Dokter Korea” memperihatkan gestur kekecewaan. Misalnya ketika Hansamu Yama Pranata membuang peluang emas di depan gawang Brunei Darussalam, sejumlah kans Egy Maulana Vikri dan pengambilan keputusan Egy antara menggiring atau mengumpan, ketika Witan Sulaeman gagal memanfaatkan peluang ke gawang Thailand yang sudah kosong, dan terakhir Ricky Kambuaya memilih tidak memberi umpan ke Ilija Spasojevic yang sudah dalam posisi siap.</p>
<p>Ego yang tidak terkelola oleh pemahkotaan kolektivitas, pengambilan keputusan yang kurang bervisi kepentingan tim, dan salah umpan akut, adalah bagian dari “penyakit menahun” yang membutuhkan terapi kuat.</p>
<p>Dengan materi pemain yang dimiliki STY sekarang, apabila sebagian diagnosis penyakit itu bisa diterapi, rasanya kita cukup memiliki modal untuk bertarung dan berbicara di level Piala AFF.</p>
<p>Penanganan penyakit itu membutuhkan kerja sama penuh <em>chemistry</em> antara “sang pasien” dengan dokternya. Sepintar apa pun sang dokter, apabila si pasien tidak konsisten berdisiplin, terapi hanya akan berjalan sepihak.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/07/dokter-sty-dan-diagnosis-penyakit-menahun-timnas">“Dokter” STY dan Diagnosis Penyakit Menahun Timnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>