Setali Tiga Uang: Gidhuh, Kisruh, lan Ribut (Part 1)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Di masa kanak-kanak saya, -sebutlah di tahun 1950 an- , mata uang seharga satu sen (sepersepuluhnya satu rupiah) masih berlaku untuk/sebagai...
“Ngaru Napung,” Inilah Kehidupan
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Senin awal November, saat terbaik untuk berpikir tentang kehidupan “di sini,” dan mendoakan yang sudah “di sana.”
Mari merenung sejenak betapa silih...
Nganggo Rasa-Pangrasa
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Idealnya, apa yang ada di pikiran (cipta), apa yang ada di hati (rasa), dan apa yang akan/sedang dilakukan (karsa), itu selalu...
Adol Swara
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
BEGITU judul ini terlihat, saya berani bertaruh, nyaris seratus persen pembaca akan mengatakan: Ah, ini pasti berkaitan dengan jual beli suara...
Kesatria Zaman Now: Tinggalkanlah “Dhemen Moyoki, Mojoke, lan Magoli” (Part 4)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Ada sekurangnya tiga pola relasi sosial yang menjadikan kita maju mundur, berarti ora maju-maju; yakni banyak orang yang terpenjara dan justru...
Milih: Ambek Siya Apa Ambek Darma?
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Senin Legi ini menawarkan pilihan: Wenang milih, kok!
Hidup ini memang pilihan, terserah kita mau pilih yang mana, karena kepada kita diberikan...
Mlincur
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Ikut membahas tentang profesi guru (baru saja kita peringati hari Guru), -utamanya tentang kategorinya- , profesionalitas guru hanya dikategorikan ke guru...
Tuwa, Idealnya Tuwas
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Apa itu tua? Satu hal pasti tentang tua ialah berkaitan dengan umur/usia. Seseorang disebut tua karena usianya sudah banyak, atau karena...
Nyirik
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Apa bedanya puasa dan sesirik (nyirik)? Secara umum diketahui, puasa itu berarti lagi ora mangan dalam kurun waktu tertentu. Kalau besok...
Sarwa Genep: 2022
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Genep, bacalah seperti Anda mengucapkan bener, atau seneng, sering juga ditulis atau diucapkan ganep. Keduanya, maksudnya genep atau ganep, makna dan...
Wong “Kakehan Uyah”
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Senin kebak pangati-ati, banyak hal tidak terduga
Siapa pun pasti pernah merasakan makanan yang sedang disantapnya kasinen, dan spontan komentar: “Genah jaluk...
Kondhang ing Sabrang, Diece-ece ing Omahe Dhewe
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Bacalah diece-ece seperti Anda mengucapkan kata cewek kece, dan ungkapan judul itu maknanya: (Banyaklah) orang terkenal/dikenal di luar sana (di daerah...
Teganya, Teganya “Nggepok Wangkong”
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
(Senin Kliwon menjelang prei dawa, sapa ora seneng? He..he..he..)
Pada 31 Agustus lalu, saya tulis perihal “mbiyak wangkong” dan kali ini tentang...
Wadhas Gempal – Part 2
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Dari 130 lebih pembaca tulisan saya “Wadhas Gempal dan Jurang Grawah” minggu lalu, ada dua penanggap sangat serius. Penanggap pertama seseorang...
Etikanya: Wis Waleh Aja Diwelehake
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Menurut Kompas, Sabtu, 6 Februari 2021 halaman 2 (berjudul “Budaya Politik Indonesia Memburuk”), Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2020 ada pada angka...






























