blank
Sidang perkara Daniel, aktivis lingkungan Karimunjawa

JEPARA ( SUARABARU.ID) – Dalam sidang yang memeriksa dan mengadili Daniel yang berlangsung Rabu (27/3-2024) Jaksa Penuntut Umum Ida Fitriyani membacakan  tanggapan atas pembelaan yang disampaikan oleh penasehat hukum terdakwa dalam persidangan sebelumnya.

Dalam tanggapannya Penuntut Umum menolak      dalll     Penasehat      Hukurn    Terdakwa  yang mengangap JPU salah menerapkan pasal dalam surat dakwaan dengan diberlakukannya   Undang-Undang   RI Nomor   1 Tahun   2024 tentang Perubahan   Kedua  Atas  Undang-Undang Nomor  11  Tahun  2008  Tentang lnformasi   dan Transaksi    Eilektronlk.

Sebab Penuntut   Umum mengacu   pada waktu  kejadian  perkara  (tempus delictie), yaitu:   pada  sekitar  bulan  November    2022 sehingga  Penuntut Umum sudah  tepat  dalam   penerapan   Surat Dakwaan dengan  menggunakan    ketentuan     Undang-Undang     RI Nomor   19 Tahun  2016 tentang  Perubahan  atas Undang-Undang   Nomor 11  Tahun 2008  tentang  lnformasi   dan Transaksi Elektronik.

Penuntut Umum juga menolak  dalil Penasehat    Hukum Terdakwa yang menyatakan” bahwa  berdasarkan Asas Lex Favor Reo (asas dalam hukum pidana yang menentukan jika terdapat  perubahan  peraturan  perundangundangan maka  diterapkan  aturan  yang meringankan.

“Penuntut Umum berpendapat  bahwa dalil Penasehat Hukum Terdakwa tersebut merupakan ranah Eksepsi yang sebelumnya telah dipertimbangkan  oleh Majelis Hakim  dalam Putusan  Sela nya yang menolak keseluruhan  Eksepsi yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa,” ujar Ida Fitriyani saat membacakan tanggapan.

Sementara terkait dengan analisa yuridis  penasehat  hukum terdakwa  yang menyatakan semua unsur Pasal  45A  ayat (2) jo Pasal  28 ayat  (2) Undang-Undang RI  Nomor  19  Tahun  2016  tentang   Perubahan  atas Undang-Undang Nomor   11 Tahun 2008  tentang lnformasi  dan Transaksi  Elektronik   tidak terbukti, penuntut     umum   tldak   akan   mengemukakan     sccara   terperlncl,    karena seluruh     penjelasan       yurldls    berdasarkan      fakta   persldangan      telah    penuntut     umum kemukakan    seluruhnya   dalam   surat  tuntutan.

Bahwa    berdasarkan   uraian    sebagaimana     tersebut    cJi    atas  Penuntut      Umum berkeyakinan  terdakwa  telah bersalah   melakukan  tindak pldana melanggar   Pasal 4SA ayat   (2)  jo  Pasal   28  ayat  (2)  Undang-Undang  RI  Nomor  19 Tahun  2016  tentang Perubahan   atas  Undang-Undang  Nomor 11 Tahun  2008 tentang  Jnformasi  dan Transaksi Elektronik.

Oleh  karena   itu  JPU memohon  agar  Majelis Hakim  Pengadilan    NegeriJepara yang  memeriksa   dan mengadili  perkara  ini memutuskan: Menolak  nota pembelaan  yang diajukan  oleh Penasehat  Hukum,  Menerima  seluruh  uraian  Surat Tuntutan Penuntut Umum dan Tanggapan  Penuntut Umum atas  Nota Pembelaan  Penasehat  Hukum ini.

Menyatakan   terdakwa Daniel Frits Maurits terbukti  secara  sah dan menyakinkan   bersalah melakukan   tindak  pidana  “dengan sengaja  dan tanpa  hakmenyebarkan   informasi yang   ditujukan    untuk   menimbulkan    rasa  kebencian   atau   permusuhan    individu dan/atau   kelompok  masyarakat   tertentu  berdasarkan   atas  suku,  agama,  ras,  dan antargolongan”   sebagaimana   diatur  dalam  Pasal  4SA ayat  (2) jo Pasal   28 ayat  (2) Undang-Undang  RI Nomor  19 Tahun  2016  tentang  Perubahan   atas  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008  tentang  Informasi  dan Transaksi  Elektronik, dalam  dakwaan kesatu  Penuntut Umum,  dan menjatuhkan   pidana  terhadap terdakwa sesuai  dengan Amar  Tuntutan   sebagaimana   tertuang dalam  Surat  Tuntutan

Hadepe