blank
Ilustrasi telur. Foto: Pixabay

SEMARANG (SUARABARU.ID)- Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling mudah untuk didapatkan. Telur jadi salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi.

Beberapa hewan dapat menghasilkan telur, tetapi hanya jenis telur tertentu yang biasa diperdagangkan dan dikonsumsi manusia yaitu telur ayam, telur bebek, telur puyuh dan telur ikan.

Telur merupakan sumber gizi yang sangat baik. Satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein, sejumlah vitamin (A, B, D, K), kolin, selenium, yodium, fosfor, besi, dan seng. b. Kolin pada telur diperlukan untuk kesehatan membran sel di seluruh tubuh dan membantu tubuh menjaga kadar homocysteine di tingkat normal.

Baca Juga: Dapat Mengurangi Ketombe Pada Rambut, Ini 5 Manfaat Kuning Telur

Selain itu, harganya yang relatif murah juga menjadi daya tarik bagi sebagian besar orang untuk memilih alternatif pengganti daging. Akan tetapi, masih banyak mitos yang beredar tentang putih telur dan kuning telur.

Ada yang mengatakan bahwa putih telur lebih sehat ketimbang kuning telur dan sebaliknya. Tentu hal ini perlu dijelaskan secara ilmiah, baik dari segi kandungan, manfaat, serta risiko konsumsi berlebih.

Agar nantinya masyarakat bisa lebih memahami tentang perbedaan antara putih telur dan kuning telur. Berikut pembahasannya.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Manfaat Telur Angsa bagi Kesehatan

1. Kandungan Putih Telur dan Kuning Telur

Hal pertama yang perlu kita bahas adalah kandungan diantara kedua jenis bagian telur ini. Melansir dari jurnal Poultry Science, putih telur mengandung 88% air, dan sisanya terdiri dari protein, karbohidrat, lemak sehat, dan tidak mengandung kolesterol. Protein pada putih telur terdiri dari ovalbumin, ovotransferrin, ovomucoid, lisozim,ovomucin, dan glikoprotein.

Sementara itu, bahan utama penyusun kuning telur adalah protein, dan sisanya berupa lemak dan air. Protein dari kuning telur memiliki jenis yang lebih beragam, seperti lipovitellins, livetenis, phosvitin, dan low-density lipoproteins LDL. Kuning telur juga mengandung vitamin dan mineral yang tidak dimiliki oleh putih telur, yakni zat besi, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, vitamin A, D, E, dan K.

2. Manfaat Putih Telur dan Kuning Telur

Tak hanya dari sisi kandungannya saja, antara putih telur dan kuning telur juga memiliki manfaat yang berbeda. Putih telur bermanfaat dalam mencegah terjadinya hipertensi karena tidak memiliki kandungan LDL yang memicu kenaikan kolesterol sebagai faktor risiko hipertensi.

Baca Juga: Tips untuk memisahkan putih dan kuning telur

Selain itu, putih telur juga cocok digunakan pada menu diet untuk menurunkan berat badan karena hanya memiliki jumlah kalori sebesar 50 kal per 100 gram putih telur. Komposisi protein yang dimiliki oleh putih telur mampu mempertahankan rasa lapar lebih lama sehingga asupan kalori dapat ditekan.

Sedangkan, kuning telur bermanfaat dalam menjaga kesehatan mata karena memiliki antioksidan beta karoten yang dapat mencegah terjadinya degenerasi makula maupun katarak. Kandungan zat besi pada kuning telur juga terbukti ampuh dalam upaya pencegahan anemia defisiensi besi, terutama pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, seperti dilansir pada jurnal Nutrients.

3. Risiko Konsumsi Berlebih

Setiap makanan yang dikonsumsi secara berlebihan tentu akan mendatangkan efek negatif bagi tubuh. Hal ini juga berlaku pada putih telur maupun kuning telur.

Baca Juga: Ini 10 Manfaat Telur Asin bagi Kesehatan Tubuh

Kuning telur tak hanya memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, tapi juga senyawa phosphatidylcholine yang diubah di dalam organ hati menjadi trimetilamina N-oksida (TMAO). Berdasarkan studi dari Journal Of The American Heart Association, tingginya kadar TMAO yang dalam tubuh berkaitan dengan peningkatan risiko stroke dan gangguan fungsi ginjal.

Bagi Anda yang memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan fungsi ginjal, disarankan untuk membatasi asupan kuning telur.

Selain itu, balita yang mengonsumsi putih telur secara terus menerus tanpa adanya tambahan protein hewani lain berpotensi mengalami anemia defisiensi besi. Pasalnya, kandungan zat besi yang menjadi bahan utama pembentuk hemoglobin hanya dimiliki oleh kuning telur saja.

Baca Juga: Ini Manfaat Telur dan Cara Menyimpannya, Simak!

Jika dilihat dari pembahasan diatas, putih telur dan kuning telur memiliki perbedaan yang mencolok baik dari segi kandungan manfaat, hingga risiko kelebihan konsumsi. Anda dapat memilih konsumsi putih telur, kuning telur, atau keduanya sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Jika Anda sedang dalam proses diet untuk menurunkan berat badan, disarankan mengonsumsi putih telur karena memiliki kalori yang lebih rendah. Sedangkan, jika Anda memiliki kadar hemoglobin yang rendah maka disarankan untuk memilih kuning telur dengan kandungan zat besi dan protein yang lebih tinggi.

Itulah tadi perbedaan antara putih telur dan kuning telur yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat!

Claudia