blank

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat di Jawa Tengah, tiga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Helmy Turmudhy, Andang Wahyu Triyanto dan Nurul Furqon telah menggelar dialog di LPPL Radio Kartini FM Jepara, (10/2-2023).

Dialog dengan tema pengentasan kemiskinaan ini dipandu oleh Nasya Ahmad. Ketiga anggota DPRD Jateng ini sepakat data kemiskinan perlu di validasi dan program harus yang benar-benar untuk mengentaskan kemiskinan secara tuntas.

Dalam dialog ini mengemuka data, bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah terus meningkat menjadi sekitar 10, 5 persen. Sebab dari 35 Kabupaten /Kota yang ada di Jawa Tengah, 15 daerah kini menjadi daerah miskin. “ Provinsi Jawa Tengah saat ini masuh menjadi salah satu provinsi termiskin di Indonesia,” ujar Nurul Furqon.

blank
Tiga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Helmy Turmudhy, Andang Wahyu Triyanto dan Nurul Furqon telah menggelar dialog di LPPL Radio Kartini FM Jepara

Ketiga anggota dewan dari komisi B dan D ini sepakat perlu dilakukan evaluasi program pengentasan kemisinanan, termasuk perbaikian data kemiskinan. “ Ini sangat penting agar bantuan kemiskinan tidak salah sasaran,” ujar Helmy Turmudhy, anggota dari komisi D.

Pemberdayaan masyarakat melalui pelathan dan akses modal juga perlu dilakukan sehingga dapat mereka mengembangkan potensi yang ada. “Jika pemberdayaan sumber daya manusia tidak dilakukan, maka peluang kerja yang muncul akibat masuknya investasi akan diambil warga dari daerah lain,” ujar Andang Wahya Triyanto, dari komisi D.

Melalui program-proram yang ada diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan dan tidak menambah kemiskinan baru. “Namun banyak program yang telah disepakti antara DPRD dan eksekutif tidak sepenuhnya dilaksanakan sesuai kesepakatan,” ujar Andang Wahyu Triyanto.

Investasi yang masuk juga harus disertai dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. “Jangan sampai investasi yang masuk justru mengabaikan kesejahteraan pekerja dan juga warga setempat,” papar Andang. Investasi harus berpihak dan mensejahterakjan rakyat, tegas Andang.

Sementara, Niti salah satu warga Jepara mengeluhkan tentang rendahnya perhatian pemerihtah terhadap kondisi jalan. “Jalan Jepara – Mlonggo sangat tidak layak dan memalukan. Mohon tidak hanya ditambal yang kemudian dalam beberapa hari rusak,” ujar Niti.

Terhadap hal ini Helmy Turmudhy menjelaskan, sebagai anggota komisi D ia telah memperjuangkan aspirasi ini. “Namun pemerintah tidak peduli. Bahkan kepurtusan yang telah disepakati kemudian diubah,” ujarnya.

Harga pangan yang terus naik, beras, minyak dan bumbu dapur juga menjadi persoalan yang dikeluhkan oleh warga. Terkait dengan keluhan ini Andang Wahyu Triyanto minta kepada pemerintah sebagai regulator harus memastikan rantai pasok bahan makan dapat berjalan lancar dan terbeli oleh masyarakat.

Hadepe