blank
Warga Kradenan mengikuti Sosialisasi Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko Blora di SMA NU 1 Kradenan, Sabtu 4 Februari 2023. Foto: Kudnadi Saputro Blora

BLORA (SUARABARU.ID) – Sebagaimana diketahui, sempat tertunda pembangunannya karena refocusing anggaran saat pandemi covid-19, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) memastikan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di perbatasan Blora, Jawa Tengah, dan Bojonegoro, Jawa Timur akan dilanjutkan.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono, ST., MT.i, menyatakan, pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan dilanjutkan. Apalagi sudah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga pembangunan harus dilanjutkan.

Airlangga Mardjono  berharap proses pembebasan lahannya bisa mulai dilakukan tahun 2023 ini sehingga sesuai timeline nantinya pembangunan konstruksi bisa dimulai 2024 dan target selesai 2027.

Saat ini, Dalam berbagai kesempatan, Bupati Blora,  mulai sosialisasikan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di perbatasan Blora, Jawa Tengah, dan Bojonegoro, Jawa Timur.  Bendung tersebut akan membendung Sungai Bengawan Solo di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan.

Tatkala menghadiri  Istighosah Satu Abad NU yang diselenggarakan MWC NU Kradenan di SMA NU 1 Kradenan, Sabtu (4/2/2023), Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si  menyampaikan adanya proyek strategis nasional yang tahapan pembangunannya akan dilakukan tahun ini.