blank
Ilustrasi bahaya urut langsung usai mengalami kecelakaan. Foto: Dok/Klikdokter

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Banyak orang bilang setelah mengalami kecelakaan (jatuh) harus diurut. Namun ada juga sebagian masyarakat yang meragukan hal tersebut.

Pasalnya, bekas anggota tubuh yang mengalami kecelakaan jika dipegang akan terasa sakit sekali.

Dikutip dari Alodokter.com (dr. Nadia Nurotul Fuadah) mengurut area bekas cidera memang kerap kali bisa membuat rasa lebih nyaman bagi penderitanya.

Akan tetapi, tindakan ini sangat berisiko membuat cidera anda justru bertambah parah. Untuk itu sebaiknya tindakan ini tidak dilakukan sebelum benar-benar dinyatakan aman oleh dokter.

Cidera bisa menyebabkan sequelae yang ringan hingga berat. Nyeri yang dirasakan di bagian tubuh pasca cidera bisa terjadi akibat cidera ringan pada otot, namun bisa juga akibat kondisi lain yang lebih berat, misalnya dislokasi (pergeseran) sendi, ruptur tendon (robekan tendon), fraktura (patah tulang), atau cidera organ dalam yang dinaunginya. Bisa juga, nyeri ini muncul akibat peradangan lokal di sekitar lokasi cidera.

Mengurut area bekas cidera bisa menyebabkan dampak yang sangat serius. Sebagai contoh, bila penyebab nyeri pasca cidera anda berasal dari patah tulang, maka mengurut paksa area bekas cidera bisa menyebabkan segmen tulang yang patah bergeser semakin jauh.

Hal ini tentu akan menyulitkan proses penyembuhan, bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan lain di sekitar tulang yang patah.

Sebab, tergantung dari mekanisme, keparahan, dan juga efek yang ditimbulkan pasca cidera. Mengurut area bekas cidera bisa diperbolehkan, namun bisa juga tidak. Untuk membedakannya, anda sebaiknya memeriksakan diri langsung ke dokter supaya bisa dinilai, baik melalui pemeriksaan fisik, atau juga penunjang, misalnya rontgen atau CT scan, kemungkinan adanya kondisi berbahaya yang patut diwaspadai.

Sebagai penanganan awal pasca cidera, anda sebaiknya menghindari mobilisasi berlebihan bagian tubuh yang cidera. Dan untuk mengurangi nyeri, anda bisa mengompres bagian tubuh yang cidera menggunakan kompres es batu, sembari mengkonsumsi obat pereda nyeri, misalnya paracetamol.

Ning Suparningsih