blank
Ketua Komda Gojukai Jateng, Hartono (kiri), menyerahkan Piala Kapolres kepada ofisial Kabupaten Pemalang, yang keluar sebagai juara umum kejurda. Foto: komda gojukai

SLAWI (SUARABARU.ID)– Kejurda Karate Gojukai Jawa Tengah, yang berlangsung di GOR Tri Sanja, Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu-Minggu (29-31/7/2022) berakhir sudah. Dalam even itu, kontingen Kabupaten Pemalang tampil sebagai juara umum dengan total nilai 149, hasil dari 16 medali emas, 16 perak dan 21 perunggu.

Pada kejurda ini, diikuti 300 karateka dari kelompok usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior dan senior, tampil dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Kapolres Tegal itu.

Peringkat kedua ditempati tuan rumah Kabupaten Tegal (8 emas, 10 perak, 20 perunggu). Di posisi ketiga Kabupaten Batang (8-7-5) perunggu. Kontingen lain yang berhasil merebut medali adalah Kabupaten Brebes (7-4-8), Kota Pekalongan (5-4-8), Kota Tegal (4-4-3), serta Rifena Karate Team yang meraih tiga perak dan satu perunggu.

BACA JUGA: HIPMI Wonosobo Gandeng Swalayan Trio Gelar Pameran dan Bazar UMKM

Dalam kejuaraan yang dibuka Wakapolres Tegal, Kompol Didi Dewantoro, mewakili Kapolres AKBP Arie Prasetya Syafaat itu, terpilih sebagai Best of The Best di bagian putri adalah karateka junior Annisa Rahma, dari tim Gojukai Brebes. Dia juga merebut medali emas di nomor Kumite untuk kelas di atas 53 kg.

Sedangkan di bagian putra, terpilih Afdil Kholid dari Kota Pekalongan. Afdil yang bertanding di kelompok senior, juga meraih emas di nomor Kumite kelas di bawah 55 kg.

Ketua Komda Gojukai Jateng, Hartono mengatakan, kejurda ini merupakan even pertama yang digelar selepas pandemi covid-19. Menurut dia, even ini bukan semata-mata untuk adu kualitas fisik, teknik dan mental atlet, tetapi lebih pada upaya memberi ruang bagi para atlet, untuk kembali ke suasana kompetisi.

BACA JUGA: Lima Film Animasi Korea Yang Tayang di Televisi Nasional

”Bukan hanya atlet junior, beberapa karateka senior yang pernah menjadi juara Nasional Gojukai, juga ada yang kihon-nya ambyar. Ini karena mereka tak bisa latihan rutin secara maksimal,” ujarnya.

Hartono juga menyampaikan, kejurda ini juga dijadikan sebagai arena pemantauan bakat karateka, yang dipersiapkan untuk mengisi tim PB Gojukai, yang akan diterjunkan dalam Kejurnas Forki di Sumbar, pada Oktober mendatang. Timnas itu juga nantinya akan diturunkan dalam kejuaraan dunia Gojukai, yang dilaksanakan di Jakarta, sekitar November mendatang.

Ditambahkan dia, Gojukai merencanakan menggelar gashuku secara Nasional pada November mendatang. Acara tidak dilakukan bersama, tetapi dibagi per wilayah.

BACA JUGA: Fajar Nur Hadianto Rebut Medali Emas Kelas 50 Meter Backstroke Men Para Swimming

Untuk wilayah Jawa yang diikuti Banten, Jabar, DKI, Jateng, Jatim, DIY dan Bali, yang kemungkinan akan diadakan di Kabupaten Batang. ”Ini rencana kami, namun semuanya tergantung dari kesiapan dan dukungan para pihak terkait,” kata Sekjen PB Gojukai itu.

Hal yang sama dikatakan Ketua Dewan Guru Gojukai Jateng, Budi Arianto (Dan V Int). Diungkapkan dia,, situasi pandemi covid-19 memang sangat terasa pengaruhnya terhadap pembinaan atlet, khususnya dalam upaya menjaga kualitas kihon.

”Untuk mengatasi hal itu, maka latihan rutin dengan pengawasan ketat dari pelatih, harus dilakukan,” terang pelatih asal Kabupaten Pemalang, yang sudah berusia 78 tahun itu.

Riyan