blank
Seserang sedang berguling di atas hamparan batang salak yang berduri. Foto: Dk Masruri

blank

INI permainan ndeso banget. Sepertinya belum banyak masuk di kelas elit seperti demo berjalan di atas api. Saya pernah memperkenalkan teknik ini pada pelatihan di sebuah hotel di luar Jawa yang warganya dikenal bernyali besar.

Namun saat duri sudah saya dihamparkan, dari 25 peserta, yang berani mencoba hanya dua peserta, karena analisis mereka, duri salak ini susunan dan ketajamannya alami dan tidak bisa direkayasa dengan menumpulkan bagian ujungnya dan mengatur arah hadapnya.

Teknik yang saya pakai untuk melatih anak-anak atau untuk sendiri -zaman remaja dulu- ya memang apa adanya. Dan belakangan, yang saya kagumi dari atraksi  bergulir pada hamparan duri salak itu arah ujung durinya alamiah.

Bagian ujung duri juga super lancip itu tidak searah seperti saat demo dengan papan berpaku. Dan yang seperti itu belum atau mungkin jarang digunakan untuk pelatihan motivasi. Padahal, teknik ini lebih nendang.

Saya mengagumi tradisi atraksi bergulir pada hamparan duri salak ini justru pada teknik “provokasi” tradisionalnya. Yaitu, kata guru saya dulu, untuk memicu spirit dari siswa-siswa yang akan bergulir, para guru era tahun 70-an menggunakan sugesti mistis yang cerdas.

Yaitu, siapa pun yang bergulir pada hamparan duri salak itu, tanpa rasa waswas. Dan jika ada duri salak yang yang masuk kulit, punggung, perut atau dada, maka yang masuk itu nantinya akan menjadi susuk dan menambah kesaktiannya.

Maka, bagi orang “tradisional” yang otaknya di dengkul, tentu saja Sami’na wa atho’na (Kami mendengar dan kami taat) dan itu justru memicu semangatnya saat bergulir, bolak-balik, “mumpung ada susuk gratis!” Pikirnya. Daripada pasang susuk (di sana) maharnya juga super mahal.

Masih Langka

Teknik bergulir pada duri salak ini saya belajar dengan tiga guru. Selain dengan Ayah dan paman yang pada zaman mudanya aktif di ormas keagamaan, juga sempat belajar dengan imam sebuah surau, dan karena ketiganya itu dulu satu bendera, maka konsepnya sama.