JEPARA (SUARABARU.ID)- Pernyataan Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta yang menegaskan pentingnya peta jalan Pelestarian Seni Ukir Jepara menjadi topik hangat sepanjang talk show yang digelar di Balai Desa Tahunan Jepara Jumat (1/7-2022).

Peserta talk show dengan tema pelestarian seni ukir ini terdiri dari pengusaha, tukang ukir, seniman dan budayawan. Mereka menyambut antusias keinginan Edy Supriyanto untuk menyusun peta jalan pelestarian seni ukir yang selama ini tidak dimiliki Jepara hingga masing – masing jalan sendiri, dan tidak sinergis.

Talk show yang menghadirkan pegiat budaya Hadi Priyanto, pengurus Himki Tafrikan dan tokoh masyarakat Tahunan Ahmad Faozi ini dipandu oleh Zainudin dari Unisnu Jepara.

Menurut Edy Supriyanta, upaya pelestarian seni ukir harus menjadi komitmen bersama. Secepatnya kita harus memiliki peta jalan agar seni ukir tidak semakin ditinggalkan pewarisnya.

“Secepatnya kita harus memiliki peta jalan yang dapat menjadi panduan bersama dalam ikhtiar kita melestarikan seni ukir yang sudah dikenal di seluruh dunia. Karena itu saya tugaskan mas Hadi Priyanto mengawal hingga kita miliki peta jalan pelestarian seni ukir,” tegas Edy Supriyanta.

Hadi Priyanto dalam paparannya menyebut upaya pelestarian budaya tanpa peta jalan bagaikan berjalan di tengah kegelapan. “Peta jalan harus mempertemukan gagasan semua pelaku mulai tukang ukir, lembaga pendidikan, pengusaha, pengusaha kayu

Dukungan terhadap gagasan Pj Bupati Jepara juga muncul dari Tafrikan, pengusaha tang juga pengurus Himki Jepara. “Peta jalan akan memandu langkah kita secara sinergis,” ujar Tafrikan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Faozi, mantan Ketua Asmindo dan juga anggota DPRD Jepara. “Peta jalan sangat mendesak dan penting agar seni dapat dibangkitkan kembali,” ujarnya.

Sementara budayawan Iskak Wijaya mengingatkan peta jalan harus mampu menjawab seluruh persoalan. “Kita harus temukan semua persoalan yang membelenggu pelestarian seni ukir,” ujar Iskak Wijaya.

Sedang Tahar Ahmad, seorang aktivis pelestari seni ukir mengajak semua fihak untuk mendukung keinginan Pj Bupati.

“Apalagi bulan Agustus nanti akan diigelar Festival Kemerdekaan Jepara Bangkit yang salah satu agendanya adalah lomba ukir dan pencanangan Hari Ukir Nasional. Ini harus menjadi momentum kebangkitan kembali seni ukir Jepara,” ujar Tahar.

Sementara Fakrudin dan pengusaha Heri Charisma Jati sepakat desain desain kreatif harus terus di explore untuk menjawab keinginan pasar. “Oleh karenanya peta jalan menjadi sangat penting untuk menjawab keinginan pasar,” ujar Fakrudin yang akrab disapa Brodin.

Dalam dialog tersebut salah satu pengurus paguyuban ukir Tahunan menyatakan, salah satu kunci pelestarian ukir adalah upah yang layak bagi tukang ukir.

Pada akhir diskusi, Zainudin yang menjadi moderator berharap agar dalam penyusunan peta jalan melibatkan semua pihak.

Hadi Priyanto