Kata “cut off” menjadi viral saat ini. Apa arti cut off sebenarnya?

Dilansir dari Dictionary Cambridge, cut yang berarti memotong, dan off yang berarti berhenti.

Istilah cut off sering digunakan untuk menghentikan seseorang yang sebelumnya berhubungan. Istilah ini juga berlaku untuk benda.

Berikut ini, menurut Suarabaru.id, waktu yang tepat untuk cut off seseorang dalam hidup kita.

1. Ketika ia sering melontarkan kritik yang menghina.
Memberikan kritik dan menghina adalah dua hal yang berbeda. Ketika teman atau sahabat dekat memberikan kritik membangun itu wajar. Namun, tidaklah wajar ketika ia menghina dengan menggunakan “kritik” sebagai tamengnya. Maka, sudah waktunya kita angkat kaki dari hidupnya.

2. Ketika ia memisahkan hubungan relasi kita dengan orang lain.
Pertemanan yang sehat adalah saling mendukung satu sama lain. Apa jadinya ketika kita berhubungan dengan orang lain malah ia memonopoli kita. Ini adalah salah satu tanda untuk kita agar segera melepaskan ia dari hidup kita.

3. Ketika kita merasa takut untuk jujur sama dia.
Berteman itu saling menghormati satu sama lain. Namun apa yang terjadi jika kita merasa takut berbicara dengannya hingga kita harus menyusun kata dan kalimat sebaik mungkin sampai dievaluasi berulang-ulang. Kalau hal ini terus menerus terjadi sebaiknya sudahi saja.

4. Dia terus berbicara tentang keburukan orang lain.
Hal yang wajar seseorang curhat kepada sahabat atau teman dekatnya. Akan tetapi jika pertemanan 90% dinodai dengan pembicaraan sisi buruk orang lain bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan pertemanan kita berdua, maka ini sudah menjadi red flag juga. Siapa sangka ia juga membicarakan keburukan kita?

5. Anggapan bahwa semua orang salah, kecuali dia.
Ini sudah menjadi tanda untuk memutuskan hubungan kita kepada orang yang selalu merasa bahwa semua orang lain wajib dikritik, kecuali dirinya. Ia juga menganggap semua salah, kecuali dirinya. Bukan pertemanan yang sehat kita rasakan, malah justru menjerumuskan kita.

Alvaros