Jeanne Patalala instruktur sekaligus pemilik Jeni Collection (Foto: Alvaros).

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Shibori merupakan teknik pewarnaan kain dengan metode pelipatan dan pencelupan dari bahan polos. Teknik ini sedang digandrungi saat ini dan menjadi tren sebab motifnya yang mirip tie dye.

Yusa Bramidha, SSTP, Kasi Penyelenggara Balatkop Semarang (Foto: Balatkop Semarang).

Konon, teknik ini berasal dari Jepang. Proses pembuatannya mudah diikuti oleh siapa saja. Keunikan motif shibori ini yaitu pada proses pewarnaannya. Sebab setiap pencelupan warna oleh orang yang berbeda dipastikan hasilnya akan berbeda.

Hal ini disampaikan oleh Jeanne Patalala sebagai narasumber pelatihan shibory craft bertempat di Balatkop Semarang (19/5-2022). Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta perwakilan dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya Shibori Craft ini melalui proses pelipatan dan pencelupan warna. Pelipatan untuk menghasilkan teknik shibori dengan motif presisi harus melalui pelipatan yang rapi dan detil setiap ujungnya. Setelah dilipat lalu diikat.

“Pengikatannya pun juga harus kuat. Jangan sampai tiba-tiba ikatannya lepas saat pencelupan warna jika tak ingin gagal tak memperoleh motif yang presisi hasilnya. Begitu pun dengan sistem pewarnaannya harus melalui proses yang tepat urutannya,” ujar Jeanne yang juga pemilik Jeni Collection ini.

Pemertahanan kualitas bahan juga mempengaruhi. “Kami menggunakan jenis kain primisima untuk para peserta sebab bahannya lebih bagus dan halus dibandingkan prima,” ungkap Jeanne.

Produk Shibori (Foto: Asti)

Harapannya, jika ini dikembangkan tak hanya untuk kain maka akan bagus.

Tak hanya pelatihan pada pembuatan motif shibori saja, Jeanne juga mengajak peserta membuat totte bag dari kain shibori.

Menurut Panitia Penyelenggara Yusa Bramidha, SSTP menyampaikan Shibori Craft dipilih menjadi topik pelatihan disebabkan tren saat ini serta permintaan masyarakat akan diversifikasi Produk Shibori. “Fashion shibori tengah naik daun sehingga peminat fashion menjadikan motif ini sebagai motif alternatif warna batik,” jelasnya.

Topik ini juga diambil sebab kebutuhan dan permintaan pemerintah kota dan kabupaten yang ada di Jawa Tengah, imbuhnya.

Alvaros