blank
Polsek Bawen dan Inafis Polres Semarang, dibantu tim SAR BPBD Kabupaten Semarang, melakukan proses evakuasi mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di Sungai Tuntang, Senin Sore (28/2/2022). Foto : Dok Istw

UNGARAN (SUARABARU.ID) – Seorang yang sedang memancing di Sungai Tuntang menemukan mayat yang hanyut mengapung, Senin petang (28/2/2022).

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika H A, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Tegar Satrio W SH, SIK kepada awak media menjelaskan, kejadian sekitar pukul 15.00 WIB. “Ada mayat tanpa identitas yang terhayut di Sungai Tuntang, dilihat oleh seorang pemancing, yang kebetulan juga warga Tuntang,” jelasnya.

Wahyu Tri (39), warga yangs edang memancing itu, lanjut AKP Tegar, melihat di pinggir sungai ada mayat laki-laki terapung dan hanyut terbawa aliran sungai. “Kemudian pemancing itu melaporkan ke Security PT. Sarana Tirta Ungaran untuk bisa diteruskan melaporkan ke pihak kepolisian,” kata dia.

Setelah menerima laporan tersebut, jajaran Polsek Bawen dan Inafis Polres Semarang langsung menuju lokasi, dibantu tim SAR BPBD Kabupaten Semarang, melakukan proses evakuasi untuk selanjutnya melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut.

“Dari identifikasi awal, kami tidak menemukan identitas di tubuh mayat tersebut, namun sesuai hasil visum et repertum awal dari pihak RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, terdapat luka di pelipis korban dan diperkirakan sudah meninggal lebih dari 24 jam, dilihat dari tubuh yang sudah mulai membengkak,” imbuh AKP Tegar.

Pihak Polres semarang menghimbau kepada masyarakat, apabila mengenali mayat tanpa identitas tersebut agar segera menghubungi atau mendatangi Polres Semarang.

Mayat dengan ciri laki-laki berusia kurang lebih 35 tahun tersebut, saat ditemukan menggunakan kaos singlet hitam bertulis leak bali, menggunakan celana pendek hitam bertuliskan Fake Lab, menggunakan celana dalam rangkap dua merk overlimit dan viko, terdapat tatto di dada korban dengan tulisan “Hopes & Robert”.

Saat ini Jenazah masih berada di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa untuk dilakukan autopsi lebih lanjut dan menunggu konfirmasi dari pihak keluarga.

Absa