Tim KKN Tematik XII bersama Petinggi Desa Bawu saat berkunjung ke Balai Desa Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Mahasiswa Unisnu Jepara akan laksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Abdimas XII Tahun Akademik 2021/2022 selama 40 hari mulai tanggal 24 Januari sampai 4 Maret 2022. Mulai hari ini selama 9 hari mahasiswa melaksanakan observasi kunjungan lapangan ke desa (12/1-2022).

Rektor Unisnu Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag.

Peserta mahasiswa yang akan melaksanakan KKN berjumlah 750 peserta diterjunkan ke desa sejumlah 74 desa dari 7 kecamatan. Dosen Pembimbing Lapangan sebanyak 37 orang akan ditugaskan mendampingi mahasiswa peserta KKN.

Tema KKN ini bertajuk “Membumikan Nilai Aswaja An-Nahdliyyah Melalui Pemberdayaan Ekonomi, Sosial dan Literasi Masyarakat” secara Hybrid yaitu pelaksanaan di lokasi secara luring dengan bermalam di posko dan daring saat pelaksanaan webinar.

BACA JUGA Raih 2070 Medali, MTs N 1 Jepara Masuk Dua Besar MTs se-Jawa Tengah

“Kuncinya adalah mengacu pada ulama. Tujuannya agar memahami kekuatan ekonomi dan masyarakat di desa,” ungkap Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. Rektor Unisnu Jepara saat memberikan sambutan pembekalan KKN Abdimas XII Unisnu.

“Berdasarkan tema KKN, mahasiswa wajib melibatkan organisasi NU dan organisasi lain baik PKK, Posyandu, Karang Taruna, dan sebagainya yang ada di masing-masing desa tempat pelaksanaan  bekerja sama membangun desa untuk negeri,” terang Azzah Nor Laila S.Th.I., M.S.I., Ketua PPKKN Unisnu dan Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat.

Lokasi 7 kecamatan meliputi 74 desa menjadi sasaran pelaksanaan KKN. Tujuh kecamatan ini yaitu KecamatanTahunan, Kecamatan Mlonggo, Kecamatan Kembang, Kecamatan Keling, Kecamatan Kedung, Kecamatan Batealit, dan Kecamatan Mayong.

BACA JUGA Tiga Pemuda Menangi Desain Ukir Custom Furniture Fest

Program Kerja wajib yang harus dipenuhi mahasiswa yaitu 1 Program Kerja Berbasis Kemitraan dan 5 Program Kerja Kolaborasi dengan spesifikasi 4 kegiatan dan 1 webinar tentang literasi. “Pengabdian masyarakat berbasis literasi berarti membaca fenomena yang ada di sekitar kita dengan indra diikuti oleh mata akal dan hati,” ujar Sa’dullah.

Melalui penglihatan akal serta pikiran manusia, Sa’dullah menambahkan, maka kedua berkomunikasi dan berproses secara analitik atas hakikat fundamental keberadaan fenomena sekitar yang ada di masyarakat. “Maka kita sebagai seorang cendekia berpikir dengan intelektual mengamalkan ilmu kepada masyarakat,” tegasnya.

Alvaros

BACA JUGA Unisnu Gelar National Startup Competition Libatkan 21 Perguruan Tinggi di Indonesia