Megawati Apresiasi Program Ketahanan Pangan Mbak Ita
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, mengapresiasi langsung program ketahanan pangan yang digagas Mbak Ita melalui kegiatan urban farming. (doc/ist)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, mengapresiasi program ketahanan pangan yang dilakukan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) melalui kegiatan urban farming.

 

Hal tersebut dinyatakan oleh Presiden RI ke-5 tersebut saat acara Penyampaian Tali Asih Kader Partai yang Meninggal Dunia Terpapar Covid-19 yang dilakukan secara daring melalui kanal resmi PDI Perjuangan belum lama ini.

 

Megawati mencontohkan usaha para kepala daerah yang dilakukan di masa pandemi, dan kegiatan urban farming yang dilakukan Mbak Ita bisa menjadi pelopor dan menggerakkan ketahanan pangan masyarakat.

 

Tentunya program ketahan pangan yang dilakukan Mbak Ita juga sejalan dengan tujuan partai untuk hadir di tengah masyarakat, terutama di masa pandemi.

 

Megawati mengatakan, seluruh kepala daerah kader PDI Perjuangan diminta untuk membantu pemerintah dalam penanganan pandemi di masyarakat.

 

Para kepala daerah tidak boleh berpangku tangan dengan program dari pusat saja, lebih dari itu usaha sekecil apapun gerakan menolong orang harus dilakukan.

 

“Terutama dalam pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan di masyarakat selama pandemi belum berkahir. Saya bilang pada Mbak Ita untuk mempelopori, karena kelihatannya dia senang tanaman, pinter nanam,” kata Megawati.

 

Dalam pengarahannya kepada Mbak Ita, Megawati menginstruksikan untuk menggerakkan ketahanan pangan di masyarakat dengan urban farming. Selain itu dirinya diminta memanfatakan botol bekas dan lainnya sebagainya sebagai wadah biji-bijian lalu ditanam sampai panen.

 

“Dengan pola itu maka tanpa mengeluarkan biaya dengan sedikit kerja,” kata Megawati.

Mbak Ita menggerakkan masyarakat sekitar untuk menggalakkan urban farming sebagai salah satu program ketahanan pangan.

Mbak Ita juga diperintah untuk mendokumentasikan vidio urban farming. Agar bisa dilihat oleh siapa saja untuk bisa belajar secara daring di media sosial.

 

“Itu saya lakukan, nanti saya video, supaya kalian bisa mengerti maksud saya, karena hasilnya bisa untuk kita sendiri, bisa dibagikan ke rakyat, ada sayur-sayura, buah- buahan,” kata Megawati.

 

Di ketahui, jika Mbak Ita getol dalam menggerakkan urban farming pada masyarakat sebagai upaya ketahan pangan.

 

Di rumah pribadinya, Mbak Ita juga memiliki kebun urban farming yang ditanam aneka jenis sayuran, buah-buahan sampai padi yang ditanam pada pot. Hasilnya sudah panen dengan bisa dinikmati sendiri juga dibagikan pada warga sekitar.

 

“Instruksi Bu Ketua Umum jelas, kita wajib berbuat sekecil apapun untuk membantu masyarakat, saya lakukan dengan urban farming,” katanya saat dihubungi SuaraBaru, Selasa (5/10/2021).

 

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Veteran Yogyakarta ini juga menularkan ilmu urban farming nya pada para masyarakat yang dibentuk dalam wadah Kelompok Wanita Tani (KWT) di tiap kelurahan.

 

Dia memberikan pelatihan bagi para KWT di kebun pribadinya. Setelahnya, akan disalurkan benih atau biji-bijian tananmam untuk dibudidayakan di tiap KWT.

 

Aneka jenis urban farming saat ini sudah mulai menuai hasil, dengan hampir setiap hari ada panen urban farming di tiap KWT.

 

“Ini upaya masyarakat menjaga ketahanan pangan, hasilnya bisa dinikmati sendiri tidak usah belanja sayuran buah, dan bisa dibagikan pada yang lainnya,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here