TIm KKN Unisnu Kelompok 64 memberikan beberapa alat yang dapat meningkatkan efektifitas produksi seperti alat press plastik dan juga alat pemotong singkong. kepada Naimatun

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam masa pandemic, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara mengusung tema percepatan pemulihan ekonomi dan sosial dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Angkatan XI. Tema ini  disambut antusias para mahasiswa, termasuk yang tergabung dalam kelompok 64.

Salah satu cara yang dipilih untuk  mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial adalah dengan menggandeng  Naimatun,  yang mengelola usaha rumahan pembuatan  keripik singkong, dan   pisang .   Naimatun adalah penduduk Desa Mambak RT 03 RW 04.

Menurut Namiatun, usahanya bermula dari tanaman singkong di ladang yang harganya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Karena itu muncul ide untuk membuat keripik. Awalnya untuk dikonsumsi sendiri dengan keluarga sebagai cemilan.

Kripik singkong hasil produksi Bu Namiatun

Namun jumlah singkong yang lumayan banyak tidak mungkin untuk menghabiskan keripik  tersebut.  Akhirnya dengan bakat jualan yang diwarisi dari sang ibu,  memberanikan diri untuk mencoba menjualnya di pasar yang kemudian berlanjut dan menjadi salah satu sumber matapencahariannya sampai sekarang.

Dalam pembuatan keripik singkong dan pisang sampai siap jual, ibu Naimatun membutuhkan proses dan waktu yang sangat panjang. Ia memulai kegiatannya jam 09.00 WIB sampai sebelum dzuhur untuk pemotongan bahan keripik dan dilanjutkan proses penggorengan yang dilakukan setelah sholat dan makan siang, yang terkadang memerlukan waktu sampai jam 17.00 WIB.

Kemudian ibu Naimatun baru melanjutkan proses pengemasan di malam harinya dan dijual ke pasar di pagi hari, semuanya dilakukan seorang diri oleh ibu Naimatun. Dalam situasi seperti itu ia bertemu dengan tim KKN Unisnu kelompok 64 yang melakukan pengabdian didesanya dan kemudian bermitra.

Tim KKN Unisnu Kelompok 64 membantu Naimatun mengemas keripik singkong.

Dari hasil observasi yang dilakukan  dan melihat proses yang sangat panjang tersebut, tim KKN tematik Unisnu Jepara yang tergabung dalam kelompok 64 membantu mengembangkan usaha keripik ibu Naimatun tersebut dengan mencari cara agar efektifitas produksi dapat meningkat. Para mahasiswa ini terdiri dari  ketuai  Qodir Muan dan beranggotakan Sri Aqidah Munzaroh, Leni Nasrika, Irfaul Inayatus Sholikhah dan Muhammad Tabroni semuanya berasal dari mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Para mahasiswa ini dibimbing Fathur Rohman, M.Pd.I.

Dalam mewujudkan rencana tersebut tim KKN unisnu 64 memberikan beberapa alat yang dapat meningkatkan efektifitas produksi seperti alat press plastik dan juga alat pemotong singkong. “Harapan  kami alat press plastik ini dapat mempercepat proses pengemasan, agar ibu Naimatun tidak terlalu terforsir tenaganya” ujar Qodir ketua kelompok KKN  64.

Disamping itu tim KKN Unisnu 64 juga memberikan wadah untuk dijadikan media pemasaran hasil produksi dengan memberikan identitas produk dan membuatkan akun sosial media facebook.

“Kalua Bu  Naimatun dibuatkan akun sosmed ya kita harus membuat lokasinya terdeteksi di maps” ujar Tabroni salah satu anggota KKN Unisnu 64. Akhirnya tim membuatkan banner dan mendaftarkan lokasi produksi ibu Naimatun agar mudah dalam pencarian lokasi produksi dan pemesanan.

Dengan semangat dan kerja keras dari tim KKN Unisnu 64 diharapkan dapat menginspirasi generasi muda khususnya para mahasiswa yang kelak akan mengabdikan tenaga dan fikirannya untuk masyarakat, agar dapat menyalurkan ilmu yang didapatkan untuk membantu masyarakat.

Alvaros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here