blank
Para karateka Grobogan saat melakukan latihan rutin bersama sebelum masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Foto : hana eswe/dok

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Satu tahun lamanya, pandemi covid-19 terjadi di Indonesia. Hal ini juga mempengaruhi kegiatan para karateka di Grobogan, yang biasanya melakukan latihan rutin bersama.

Ketua Federasi Olahraga Karate Do Indonesia (Forki) Grobogan, Pradana Setyawan menjelaskan, di pandemi Covid-19 ini tentu saja berdampak pada cabang karate. Namun, untuk mempersiapkan para atlet menjadi penerus, sebanyak sembilan perguruan karate yang bergabung dengan Forki melakukan pelatihan-pelatihan secara mandiri.

Pandemi Covid-19 berdampak pada cabang karate. Namun, kita tetap mempersiapkan para atlet. Maka untuk Untuk saat ini, dilakukan pelatihan-pelatihan yang bersifat mandiri.

“Jadi, kita minta kepada para pelatih untuk bisa mengarahkan para atlet, kaitannya dengan fisik, cara berlatih, teknik. Baik itu secara virtual maupun personal. Setiap hari Sabtu, kita memonitor mereka dan nantinya ada laporan,” ujar pria yang akrab disapa Danis ini.

Suami Lusia Indah Artani ini menjelaskan, ada dua karateka asal Grobogan yang akan maju ke gelanggang PON XX Papua mewakili Jawa Tengah. Yaitu Garuda Mahameru yang akan bertempur di kelas Kumite dan Detrina Sabda Nugraha di Kata Beregu.

“Ada dua nanti atlet PON dari Grobogan yang maju mewakili Jawa Tengah nanti. Yaitu Garuda Mahameru di kelas kumitte dan Detrina Sabda Nugraha di katak beregu,” tambah Danis, yang ditemui pascapelantikan pengurus Forki Grobogan periode 2019-2023.

blank
Ketua Forki Grobogan, Pradana Setyawan, saat memberikan sambutan pascapelantikan pengurus Forki Grobogan 2019-2023. Foto : hana eswe.

Pihaknya mengatakan, selama memimpin pucuk kepengurusan Forki Grobogan, ada beberapa program kerja yang akan dilaksanakan. Paling utama yaitu kaderisasi perguruan sebagai ujung tombak Forki ke depan.

“Program kerja yang dilakukan selama kepengurusan Forki Grobogan yaitu pertama optimalisasi perguruan. Di sini ada sembilan perguruan yang bergabung di Forki Grobogan. Mereka itulah yang nanti akan menjadi ujung tombak Forki ke depan. Prestasi dimulai dari kaderisasi perguran sampai juara-juara yang ada di event-event atau kejuaraan,” tutup Danis.

Hana Eswe-wied