blank
Sadiyanto (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas). Foto: antara

PURWOKERTO (SUARABARU.ID)– Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, hingga saat ini masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat, terkait dengan pelaksanaan vaksinasi covid-19.

”Kalau informasi-informasi, kemarin ada pertemuan secara daring, tapi dengan staf Kepresidenan, sifatnya masih umum,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, di Purwokerto, Selasa (1/12/2020).

Kendati demikian, dia menyebutkan, sejumlah dokter dan perawat di Kabupaten Banyumas sudah mengikuti pelatihan terkait dengan pelaksanaan vaksinasi covid-19.

”Belum semuanya, masih berproses. Demikian pula dengan sosialisasi vaksin covid-19 kepada masyarakat belum dilakukan, kami masih menunggu petunjuk dari Kementerian. Kalau sudah ada perintah, kami akan segera melangkah,” katanya.

BACA JUGA : Setelah 27 Warga Positif Covid-19, Dinkes Blora Kembali Gelar Swab di Seso

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Banyumas, Dwi Mulyanto menyampaikan, pihaknya hingga saat ini masih mendata jumlah warga Banyumas yang akan menjadi sasaran vaksinasi covid-19.

”Data pastinya belum ada, masih bergeser terus. Namun estimasinya sebanyak 1.084.113 orang. Kami masih terus melakukan pendataan,” ujar dia.

Dwi mengakui, jika hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan vaksinasi covid-19 akan dilaksanakan. Kendati demikian, dia menambahkan berdasarkan informasi dari Pemerintah Pusat, vaksin covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat yang berusia 18-59 tahun.

”Selain itu, jika berjenis kelamin perempuan, yang bersangkutan tidak sedang dalam keadaan hamil,” ungkapnya.

Sementara bagi warga yang usianya di luar dari rentang usia 18-59 tahun, lanjut dia, pemerintah juga telah menyediakan alokasi tersendiri namun berbayar.

Menurut dia, Dinkes Kabupaten Banyumas telah melakukan berbagai persiapan, meskipun sampai sekarang belum diketahui kapan vaksinasi covid-19 akan dilaksanakan. ”Prinsipnya, kami sudah menyiapkan, petugas Puskesmas sudah kami latih, tempat sudah disiapkan, estimasi sasaran sudah disiapkan,” tandas Dwi.

Ant-Riyan