Tim siaga bencana BPBD bersama SAR dan relawan PMI Kabupaten Wonogiri, melakukan penanganan darurat di lokasi bencana angin kencang. Mereka dibantu relawan desa, pamong desa dan masyarakat.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bencana angin kencang yang disertai hujan deras, menerjang dua wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Yakni wilayah Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Wonogiri Kota. Jumat hari ini (20/11), akan dilanjutkan tindakan penanganan darurat di lokasi becana.

Tidak ada korban jiwa, tapi bencana puting beliung atau angin pusar yang oleh penduduk disebut sebagai cleret tahun tersebut, menumbangkan puluhan pohon, merobohkan tiang listrik dan merusak rumah warga. Warga menyatakan panik oleh adanya terjangan angin kencang yang datang mendadak, dan disertai hujan deras tersebut.

”Bersamaan hujan turun deras, tiba-tiba ada angin kencang,” ujar Ny Sunarso Giri. Warga yang tinggal di Lingkungan Pokoh, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri ini, menyatakan dahsyatnya terjangan angin telah merobohkan pohon beringin berusia ratusan tahun di Pundhen Belik Pudak di RT 1/RW 2 Lingkungan Pokoh, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri Kota.

Pohon Beringin berusia ratusan tahun yang dijadikan Pundhen Belik Pudak, roboh diterjang bencana angin hujan. Lokasinya di Lingkungan Pokoh RT 1/RW 2, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri.

Selogiri dan Wonogiri
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, semalam, menyatakan, bencana angin kencang disertai hujan deras itu berlangsung Kamis sore (12/11). Menerjang wilayah Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Wonogiri Kota.

Di Kecamatan Selogiri, bencana angin hujan tersebut menumbangkan sejumlah pohon di Desa Pare dan merobohkan tiang listrik. Dampak dari pohon yang bertumbangan diterjang cleret tahun tersebut, sebagian roboh melintang jalan. Sehingga akses hubungan darat menjadi terputus.

Setidak-tidaknya, ada dua tiang listrik yang roboh karena patah, setelah jaringan kawat terpasang kerobohan pohon yang tumbang. Ini menjadikan putusnya kawat jaringan dan berdampak lampu padam.

Relawan PMI dan SAR bersama personel siaga bencana BPBD Kabupaten Wonogiri, melakukan tindakan darurat menyingkirkan pohon tumbang yang merobohi rumah kandang.

Melintang Jalan
Di Kecamatan Wonogiri Kota, bencana angin hujan tersebut melanda wilayah Kelurahan Wonoboyo dan Kelurahan Wuryorejo. Di Kelurahan Wonoboyo, bencana merobohkan puluhan pohon. Di Lingkungan Jatirejo RT 2/RW 12, ada pohon Jati tumbang melintang jalan yang menyebabkan hubungan darat terputus. Di LingkunganĀ  Banaran RT 3/RW 10, ada pohon Mangga patah menimpa rumah kandang.

Di Lingkungan Pokoh RT 1/RW 2, menyebabkan Beringin besar yang selama ini dijadikan Pendhayangan roboh. Pohon yang berusia ratusan tahun yang memiliki diameter 2 Meter, roboh melintang jalan dan ada bagian dahannya yang menimpa kamar mandi serta rumah bagian depan penduduk.

Bencana angin hujan, telah menumbangkan pohon, yang roboh melintang jalan. Dampaknya, memutuskan akses hubungan darat.

Di Kelurahan Wuryorejo, sejumlah pohon turus (peneduh) jalan di ruas jalan raya roboh melintang jalan. Menyebabkan kelancaran arus lalu lintas jurusan Wonogiri-Wuryantoro menjadi macet. ”Sejauh ini, tidak dilaporkan ada korban jiwa,” tegas Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto.

Bersama Relawan
Tim BPBD bersama para relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri dan Tim Search And Rescue (SAR) Wonogiri diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan tindakan darurat. Ikut membantu para relawan desa, pamong desa dan masyarakat. Begitu hujan mereda, dilakukan gotong royong kerja bakti memotongi pohon-pohon yang tumbang. Utamanya yang roboh menimpa rumah hunian penduduk, serta yang melintang di jalan.

Warga dan pamong desa di Wonogiri, bergotong royong bersama para relawan, kerja bakti menyingkirkan pohon yang bertumbangan karena diterjang angin hujan.

”Penanganan darurat kami teruskan Jumat hari ini (20/11),” tegas Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto. Hal itu dilakukan, karena penanganan yang dilakukan sampai Kamis malam (19/11), belum menuntaskan upaya menyingkirkan pohon-pohon yang bertumbangan.

Untuk patahnya tiang listrik yang berdampak pada padamnya lampu, telah dikoordinasikan dengan Kantor PLN Wonogiri. Harapannya, kerusakan pada jaringan segera dapat ditangani, dan suplai listrik untuk masyarakat kembali terpulihkan.

Bambang Pur