Warga Garung Wonosobo yang didapati tidak mengenakan masker disanksi push up di tempat. Foto : SB/Muharno Zarka

-Tim Terpadu Penegaka Protokol Kesehatan Wonosobo menyisir kawasan Garung dan Kejajar dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, pada malam hari guna mencegah penularan dan penyebaran virus Corona di masyarakat.

Dalam operasi yang digelar hingga dinihari tersebut, petugas dari Satpol PP, TIN-Polri serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masih menemukan puluhan warga dan pemilik usaha kuliner yang tak taat protokol kesehatan maupun aturan pembatasan aktifitas pada malam hari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Haryono melalui Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Hermawan Animoro mengakui dalam giat terpadu tersebut, ada 53 warga dan 31 Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun pemilik Café terjaring.

“Upaya Tim Terpadu pada prinsipnya adalah untuk penegakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19. Menyampaikan sosialisasi perihal Surat Edaran Bupati Wonosobo tentang Pembatasan Jam Malam agar diterapkan,” terangnya.

Dari operasi mulai pukul 20.30 dan berakhir pada pukul 00.00 WIB tersebut, Tim Terpadu Penegakan Protokol Kesehatan berharap agar warga semakin menyadari tentang pentingnya mencegah penyebaran virus Corona. Di Wonosobo 429 orang positif Covid-19 dan 6 orang meninggal dunia.

Terapkan Sanksi

Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar jam malam diminta segera menutup usahanya. Foto : SB/Muharno Zarka

Demi meningkatkan kesadaran masyarakat, Hermawan mengaku, para petugas telah menerapkan sanksi bagi setiap warga yang terjaring tidak mengenakan masker pelindung.

“Sanksi bagi warga umum, seperti pengguna jalan dan pengunjung café maupun pemilik usaha kaki lima masih bersifat persuasif, yaitu mereka ada yang kami minta push up. Ada pula yang kami minta untuk menyanyikan lagu-lagu kebangsaan,” bebernya.

Khusus untuk pemilik warung makan, Café atau PKL yang masih buka di luar ketentuan jam malam, pihalnya menyebut ada sanksi tambahan, yaitu mereka diminta untuk langsung menutup usahanya

Warga di wilayah Garung dan Kejajar, menurut Hermawan, termasuk yang mesti diberikan pemahaman lebih mendalam akan potensi resiko penularan Covid-19, mengingat di kedua wilayah tersebut jumlah warga yang terinfeksi cukup tinggi.

“Sesuai data terakhir, di Garung ini sebanyak 33 warga terkonfirmasi positif Covid-19, atau menjadi tertinggi kelima di Wonosobo. Sementara di Kejajar ada 36 warga. Sehingga diperlukan edukasi lebih massif agar ke depan tidak ada lagi warga yang tertular,” pungkasnya.

Muharno Zarka-Wahyu