Kampus Universitas Muria Kudus menerapkan WFH usai seorang pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19. foto:dok/Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Satu orang pegawai Universitas Muria Kudus (UMK) terkonfirmasi positif Covid-19. Kondisi ini membuat pihak Rektorat memutuskan kembali meliburkan aktifitas di kampusnya.

Rektor UMK Suparnyo membenarkan ada salah seorang pegawainya yang sudah terkonfirmasi positif dari hasil swab yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. “Ya ada satu pegawai kami yang positif Covid-19. Untuk saat ini, yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Gugus Tugas,”ujar Suparnyo, Kamis (2/7).

Menurut Suparnyo, pegawai yang positif tersebut adalah seorang Satpam penjaga malam.  Menurut informasi, yang bersangkutan dimungkinkan tertular lantaran suka berkumpul dengan orang di desanya.

“Indikasinya yang bersangkutan tertular dari luar,”tambahnya.

Atas kondisi tersebut, kata Suparnyo, pihaknya memutuskan menerapkan work from home (WFH) hingga 10 Juli 2020 mendatang. Dan saat ini, seluruh area kampus sudah disterilkan dengan penyemprotan disinfektan.

“Kami juga akan mengevaluasi protokol kesehatan yang saat ini sudah diberlakukan di UMK,”tandasnya.

Sementara, disinggung kontak pasien dengan pegawai lain, menurut Suparnyo diperkirakan tidak terlalu banyak. Dengan tugasnya sebagai Satpam jaga malam, kemungkinan dia tidak banyak berhubungan dengan pegawai maupun civitas akademika yang ada di UMK.

“Pekerjaannya (salah satu pegawai yang positif) kan satpam penjaga malam. Jadi kemungkinan kontak dengan yang bersangkutan cuma beberapa orang dari sesama satpam, driver, juga penjaga parkiran yang menjadi tracking pasien,” imbuhnya.

Tujuh Kasus Positif Baru

Sementara, dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus kembali mengkonfirmasi adanya tambahan tujuh kasus positif baru pada Kamis (2/6). Dari jumlah tersebut, lima diantaranya merupakan warga Kudus.

Yang memprihatinkan, satu pasien positif baru adalah bayi berusia 7 hari. “Si bayi positif Covid-19, sementara untuk ibunya, hasil swab belum keluar,”kata juru bicara Gugus Tugas, dr Andini Aridewi.

Dengan tambahan kasus ini, total jumlah warga Kudus yang terkonfirmasi positif secara kumulatif sebanyak  183 orang. Dari jumlah tersebut, 54 orang dirawat dan 61 orang isolasi mandiri.

Sementara jumlah pasien sembuh  kini berjumlah 53 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 15 orang.

Andini menyebutkan penerapan protokol kesehatan yang tidak disiplin menjadi faktor masih terjadinya penularan. “Harus menjadi tanggung jawab bersama agar di semua tempat penerapan protokol kesehatan selalu diperhatikan agar penularan bisa ditekan,”tandasnya.

Tm-Ab