Mobil ambulanc dan tenaga kesehatan mengenakan APD menjemput warga Kampung Karangwuni, Kota Magelang. Mereka diduga tertular Covid-19. (Dok Suarabaru.id)

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Kemampuan  Kota Magelang mempertahankan zero (nol) penambahan pasien positif baru Covid-19 hanya bertahan dua pekan.

‘’Baru dirasani dua minggu nggak nambah, hari ini dua PDP di RSU Tidar konfirmasi positif, jadi kasus tambah dua. Satu bayi 9 bulan penduduk Cacaban, dan satunya seorang bapak usia 64 tahun penduduk Kramat Utara,’’kata Plt Kepala Dinas Kesehatan dokter Majid Rohmawanto.

Selain itu, pagi ini (28/5) beredar kabar melalui whatsapp (WA) diperkirakan satu RT warga Kampung Karangwuni, Kramat utara, Kota Magelang,  dibawa ke RS Budi Rahayu diduga tertular Virus Corona.

Mobil ambulans dengan tenaga kesehatan berpakaian APD lenngkap sampai tiga kali bolak-balik menjemput pasien.

Dokter Majid menerangkan, pasien bayi yang positif diduga tertular ayahnya yang baru pulang dari Riau sekitar sebulan lalu. ‘’Kontak erat semuanya,’’ tuturnya.

Menurutnya, awalnya bayi tersebut sakit flu dan muntah berak air. Bayi dan bapak berusia 64 tahun masuk RSU Tidar pada 25 Mei 2020, semuanya langsung diswab dua kali.

‘’Setelah bayinya positif, ibunya otomatis menjadi orang tanpa gejala (OTG) dan ikut merawat anaknya di ruah isolasi. Dia juga akan diswab bersama suaminya,’’ ujarnya.

Sedang untuk bapak berusia 64 tahun penduduk Kelurahan Kramat Utara, dia pada 15 Mei 2020 pergi ke Temanggung. Di rumah sakit dia ditungui istrinya.

Warga Karangwuni menerangkan, sekitar dua hari lalu ada warga Karangwuni yang positif. Kemungkinan tertular bapak usia 64 warga Kramat Utara yang pada 15 Mei lalu pergi ke Temanggung.

Hal itu dibenarkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang. ‘’Itu kontak erat dengan pasien positif di RSU Tidar. Soal jumlah bisa berubah, kita masih membujuk warga yang telah kontak untuk mau diperiksa,’’ tuturnya.

‘’Apa jumlahnya sampai satu RT?’’ tanya wartawan. ‘’Pokoknya banyak lah. Tadi ketemu di RS Budi Rahayu ada 18 orang,’’ jawab dokter Majid.

‘’Tapi belum transmisi lokal kan Pak,’’ kejar wartawan. ‘’Itu tergantung hasil swab nanti.’’  (Pro/Kota Magelang)

Editor : Doddy Ardjono

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-->