CEK KESEHATAN: salah satu PMI mendapatkan pemeriksaan langsung dari para petugas kesehatan yang berjaga di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Foto: heri priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) kini mulai berdatangan ke Jawa Tengah. Setelah Senin (18/5/2020) sebanyak 57 PMI asal Malaysia tiba di Jateng, pagi ini Selasa (19/5/2020) sebanyak 39 PMI yang mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan ketat, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, meninjau langsung penanganan para PMI yang baru mendarat di bandara itu. Didampingi General Manager Angkasa Pura I, Hardi Ariyanto, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, Ganjar berkeliling untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan dalam penanganan para PMI.

Di tempat itu, Ganjar cukup puas dengan penerapan protokol kesehatan terhadap para PMI. Begitu turun dari pesawat, semua PMI dibawa ke ruangan khusus, yang terletak di depan Ruang Imigrasi Bandara untuk dicek kesehatannya.

BACA JUGA : 57 PMI yang Dikarantina Hasil Rapid Tes Tidak Reaktif

Satu persatu PMI yang datang langsung dilakukan rapid test serta pengecekan kesehatan lainnya, oleh puluhan petugas yang dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Saat antre, mereka juga duduk dengan kursi yang diatur jaraknya.

Meski mencoba mengajak ngobrol dengan para PMI ataupun petugas, Ganjar tetap menaati protokol kesehatan yang ditetapkan. Dia tetap jaga jarak, memakai masker dan berkacamata khusus, saat berbicara dengan para PMI dan petugas yang ada di sana.

”Mau pulang ke mana ini? Sudah rapid test kan? Sehat-sehat ya, jangan lupa nanti dikarantina dulu, biar semuanya aman,” ucap Ganjar.

Secara keseluruhan Ganjar menyatakan, penerapan protokol kesehatan terhadap PMI di Bandara Ahmad Yani Semarang sudah dilakukan ketat. Pihak Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sudah menyiapkan semua protokol dengan baik.

Alhamdulillah bagus, semuanya bisa lancar karena sudah dipersiapkan dengan baik. Sehingga meski pengecekan secara ketat, tapi mereka kawan-kawan PMI ini tetap merasa nyaman dengan pelayanan ini,” katanya.

PANTAU LANGSUNG: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memantau langsung para Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang baru tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Selasa (19/5/2020). Foto: heri priyono

Tetap Difasilitasi
Usai dicek kesehatannya di bandara, semua PMI itu, lanjut Ganjar, akan dibawa ke tempat karantina sementara di BPSDM Jateng. Di sana, mereka juga akan menjalani pemeriksaan sebelum dijemput pihak Kabupaten/Kota masing-masing, untuk dikarantina di daerah masing-masing.

”Semua kami tempatkan di BPSDM, sambil kami komunikasi dengan Kabupaten/Kota untuk dijemput. Tapi ada yang dijemput ada yang tidak, nanti yang tidak tetap kami fasilitasi di tempat karantina kami itu,” terangnya.

Disinggung hasil pengecekan kesehatan terhadap para PMI yang sudah tiba di Jateng, Ganjar menerangkan, semuanya menunjukkan hasil yang baik.

”Hasil tes sampai hari ini negatif. Untuk PMI yang turun melalui bandara Ahmad Yani Semarang, rapid testnya semuanya tidak reaktif. Hanya ada satu PMI yang reaktif, itu bukan dari sini (bandara-red) tapi dari kapal (pelabuhan-red).

”Hasil tes mereka yang sampai hari ini negatif, hanya satu yang turun dari kapal atau pelabuhan ada satu yang reaktif. Kami sudah siapkan swab test pada satu PMI itu siang ini. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” tuks Ganjar.

Siap Dikarantina
Sementara itu, para PMI yang baru tiba di Jateng itu, menyatakan siap mengikuti peraturan pemerintah. Mereka juga siap melakukan karantina selama 14 hari, saat tiba di kampung halaman masing-masing.

”Saya sudah tes di Malaysia, hasilnya negatif. Tadi juga tes di sini (bandara-red) hasilnya negatif. Tapi saya siap dikarantina, demi kesehatan bersama tidak masalah,” ungkap Karyono, PMI asal Pati.

Hal senada disampaikan Mulia (36), PMI asal Banyumas. Perempuan yang sudah bekerja tiga tahun di Malaysia itu mengatakan siap dikarantina. ”Ndak papa, lebih bagus itu. Saya siap dikarantina agar semuanya aman,” tegasnya.

Heri Priyono-Riyan