Bagikan

SEMARANG(SUARABARU.ID)– Alhamdulillah, inilah kata yang pantas untuk diucapkan, karena banyak nikmat dan rejeki yang telah diberikan oleh Allah kepada hambanya, termasuk dalam konteks kali ini, terkait dengan rejeki terindeksnya Jurnal The Messenger (JTM) Universitas Semarang di database bereputasi Web of Science.

JTM menunggu proses evaluasinya sekitar 15 bulan, di mana pertamakali disubmit ke Clarivate Analytics/Web of Science sejak tanggal 29 Desember 2018 dan secara resmi baru dinyatakan terindeks di database mereka mulai tanggal 18 Maret 2020.

Hal ini disampaikanoleh pengelola Jurnal The Messenger, Yulianto Budi Setiawan SSos MSi saat ditemui awak media di kampus USM pada Rabu (18/3).

Yulianto menambhakan catatan menarik lainnya atas pencapaian ini adalah JTM tercatat sebagai jurnal ilmiah pertama bidang ilmu komunikasi di Indonesia yang telah terindeks di database bereputasi Web of Science.

“JTM merupakan jurnal ilmiah berskala internasional, yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi USM dan tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan artikel berkualitas tinggi yang didedikasikan untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang komunikasi” unkapnya.

“Artikel yang diterbitkan adalah hasil penelitian yang membawa pemandangan baru (ruang lingkup) tentang Cultural Studies, Integrated Marketing Communication, dan Media” tambahnya.

Clarivate Analytics/Web of Science tercatat sebagai pengindeks JTM ke-22, karena JTM juga telah terindeks didatabase-database sebagai berikut: Directory of Open Access Journals (DOAJ), Science and Technology Index (SINTA 2), Microsoft Academic Search (MAS), Directory of Open Access Scholarly Resources (ROAD), Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.26623 registered by Crossref, Dimensions, Google Scholar, ISJD, Indonesian Publication Index (IPI), Bielefeld Academic Search Engine (BASE), Online Computer Library Center (OCLC) Worldcat, Public Knowledge Project (PKP) Index, Indonesia Onesearch by PERPUSNAS, EBSCO INFORMATION SERVICES, Index Copernicus International, JournalTOCs, CiteFactor, GARUDA: Garba Rujukan Digital by Ristekdikti – Indonesia, British Library, Harvard Library, dan Columbia University Libraries.

Akhirnya, JTM sekarang ini tinggal menanti kabar dari satu pengindeks lagi, yakni Scopus. JTM sampai saat ini sudah menunggu selama 19 bulan (sejak disubmit ke Scopus pada tanggal 10 September 2018), dan Yuliyanto Budi Setiawan (sebagai Editor in Chief dari JTM) berharap penantian ini nantinya dapat berakhir dengan kebahagiaan, yaitu JTM dapat terindeks Scopus.

USM-Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here