Bagikan
Massa yang tidak terima dengan rekapitulasi, penghitungan suara disimulasikan berdemo karena kecewa. Foto: Hana Eswe

GROBOGAN – Suara tembakan dari beberapa anggota polisi mengagetkan para perusuh. Perlahan-lahan mobil water canon memasuki area kerusuhan dan menembakkan gas air mata ke arah para perusuh yang berusaha melawan ratusan petugas.

Terjadi aksi dorong-dorongan antara pendemo dengan petugas dan mengakibatkan satu orang pendemo mengalami luka parah. Aksi kericuhan ini sempat terhenti sejenak.

Namun, tiba-tiba muncul kawanan kelompok pendemo lain yang akan masuk ke kantor KPU. Beruntung, para pendemo ini dapat dihalangi para petugas.

Aksi dorong-dorongan kembali terjadi. Puluhan pasukan dari unit Sat Sabhara mendatangi kerumunan pendemo dan melepas dua ekor anjing pelacak ke arah pendemo. Kontan, para pendemo langsung melakukan aksi anarki dengan merusak fasilitas-fasilitas umum yang ada di sekitar mereka sehingga ratusan polisi dikerahkan untuk mengatasi jumlah massa yang semakin bertambah.

Satu orang pendemo tewas di tempat setelah berusaha melawan petugas sehingga dilumpuhkan dengan timah panas. Para pendemo akhirnya menyerah dan membubarkan diri pasca adanya korban tewas dalam kericuhan tersebut.

Semua itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan kota (Sispamkota) menjelang pemilu serentak yang diselenggarakan 17 April 2019 nanti. Dalam kegiatan ini, 500 personel yang terdiri dari anggota personil Satpol PP, TNI dan Polres Grobogan serta Brimob Polda Jateng dikerahkan untuk simulasi tersebut.

Kegiatan ini diawali dari beberapa tahapan seperti tahapan pencoblosan suara, kemudian penghitungan suara di TPS dan rekapitulasi penghitungan suara di KPU. Setelah itu, terjadi kericuhan dari massa golongan partai yang tidak menerima hasil penghitungan suara sehingga terjadi demonstrasi yang berakhir dengan kericuhan.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan, simulasi Sispamkota ini dilaksanakan untuk mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan pemilu nanti.

“Hari ini kita mengadakan simulasi Sispamkota yang melibatkan para personil dari polisi, anggota TNI, dan Satpol PP untuk melihat kesiapan apabila terjadi hal-hal yang anarkis dalam pelaksanaan pemilu nanti. Dalam simulasi tadi ada berbagai macam tahapan-tahapan dimulai dari tahapan pencoblosan surat suara sampai tadi ada aksi anarkis,” jelas Kapolres.

Simulasi para personel keamanan dari Polres Grobogan dan Brimob Polda Jateng saat menghadapi massa pendemo. Foto: hana Eswe

Sementara itu, Sekda Grobogan Moh Soemarsono mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah terlibat dalam simulasi Sispamkota ini. Dalam sambutannya, Moh Soemarsono juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Grobogan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan pada saat pelaksanaan pemilu.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran dan masyarakat yang telah terlibat dalam kegiatan simulasi Sispamkota hari ini. Tentu saja, kami dari Pemerintah Kabupaten Grobogan tidak menginginkan terjadi aksi anarki seperti yang terjadi pada simulasi tadi. Tetapi jika nantinya akan ada seperti ini, saudara-saudara dari Kepolisian, TNI, Satpol PP dan seluruh yang terkait sudah siap,” katanya.

Hadir juga dalam kegiatan simulasi Sispamkota ini antara lain, Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo, Kepala Satpol PP Grobogan Bambang Panji, para anggota komisioner KPU Grobogan, perwakilan dari tim pemenangan kampanye partai, perwakilan dari Kodim 0717/Purwodadi serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Grobogan.

suarabaru.id / Hana Eswe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here