Bagikan
Saat Kasat Lantas Polres Blora AKP Edy Sutrisno tanpa canggung membantu ibu-ibu di Desa Jipangrejo memanggul jerigen air.

BLORA – Kekeringan di Blora semakin meluas. Kesulitan air dari dampak musim kemarau pertengahan September 2019, melanda 145 dari 295 desa/kelurahan, dan menimpa 140.168 kepala keluarga (KK) atau 439.691 jiwa.

Sumur-sumur  penduduk yang mengering juga terus meluas. Untuk mendapatkan air, warga harus antri air di sumber terdekat pada siang, tengah malam, dan dini hari seperti diderita warga Desa Jipangrejo, Kecamatan Blora.

Sementara bagi yang punya uang cukup, mereka bisa membeli air melalui penjual keliling seharga Rp 20.000 untuk enam derigen, dan membeli dengan mobil tangki air kapasitas 5.000 liter Rp 190.000.

Melihat kondisi ngenes itu, Kepolisian Resor (Polres) melalui Satuan Lalu lintas (Satlantas) setempat, pada Selasa (17/9/2019), droping tahap pertama 75.000 liter (15 truk tangki) air bersih untuk warga Desa Jipangrejo.

Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang ikut turun langsung membantu mengucurkan air ke jerigen ibu-ibu warga Desa Jipangrejo. Foto : SB/Humas-Resbla

Bantuan diserahkan Kapolres AKBP Antonius Anang didampingi Kasat Lantas AKP Edy Sutrisno dan sejumlah pejabat utama (Pju) Polres setempat, langsung droping di 11 titik dekat pemukiman warga.

Menurut Kasat Lantas AKP Edy Sutrisno, bantuan air bersih ini adalah program sosial kemasyarakatan yang digulirkan saat warga kesulitan air bersih dari dampak musim kemarau.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan warga, setidaknya bisa membantu kesulitan air,” kata AKP Edy Sutrisno.

Selalu Dekat

Pantauan di Desa Jipangrejo, begitu truk tangki air tiba, ratusan warga desa tua, muda, dan remaja langsung menyerbu mobil tangki dengan membawa berbagai wadah air seperti jerigen dan sejenisnya.

Kapolres Blora mengawali penyerahan bantuan air dengan terjun ke Jipangrejo, membantu mengucurkan air dari selang mobil tangki ke wadah-wadah air yang dibawa warga.

“Polri selalu dekat dengan warga, melayani, dan memberi rasa aman warga. Semoga bantuan air bersih ini bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu Sarni (51), mengaku harus antri dini hari bersama anak lelakinya di sumber air yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya,  untuk mendapatkan tiga jerigen air.

Diakuinya, derita sulit air sudah dirasakan sejak awal Juli 2019, dan saat ini air semakin sulit akibat sumber air dan sumur-sumur terdekat mengering.

“Alhamdulillah ada bantuan air dari Polres, matur nuwun Pak Polisi,” ungkap ibu dengan tiga putera itu.

Tampak juga saat dorping air, Kasat Lantas AKP Edy Sutrisno dan beberapa anggota ikut turun membantu warga angkat junjung jerigen air, sehingga baju dinasnya tampak basah kuyup.

Bahkan kasat Lantas Polres Blora tampak tidak canggung membantu memanggul derigen, dan mengangkat jerigen air ke gendongan ibu-ibu. Edy Sutrisno berada di Desa Jipangrejo hingga droping air tuntas.

Suarabaru.id/Wahono

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here