Bagikan
PENIPUAN : Kegiatan di wilayah kerja Pertamina EP Cepu (PEPC) seperti ini, dijadikan obyek oknum untuk melakukan penipuan kepada masyarakat. Foto : Hn

BLORA – Sebelumnya sempat ramai praktik penipuan tenaga kerja. Akhir-akhir ini  muncul penipuan modus baru berkedok kontrak perjanjian kerja (PO) pekerjaan pengadaan barang, jasa, dan fisik di Pertamina EP Cepu.

Cara baru menipu dengan purchase order (PO), berpotensi akan marak terjadi di proyek-proyek besar seperti di pengembangan gas Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).

“Kepada warga Blora, Cepu, Bojonegoro dan siapapun kami pesan berhati-hati adanya penipuan PO proyek,” beber Public Government Affairs & Relations Manager Pertamina Ekploprasi Produksi Cepu (PEPC), Kunadi, Jumat (3/8).

Penipu, lanjutnya, dengan memberikan informasi telah mendapatkan PO (kontrak pekerjaan) dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC), dan bisa  pelaksana pekerjaan proyek JTB yang ditunjuk oleh PEPC.

Biasanya untuk meyakinkan calon korbannya, oknum itu memberikan informasi dengan menunjukkan dokumen PO palsu yang mencantumkan nilai proyek, dan meminta calon korban agar bersedia bekerjasama.

Caranya, bisa diajak penyertaan modal sebagian atau seluruhnya dengan janji mendapatkan keuntungan yang besar yang tidak wajar, jelas Kunadi.

Cek Ulang

Agar tidak jadi korban, masyarakat diminta berhati-hati bila menerima penawaran investasi,  bisnis, dan kerjasama dengan janji pemberian keuntungan yang besar.

Nanti jika ada perseorangan atau pihak-pihak yang menipu mengatas-namakan PEPC, warga diminta mengecek ulang pada nama pejabat yang tertulis di dokumen PO atau kontrak.

Selain itu, tidak memberikan respon atas janji-janji penawaran bisnis yang berasal dari orang atau alamat surat yang tidak diketahui atau diragukan.

Warga diminta untuk tidak mengungkapkan data pribadi, data keuangan dan  memberi  uang (janji bisnis) kepada siapapun yang tidak dikenal.

Kunadi juga berpesan, masyarakat  waspada terhadap informasi alamat yang bukan alamat kantor atau email resmi PEPC, misalnya email dari yahoo.com, gmail.com yang mengajak kerjasama bisnis dengan meminta sejumlah uang.

Sebagai informasi, proyek engineering, procurement and construction (EPC) Gas Processing Facility (GPF) di Jambaran-Tiung Biru, dikerjakan oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri, PT Japan Gas Corporation (JGC) Indonesia dan JGC Corporation.

Kunadi menambahkan, modus penipuan itu bisa saja mengatasnamakan EPC kontraktor, dan Sub kontraktornya, termasuk mencatut nama pejabat di sekitar area proyek JTB. (suarabaru.id/Hn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here