blank
Wisatawan membawa pulang kenangan dengan sejeka berfto dulu di Prangga Park. Foto: Dok. Vega Viditama

Di taman yang tanahnya berstatus bandha desa atau milik desa ini, dibangun sebuah ruang pertemuan yang cukup luas dan sebuah joglo untuk tempat makan-minum para pengunjung.

Desa Wisata Karanggayam juga sudah punya paket wisata yang pasti. Misalnya, setelah wisatawan diterima di Purangga Park, kemudian diajak menyaksikan monument perjuangan rakyat di samping taman.

Lalu bergeser lagi ke sebelahnya, menyaksikan para ibu yang mengemas aneka sampah, untuk kemudian bisa dimanfaatkan kembali.

“Kami memang baru dalam tahap pengumpulan kemudian hasilnya dijual kembali. Namun setidaknya sebagai desa wisata, kami berupaya untuk menjaga kebersihan dengan pengelolaan sampah ini. Selain itu, juga memberikan penghasilan bagi para ibu,” ujar Eko, pemandu wisata setempat.

Calung – Gamelan – Cepetan

Daerah wilayah geopark dengan potensi seni budaya ini benar-benar dimanfaatkan oleh para pegiat wisata di sini. Adalah Kasum, seorang lelaki berumur 62 tahun, yang setia menggeluti kesenian calung (alat musik dari bambu).