blank
Bangunan untuk ruang pertemuan yang luas bisa untuk acara gathering dan sejenisnya. Foto: R. Widiyartono

Demikian pula dengan pemerintah kabupaten, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen. “Kami mendukung keberadaan desa wisata di Karanggayam ini. Dengan berkembangnya desa wisata di sini, kami harapkan bisa menggerakkan perekonomian warga,” kata Harlina, Kabid Pariwisata Disparbud Kebumen.

Harlina menyebut, suguhan kuliner di sini juga sangat menarik. “Ada oyik, ini makanan yang terbuat dari singkong, yang pada masa lalu menjadi makanan pokok penduduk. Ini disajikan kepada wisatawan sebagai sajian kuliner khas,” ujarnya.

Untuk homestay, Harlina menyebut tersedia dan cukup representatif. “Pernah ada syuting film di sini. Crew-nya merasa repot kalau harus bolak-balik dari hotel di Kebumen ke sini. Maka kami tawarkan homestay yang ada, dan mereka sangat menikmati tinggal di sini, penyelesaian pekerjaan pun lebih cepat,” ujar Harlina.

Nasi oyik ini dipadukan dengan sayur jantung pisang, tempe goreng (yang sangat enak), ikan asin. Makannya menggunakan alas daun jati. Sebuah sensasi yang sulit ditemukan.

Tentu saja nasi juga tersedia, ada juga sayur asem, dan lauk lainnya. Kemudian kela muda segar juga menemani. Ya, setelah berkunjung ke sini rasanya ingin Kembali lagi.

R. Widiyartono